Beberapa hari ini di TV ramai diberitakan tentang juara sumo Jepang sedang mengalami tekanan mental alias stres. Bulan Agustus 2007, Asashoryu menerima hukuman skors dari Asosiasi Sumo Jepang dalam bentuk larangan tampil dalam 2 turnamen akibat bermain sepak bola amal di Mongolia ketika sedang cuti sakit. Mungkin tidak siap dengan hukuman itu dia mengalami tekanan mental. Untuk menenangkan diri dia minta ijin mudik ke negara asalnya Mongol. Wah...alamat tidak bisa melihat Asashoryu bertanding sumo tahun ini.
Dulu waktu di Indonesia di TV suka disiarkan pertandingan sumo. Aku pikir apa menariknya sumo siih....?? Ternyata setelah di Jepang kami sekelurga kok jadi penggemar sumo yaaa...Apalagi ito, dulu pas ada tante Unix suka ngajak sumo-sumoan. Sekarang main sumonya sama bapaknya atau om-omnya di Sendai. Ternyata sumo tidak cuma sekedar bergulat tapi ada nilai seni dan ibadahnya buat orang Jepang.
Sumo adalah.....
Sumo (相撲, sumō?) adalah olahraga saling dorong antara dua orang pegulat yang berbadan gemuk sampai salah seorang didorong keluar dari lingkaran atau terjatuh dengan bagian badan selain telapak kaki menyentuh tanah di bagian dalam lingkaran. Pegulat sumo (rikishi) perlu berbadan besar dan gemuk karena semakin tambun seorang pegulat sumo semakin besar pula kemungkinannya untuk menang.
Sumo adalah olahraga yang berasal dari Jepang dan sudah dipertandingkan sejak berabad-abad yang lalu. Di beberapa negara tetangga Jepang seperti Mongolia dan Korea juga terdapat olahraga gulat tradisional yang mirip-mirip dengan sumo.
Sumo memiliki berbagai upacara dan tradisi yang unik seperti menyebarkan garam sepanjang pertandingan untuk mengusir bala.
Asal usul Sumo
Sama halnya seperti berbagai jenis olahraga gulat yang ada di seluruh dunia, sumo sudah dikenal di Jepang sejak zaman prasejarah. Pada literatur klasik Jepang abad ke-8 Masehi, bentuk awal sumo dikenal dengan sebutan Sumai. Sumo dalam bentuk yang dikenal sekarang ini mungkin berbeda dengan "sumo" di zaman dulu. Pegulat sering bertarung sampai mati karena jumlah peraturan yang ada masih sedikit.
Penguasa Jepang di abad ke-16 yang bernama Oda Nobunaga sering menyelenggarakan turnamen sumo. Bentuk ring sumo seperti yang dikenal sekarang ini berasal dari zaman Oda Nobunaga. Dibandingkan dengan mawashi pada zaman sekarang yang dibuat dari kain bagus yang kaku, pegulat sumo di masa Oda Nobunaga masih memakai penutup tubuh bagian bawah dari kain kasar yang longgar. Di zaman Edo, pegulat sumo bertanding dengan mengenakan mawashi bermotif indah dan gagah yang disebut kesho mawashi. Di zaman sekarang kesho mawashi hanya dikenakan pegulat sumo pada saat berparade di atas dohyō di awal pembukaan turnamen.
Sumo sering dikaitkan dengan ritual dalam agama Shinto. Sampai sekarang ini, di beberapa kuil Shinto masih diselenggarakan pertarungan antara pegulat sumo dengan Kami.
Siapakah Asashoryu???
Asashoryu Akinori (朝青龍 明徳, Asashōryū Akinori?) adalah seorang pesumo pertama asal Mongolia yang berhasil menjadi yokozuna. Lahir di Ulaanbaatar, Mongolia, 27 September 1980 dengan nama Долгорсүрэн Дагвадорж (Dolgorsuren Dagvadorj). Bulan Agustus 2007, Asashoryu menerima hukuman skors dari Asosiasi Sumo Jepang dalam bentuk larangan tampil dalam 2 turnamen akibat bermain sepak bola amal di mongolia ketika sedang cuti sakit.
Asashoryu memulai karir sebagai pesumo pada bulan Januari 1999. Prestasinya yang luar biasa segera melampaui prestasi Kyokushuzan dan Kyokutenho, dua pesumo senegara yang lebih dulu berada di divisi atas. Gelar sekitori diraih Asashoryu bulan September 2000. Setelah 2 turnamen berikutnya, Asashoryu sudah menempati divisi makuuchi (Januari 2001). Bulan Mei 2001, Asashoryu yang saat itu bergelar komusubi memenangkan penghargaan sanshō kategori shukun-sho (penampilan yang luar biasa). Pada tahun 2002, Asashoryu memperoleh gelar ozeki setelah mencatat rekor bertanding 11-4, 11-4, dan 12-3. Yokozuna yang merupakan gelar tertinggi dalam olahraga sumo diraihnya pada 30 Januari 2003.
No comments:
Post a Comment