Monday, 25 August 2008

Sepinya Dunia

2 hari ini tiba-tiba suaraku menghilang. Sepertinya berawal dari kehujanan saat aku latihan angklung. Kemudian minggunya ada acara pertemuan PPIS (Persatuan Pelajar Indonesia Sendai), dimana aku kebagian masak sup imoni. Seminggu sebelumnya juga hari-hariku penuh acara.

Senin ke Jusco beli penggorengan saat itu juga sempat kehujanan, Selasa nyetrika baju yang sudah beberapa hari tidak tersentuh alis sudah menggunung , Rabu nengokin Kazikun, Kamis kedatangan Ayako, Ayami, Nenden dan Defi, sempat belanja ke pasar kemis. Jumat off, Sabtu latihan angklung, bazar dan silaturahmi ke mba Ade, Minggu masak dilanjutkan pertemuan PPIS.

Hari Minggu sebetulnya sudah terlihat tanda-tanda suaraku mulai menghilang, Senin benar-benar hilang. Ingin segera ke dokter tapi kebiasaan tunggu dulu sehari mungkin dengan istirahat bisa sembuh. Ternyata sampai selasa pagi masih belum keluar suaraku.

Akhirnya suami telepon ke Kaneko sensei ingin berobat tapi tidak tahu kenapa katanya hari ini pasien penuh bisa juga sore. Sore suami ada les nihongo. Akhirnya kita telpon ke Imai sensei. Walaupun harus naik bis tidak apalah yang penting segera dapat obat.

2 hari tanpa suara terasa sepi dunia. Tapi banyak hikmah yang aku dapatkan. Lebih sabar menghadapi kenakalan ito karena mau menegur tidak bisa, lebih banyak mendengarkan suami bicara karena mau bicara tidak bisa. Lebih banyak senyum sama Lula karena mau ngoceh tidak bisa.

Tapi ada yang kehilangan juga aku kehilangan suara. Suami yang biasa mendengar aku cerita apa saja kegiatan hari itu harus puas dengan senyumanku saja. Semoga tidak lama-lama Allah mencabut suaraku, walaupun cempreng tapi sungguh aku membutuhkannya. Agar dunia tidak terasa sepi lagi.

No comments: