Tuesday, 26 August 2008

Digoyang Gempa

Hari Jumat tanggal 5 Juni waktu les bahasa, sensei mengingatkan akan adanya kemungkinan gempa didaerah Miyagi bulan Juni tahun ini. Mengingat ada siklus 30 tahunan gempa didaerah Miyagi.
Tgl 12 Juni, ada peringatan 30 tahun gempa besar didaerah Miyagi. Gempa tersebut terjadi pada tahun 1978. Di TV lokal ada acara khusus memperingati gempa sekaligus memberi peringatan kepada penduduk agar bersiap-siap seandainya gempa itu terjadi lagi. Gempa tersebut diramalkan terjadi dalam waktu dekat ini, diperhitungkan pusat gempanya sama dengan gempa yang 30 tahun lalu. Ada 3 spot dilaut yang patah pada waktu bersamaan 30 taun yang lalu itu.Jadi gempa 30 tahun yg lalu itu benar-benar dahsyat.

Tahun 2005 ada gempa lumayan hebat di Miyagi. Saat itu 1 dari 3 spot rawan tsb patah. Jadi perkiraan gempa yang bakal terjadi ini, bakal di sebabkan oleh sisa 2 spot rawan yang belum patah. Dan tidak ada yang tau kapan patahnya. Semoga saja tidak bersamaan patahnya, jadi gempanya tidak besar.

Sabtu 14 Juni 2008 jam 8.43 JST, saat kami sekeluarga sedang bersantai-santai menikmati hari libur, dikejutkan goyangan yang semakin lama semakin besar. Sebetulnya sudah biasa kita mengalami gempa, tapi tidak sebesar kali ini. Vas bunga diatas lemari terjatuh dan pecah. Apalagi kita dilantai dua, lebih terasa goyangannya. Walaupun sudah sering diberi peringatan apa saja yang harus dilakukan saat gempa, tetap saja kita panik saat itu. Mau sembunyi dikolong meja, tidak punya meja .

Setelah agak reda, kita buka pintu dan melihat keadaan sekeliling. Ternyata aman-aman saja. Kita nyalakan TV, ternyata dari berita diketahui bahwa gempa tadi 7.2 SR . Pantas saja keras banget goyangannya. Tapi hebat rumah Jepang, gempa segitu rumah tidak ambruk. Memang rumah di Jepang didesain tahan gempa sampai 7 SR.

Setelah itu beberapa helikopter seharian terlihat mengudara memeriksa kalo ada kerusakan. Jalur kereta langsung dihentikan. Mobil petugas JR (japanese railways) juga terlihat berpatroli. Gempa2 kecil susulan beberapa kali terjadi. Sempet khawatir terjadi gempa susulan. Jadi takut mau kemana-mana.

Tapi ternyata gempa kali ini masih bukan skenario dari Miyagi Oki Jishin ( bukan pake kanji "ookii besar" tapi kanji okinawa punya "oki" = sama dengan sumatera oki jishin) yang diramalkan terjadi dalam waktu dekat ini. Karena gempa kali ini pusat gempanya di Iwate (darat). Didekat pusat gempanya(Iwate) jatuh korban 6 orang meninggal, beberapa rumah roboh, jembatan putus, bukit longsor dll. Alhamdulillah didaerah Miyagi (tempatku) tidak ada korban jiwa.

Waahh..masih khawatir nih sewaktu-waktu terjadi gempa besar. Kata sensei mulai sekarang harus mempersiapkan diri seandainya sewaktu-waktu terjadi gempa besar. Barang-barang yang perlu dipersiapkan adalah :

Peluit : Digantungkan didompet atau hp. Ditaruh ditempat yang mudah dijangkau saat tidur. Jika kita terjebak dibawah bangunan saat gempa dan tidak bisa teriak (kehilangan tenaga/shock) dan ada petugas yang mencari kita bisa meniup peluit tersebut.
Menyiapkan air putih yang ditaruh dibotol-botol bekas minuman. Bisa ditaruh dibalkon, kamar mandi atau halaman rumah. Karena biasa setelah gempa air dimatikan.
Saat gempa berusaha menyelamatlan diri ditempat aman. Bisa dikolong meja, di kamar mandi atau toilet. Kenapa di kamar mandi atau toilet?? karena pilar-pilarnya tidak terlalu luas. Seandainya rusak masih bisa menyangga.
Segera membuka pintu bila memungkinkan agar tidak mengunci.
Setelah reda berusaha mencari tempat lapang (halaman sekolah-sekolah)
Menyiapkan makanan, duuhhh namanya lupa...semacam roti kering yang berasal dari terigu saja dan sangat awet. (nanti aku tanyakan lagi sama sensei pas les.
Tas darurat yang berisi durat-surat penting (paspor dsb)
Mohon doanya ya teman-teman semoga gempa besar siklus 30 tahunan tidak terjadi, Pun seandainya terjadi tidak terlalu besar dan kita semua diberi keselamatan, Amien.

No comments: