Beberapa bulan terakhir ini adalah saat-saat yang sulit buat kami sekeluarga. Sejak suami melanjutkan studi s3 di Jepang April 2005 dan aku mrenyusul September 2005, kebetulan mendapat kesempatan cuti dari kantor. Mulailah kami rencanakan memberi Ito adik. Kebetulan ito sudah berumur 5 tahun. Kesempatan mendampingi suami sekaligus mengasuh anak full time.
Sebelum menyusul suami, terlebih dulu aku melepas alat kb. Sebelumnya aku pakai kb iud. Sempat ada masalah, karena cuma melepas kb, aku pikir tidak masalah aku lepas ke bidan(bukan karena bidan lho yaa...emang aku gak pas milih bidan aja kali). Ternyata malah waktu diambil, iud-nya patah dan tertinggal sebagian dirahim. Akhirnya harus dioperasi untuk mengambilnya.
Alhamdulillah sebulan setelah aku menyusul suami, hamil lula yang kemudian lahir pada tanggal 12 Juli 2006. Lengkap sudah kebahagiaan kami. Mendapat sepasang anak laki-laki dan perempuan. Aku menikmati mengurus anak-anak, hal yang tidak bisa aku lakukan sepenuhnya di Indonesia dan suami konsentrasi menyelesaikan studinya.
Karena pasang kb iud disini lumayan mahal (50ribu yen-an) dan aku punya pengalaman agak buruk dengan kb iud, akhirnya kami kb sendiri. Alhamdulillah sampai bulan pebruari 2008 berhasil dan malah aku bertekad akan kb sendiri aja seterusnya.
Tapi ternyata Allah berkehendak lain. Kami yang sudah merasa cukup dengan kehadiran ito dan lula, ternyata masih diberi kepercayaan meneriam amanah seorang calon bayi lagi. Sempat shock, kaget, bingung dan tidak tahu harus bagaimana. Bukan karena kami tidak menerima dan mensyukurinya. Dimana kalau ingat saudara-saudara yang lain yang sudah bertahun-tahun bahkan berpuluh-puluh tahun usia perkawinan belum dikaruniai anak.
Tapi karena aku sebenarnya sudah merasa cukup dengan kehadiran ito dan lula.Suami juga sedang tahun terakhir masa studinya. Mana cutiku habis Oktober tahun ini sedangkan studi suami berakhir Maret 2009. Tidak terbayangkan untuk mempunyai anak disaat sekarang. Perlu waktu untuk menata hati agar bisa menerimanya.
Alhamdulillah berkat dukungan keluarga dan teman-teman dekat, aku bisa mulai menata hati dan menjalani kondisi ini. Terima kasih buat teman-teman di Sendai, teman chatting dan teman mp yang tidak bisa aku sebutkan satu persatu yang selama ini sudah dengan sabar mendengar curhatan dan keluh kesahku. Sampai akhirnya aku bisa menghadapi semua ini.
Mohon doanya agar kedepannya, kami diberi kemudahan dan keputusan yang terbaik. Suami lancar riset dan ujiannya, aku bisa menjaga amanah ini dan melahirkan dengan selamat. Sampai saat ini belum tahu apakah melahirkan disini atau di Indonesia. Masih menunggu ijin perpanjangan cutiku dari kantor dan melihat kondisi riset suami. Apakah dengan kehadiran kami mengganggu atau tidak diperjalanan akhir risetnya
No comments:
Post a Comment