Thursday, 18 December 2014

Menikmati Romantisme ala Hindia Belanda di Toko Oen Semarang



Toko Oen awalnya adalah toko roti dan kue pertama di Yogyakarta yang berdiri tahun 1922. Berikutnya menyusul dibuka di Semarang, Malang dan Jakarta. Namun pada tahun 1958 Toko Oen di Yogyakarta dan Jakarta ditutup, sementara Toko Oen di Malang dijual. Kini hanya tersisa Toko Oen Semarang. Pekerja di Toko Oen merupakan keturunan terdahulu dari pekerja di toko ini. Tukang masak, pelayan, penjaga toko roti, hingga penjaga pintunya rata-rata merupakan generasi ketiga pendahulunya. Mereka mengenakan stelan baju dan celana putih ala koki umumnya. Sejak dulunya Toko Oen merupakan tempat makan orang-orang Belanda. Bahkan hingga kini pun toko ini tetap menjadi tujuan wajib wisatawan asal Belanda yang datang ke Semarang.



Toko Oen berupa bangunan tua peninggalan masa Pemerintah Hindia Belanda. Klasik, unik dan nyaman adalah kesan yang akan Anda dapatkan saat memasuki resto yang berdiri tahun 1936. Semua sisi bangunan dari luar kelihatan kurang terawat tapi bagian dalam bangunan masih terawat dengan baik. Langit-langitnya tinggi dengan lampu-lampu yang elegan. Bangunannya dengan jendela kaca besar dan pintu kayu yang masih lekat nuansa klasik. Toko Oen dibangun dengan model jendela dan atap melengkung tinggi meniru desain yang popular di Eropa abad ke-19. Pada dindingnya tergantung foto-foto hitam putih masa lalu yang warnanya mulai pudar. Hiasan interior bernuansa serba tua; mesin kasir, piano hitam, jam kayu besar, serta toples-toples kaca kue kering dengan ukuran besar. Semuanya kuno sehingga membawa Anda melayang ke masa jaman pemerintahan Belanda.



Di resto ini tersedia beragam menu dengan resep yang tetap terjaga meski sudah berusia hampir seabad mulai dari appetizer hingga dessert. Harga makananya cukup terjangkau dengan porsi besar. Cita rasa kue kering dan rotinya berbeda dari umumnya. Kue yang tersedia di Toko Oen antara lain amandel, yaitu bakpia kering berisi kacang dan gula, ada juga kaastengel (kue keju kering), kattetonge (roti putih telur), kue lidah kucing, serta beragam kue-kue kering yang memikat. Yang tidak boleh dilewatkan adalah es krim-nya yang diolah dengan alat tradisional. Tersedia berbagai macam rasa, seperti vanilla, cokelat, kopi, serta berbagai buah-buahan dengan rasa yang unik. Es krim ini disajikan dengan kue lidah kucing, toping sirup, serta buah-buahan. Anda boleh memilihnya dengan rum and raisin atau tutti frutti dan Oen’s Symphony yang akan membuat Anda ketagihan.



Toko Oen juga menyajikan beragam menu khas Indonesia. Andalannya yang dapat Anda cicipi adalah nasi goreng, sate, gado-gado atau tahu campur. Gado-gado biasa dengan porsi yang besar dimana di atasnya ditaburi potongan kerupuk. Jika belum puas, cicipilah poffertjes, yaitu makanan khas Belanda berupa pancake dengan bentuk bulat kecil dan ditaburi gula bubuk. Tersedia dua macam rasa poffertjes, yaitu poffertjes cokelat yang ditaburi meses cokelat dan poffertjes keju yang ditaburi keju parut.


Menu resto barat yang perlu Anda cicipi adalah chicken cordon blue dengan porsinya cukup besar dalam piring dengan sayuran dan kentang. Chicken cordon blue digoreng tepung hingga renyah, di dalamnya Anda akan mendapati keju yang sudah agak meleleh. Chicken cordon blue di Toko Oen tidak menggunakan daging asap. Makanan khas Toko Oen lain yang terkenal enak adalah bistik hamburg, cordon blue, bestik lidah, inner schnitzel, dan kakap ala meuniere yang begitu nikmat di lidah. Jika anda berkunjung ke Semarang, Toko Oen di Jl Pemuda No.52 adalah salah satu tempat wisata kuliner yang wajib di kunjungi.

Agro Wisata Tlogo

Kawasan Agro Wisata Tlogo terletak di Desa Ndelik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah 30 Oktober 1999 sebagai bagian dari Perusahaan Daerah Perkebunan Tlogo. Obyek wisata ini bisa ditempuh dari Semarang (40 km), dari Yogyakarta (80 km), dari Solo (60 km). Obyek wisata ini terletak di ketinggian 400 - 675 m dpl (di atas permukaan laut).

Kawasan Tlogo didominasi oleh perkebunan kopi seluas 97 ha, perkebunan karet 233 ha, perkebunan cengkeh 64 ha dan perkebunan buah-buahan tropis 20 ha (pisang, durian, rambutan, pepaya, manggis dll). Total luas area yang dikuasi pekebunan Tlogo mencakup 414 ha. Suhu udara berkisar 23 – 30o C, berhawa sejuk dengan panorama perbukitan. Wisatawan bisa melakukan coffee walk (menyusuri jalan setapak di sela-sela perkebunan kopi), melihat kegiatan petani sewaktu bekerja memetik buah kopi dan menyadap karet.

Panen kopi bersifat musiman yaitu pada periode bulan Juli sampai Oktober setiap tahun. Bahkan wisatawan diajak berkunjung menyaksikan prosesing getah karet menjadi karet. Selain itu dapat juga mengamati proses pembuatan kopi dari biji hingga menjadi bubuk kopi siap di minum. Menyatu dengan kawasan Agro Tlogo ada Wisata Goa Rong dan Gardu Pandang Puncak Bukit Tlogo. Goa Rong adalah Goa yang terdiri dari kawasan bebatuan dengan batu besar berlubang seperti gua. Untuk mencapainya pengunjung harus mendaki tebing yang cukup curam. 

Untuk mencapai gardu pandang pengunjung bisa jalan kaki, dengan jalan yang sudah mulus beraspal sambil berolahraga menikmati pemandangan hutan karet atau naik mobil yang sudah disediakan pengelola. Dari atas gardu pemandangan indah luar biasa, Danau Rawa Pening, Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo dan Gunung Ungaran tampak dikejauhan. Wisatawan yang ingin bermalam disediakan cottage dengan nuansa pedesaan sebanyak 22 garden cottage, 15 kamar hotel standar, kolam renang, ruang pertemuan (kapasitas 50-250 orang k), restoran, bilyar dan kolam pemancingan. Bagi anda yang hobi berkemah tersedia juga tempat perkemahan yang luas dan menarik untuk berkemah. Juga tersedia tempat outbount untuk kegiatan sekolah atau kantor.