Tuesday, 26 August 2008

Buah Peach (Momo)

Salah satu buah yang pertama kali makan saat di Jepang adalah buah persik/peach/momo. Pernah sih makan di Indonesia, tapi yang kalengan. Buah momo emang rasanya manis, enak dan seger. Pas banget untuk musim panas karena kandungan airnya yang banyak. Teman yang mau pulang ke Indonesia sampai bilang, musim panas ini akan puas-puasin makan buah momo segar karena tidak ada di Indonesia.

Kebayang nanti aku juga pasti akan merindukan segarnya momo kalau sudah pulang ke Indonesia. Puas-puasin dulu aaahh makan buah momo

Jadi ingat wayang kertas Jepang yang dimainkan oleh orang tua murid watu Ito TK. Berjudul Momo Taro. Cerita rakyat ini sangat terkenal sampai ada juga versi Doraemonnya. Nobita yang menjadi Momo Taro (barusan ito pinjam videonya di Mediateque).



Di zaman dulu kala, hiduplah seorang kakek dan nenek yang tidak punya anak. Ketika nenek sedang mencuci di sungai, sebutir buah persik yang besar sekali datang dihanyutkan air dari hulu sungai. Buah persik itu dibawanya pulang ke rumah untuk dimakan bersama kakek. Dipotongnya buah persik itu, tapi dari dalamnya keluar seorang anak laki-laki. Anak itu diberi nama Momotarō, dan dibesarkan kakek dan nenek seperti anak sendiri.

Momotarō tumbuh sebagai anak yang kuat dan mengutarakan niatnya untuk membasmi raksasa. Pada waktu itu memang di desa sering muncul para raksasa yang menyusahkan orang-orang desa. Momotarō berangkat membasmi raksasa dengan membawa bekal kue kibidango.

Di tengah perjalanan menuju pulau raksasa, Momotarō secara berturut-turut bertemu dengan anjing, monyet, dan burung pegar. Setelah menerima kue dari Momotarō, anjing, monyet, dan burung pegar mau menjadi pengikutnya. Di pulau raksasa, Momotarō bertarung melawan raksasa dengan dibantu anjing, monyet, dan burung pegar. Momotarō menang dan pulang membawa harta milik raksasa.

No comments: