Monday, 25 August 2008

Pepaya termahal

Mulai Lula berumur 6 bulan saatnya memberi makanan padat. Karena belum tumbuh gigi diusianya yang ke 10 bulan, makanannya masih disaring. Tidak lupa diselingi jus buah. Jadi ingat waktu Ito seumuran Lula, menu buahnya pisang, jeruk batu, apel, alpukat dan pepaya. Pepaya....??

Yaaa....pingin juga ngasih makan Lula pepaya. Pernah lihat buah pepaya mejeng di rak buah di mall - mall.. Tapi baru ngelirik harganya sudah males megang. Masak pepaya kecil, sebesar kepalan tangan harganya 980 yen (kurs Rp 80). Pepaya jenis seperti itu kalau dikampung, tidak laku dijual. Paling dibiarkan dipohon sampai akhirnya jatuh membusuk atau dimakan burung.

Pepaya yang dijual di Jepang biasanya diimpor dari Pilipina. Hampir semua buah tropis seperti pisang, mangga dan nanas diimpor dari negara tetangga kita itu. Ada juga yg diimpor dari Thailand. Di Jusco pernah melihat kelapa muda utuh, durian bahkan manggis diimpor dari Thailand.

Terpikir, kenapa Indonesia yang lebih kaya ragam buah tropis tidak mampu menembus pasar buah di Jepang?? Dibandingkan pepaya, mangga dan pisang dari Pilipina, buah di Indonesia jauh lebih enak dan banyak jenisnya. Ngobrol dengan teman yang kebetulan dosen IPB yang sedang kuliah di sini, ternyata masalahnya karena di Indonesia masih ada lalat buah. Karena itu sampai sekarang belum bisa menembus pasar buah Jepang yang sebetulnya sangat potensial.

No comments: