Tuesday, 26 August 2008

Dream Life vs Real Life

Mendapatkan kesempatan hidup di luar negeri, apalagi negara maju seperti Jepang adalah suatu hal yang tidak pernah ada dalam anganku. Aku sudah bersyukur dan menikmati kondisi saat itu. Punya pekerjaan tetap, suami yang baik dengan penghasilan cukup, anak yang manis dan keluarga besar yang menyayangi. Dengan latar belakang perjalanan hidup yang cukup berliku sebelumnya , aku sudah merasa menjadi wanita yang paling bahagia di dunia. Walaupun menurut orang lain mungkin apa yang aku miliki tidak ada apa-apanya, tapi aku merasa sudah cukup.

Hidup di Indonesia dengan segala kelebihan dan kekurangannya, aku merasa enjoy. Walaupun sering aku dengar berita bahwa Indonesia sebagai negara terkorup rangking atas, harga-harga selalu naik, bencana silih berganti, pejabat ketahuan korupsi, tentara dan polisi berkelahi, berita kriminal menghiasi tabloid, pornografi dan pornoaksi merajalela, aku merasa yaa....mungkin memang kehidupan suatu negara seperti itu. Mungkin negara lain juga seperti itu.

Sampai kemudian atas kemurahan Allah aku merasakan suatu kehidupan lain di negeri Sakura. Suatu kehidupan yang selama ini hanya ada dalam mimpi. Hanya ada dalam negeri dongeng. Negara yang maju tapi terjaga alam dan kebersihannya, berurusan dengan birokrasi serasa menjadi raja, harga-harga tinggi tapi masih terjangkau, Kehidupan sulit tapi selalu ada lapangan kerja asal mau bergerak, anak - anak mendapatkan haknya untuk sekolah dan bermain, sungai-sungai jernih dengan ikan menari-nari tanpa takut bermain.


Tapi aku sadar ini hanya sepenggal mimpi dalam seluruh episode hidupku. Kehidupan nyataku di sana, Indonesia. Seandainya diberi pilihan apakah aku terlahir di dunia mimpi sebagai orang tanpa agama atau di dunia nyata dengan menggenggam Islam, aku tetap memilih di dunia nyata.

Berbahagialah yang ditakdirkan terlahir di dunia mimpi dengan Islam ditangan.

No comments: