Tuesday, 26 August 2008

Kacamata

Sejak SMA aku merasakan penglihatanku semakin kabur. Iseng-iseng periksa ke tukang kacamata. Hasilnya mataku dinyatakan minus 1 kanan kiri. Masih males untuk pakai kacamata...eehh bukan males sih..saat itu tidak punya uang buat beli kacamata.

Waktu itu aku punya kebiasaan setelah terima rapor aku ke Solo tempatnya pak dokter Tunjung Suharso (bekas majikan emak), menunjukkan raporku. Dan pulangnya pasti dikasih uang Rp 50.000,00 uang yang cukup besar untuk aku. Sepulangnya dari sana aku mampir ke pasar klewer. Di sekitar alun-alun banyak sekali penjual kacamata. Murah meriah. Populer disebut toko kacamata sor ringin (bawah pohon beringin).

Masih ingat toko yang aku tuju toko kacamata GENDON. Kali yang punya toko namanya pak Gendon entahlah.....saat itu aku beli kacamata seharga 12 ribu sudah komplit frame dan lensanya. Pertama kali pakai kacamata kok malah jadi pusing yaaa..tinggi jalan yang terlihat dengan yang sebenarnya kok tidak sama.

Saat ke sekolah juga belum kupakai. Masih malu ...Tapi karena kalau baca dipapan tulis tidak jelas dan juga teman-teman banyak yang berkacamata akhirnya aku pakai juga walau masih sering aku lepas.

Kacamata itu bertahan sampai aku kuliah. Sampai kemudian sudah pakai kacamata kok masih buram baca tulisan dipapan tulis yaaa... Akhirnya setiap kuliah aku pasti duduk didepan agar jelas. Bukan karena aku anak rajin Begitulah minusnya bertambah-dan bertambah. Sampai sekarang menjadi minus lima. Sudah beberapa kali ganti frame dan lensa kacamata.

Ada yang karena bosan modelnya ada yang karena patah. Cerita tentang kacamata yang patah, kedua anakku ito dan lula sama-sama pernah mematahkan gagang kacamata. Biasanya karena aku asal naruh ditempat yang rendah. Lucunya ito dan lula mematahkan kacamata disaat umurnya sama sama 1,5 tahun.

Saat itu aku cuma berdua sama ito. Kebetulan ito sedang asyik main. Kesempatan nih aku tinggal mandi. Tanpa sadar kacamata aku letakkan di meja tamu. Selesai aku mandi ito menyodorkan kacamata yang sudah diputar-putar gagangnya...dimana posisi gagangnya sudah terbalik. Pingin marah . Tapi melihat ekspresi ito yang tanpa dosa dan paling juga belum ngerti tidak tega juga.

Cerita Lula hampir mirip. Saat itu aku mau wudlu, kacamata aku lepas dan taruh disuatu tempat. Yang ternyata Lula bisa mengambilnya. Selesai wudlu aku langsung sholat. Begitu selesai sholat, Lula menyodorkan kacamata sambil bilang "mata..mata" Maksudnya kacamata. Ternyata gagang kacamatamu sudah diputar-putar dan hampir patah Tapi masih Alhamdulillah bisa aku betulkan lagi walau dipakai sudah tidak nyaman.

Dan ternyata tinggal tunggu waktu saja untuk patah. Kemarin saat mau aku pakai tiba-tiba saja patah sendiri. Yaa...Nasib...nasib....beginilah duka derita ibu berkacamata.....Harus hati-hati kalau menaruh kacamata. Dapat cerita dari teman yang sama-sama berkacamata selama setahun dia sudah ganti 5 kacamata karena dipatahkan anaknya

No comments: