Toko
Oen awalnya adalah toko roti dan kue pertama di Yogyakarta yang berdiri tahun
1922. Berikutnya menyusul dibuka di Semarang, Malang dan Jakarta. Namun pada
tahun 1958 Toko Oen di Yogyakarta dan Jakarta ditutup, sementara Toko Oen di
Malang dijual. Kini hanya tersisa Toko Oen Semarang. Pekerja di Toko Oen
merupakan keturunan terdahulu dari pekerja di toko ini. Tukang masak, pelayan,
penjaga toko roti, hingga penjaga pintunya rata-rata merupakan generasi ketiga
pendahulunya. Mereka mengenakan stelan baju dan celana putih ala koki umumnya.
Sejak dulunya Toko Oen merupakan tempat makan orang-orang Belanda. Bahkan
hingga kini pun toko ini tetap menjadi tujuan wajib wisatawan asal Belanda yang
datang ke Semarang.
Toko
Oen berupa bangunan tua peninggalan masa Pemerintah Hindia Belanda. Klasik,
unik dan nyaman adalah kesan yang akan Anda dapatkan saat memasuki resto yang
berdiri tahun 1936. Semua sisi bangunan dari luar kelihatan kurang terawat tapi
bagian dalam bangunan masih terawat dengan baik. Langit-langitnya tinggi dengan
lampu-lampu yang elegan. Bangunannya dengan jendela kaca besar dan pintu kayu
yang masih lekat nuansa klasik. Toko Oen dibangun dengan model jendela dan atap
melengkung tinggi meniru desain yang popular di Eropa abad ke-19. Pada
dindingnya tergantung foto-foto hitam putih masa lalu yang warnanya mulai
pudar. Hiasan interior bernuansa serba tua; mesin kasir, piano hitam, jam kayu
besar, serta toples-toples kaca kue kering dengan ukuran besar. Semuanya kuno
sehingga membawa Anda melayang ke masa jaman pemerintahan Belanda.
Di
resto ini tersedia beragam menu dengan resep yang tetap terjaga meski sudah
berusia hampir seabad mulai dari appetizer hingga dessert. Harga makananya
cukup terjangkau dengan porsi besar. Cita rasa kue kering dan rotinya berbeda
dari umumnya. Kue yang tersedia di Toko Oen antara lain amandel, yaitu bakpia
kering berisi kacang dan gula, ada juga kaastengel (kue keju kering),
kattetonge (roti putih telur), kue lidah kucing, serta beragam kue-kue kering
yang memikat. Yang tidak boleh dilewatkan adalah es krim-nya yang diolah dengan
alat tradisional. Tersedia berbagai macam rasa, seperti vanilla, cokelat, kopi,
serta berbagai buah-buahan dengan rasa yang unik. Es krim ini disajikan dengan
kue lidah kucing, toping sirup, serta buah-buahan. Anda boleh memilihnya dengan
rum and raisin atau tutti frutti dan Oen’s Symphony yang akan membuat Anda
ketagihan.
Toko
Oen juga menyajikan beragam menu khas Indonesia. Andalannya yang dapat Anda
cicipi adalah nasi goreng, sate, gado-gado atau tahu campur. Gado-gado biasa
dengan porsi yang besar dimana di atasnya ditaburi potongan kerupuk. Jika belum
puas, cicipilah poffertjes, yaitu makanan khas Belanda berupa pancake dengan
bentuk bulat kecil dan ditaburi gula bubuk. Tersedia dua macam rasa poffertjes,
yaitu poffertjes cokelat yang ditaburi meses cokelat dan poffertjes keju yang
ditaburi keju parut.