Rumah sakit Tohoku Daigaku Byouin
Setelah ito berumur 5 tahun dan suami menyelesaikan masternya, kami sepakat untuk memberi ito seorang adik. Tapi sempat tertunda karena selesai master Alhamdulillah mendapat beasiswa doktoral monbusho ke Jepang.
Alhamdulillah aku mendapatkan ijin cuti diluar tanggungan negara dari instansiku selama 3 tahun. Setelah 6 bulan suamiku pergi lebih dulu ke Jepang, aku dan ito menyusul pada bulan September 2005.
Karena sudah berencana akan memberi ito adik, aku melepas kontrasepsi sebelum berangkat. Kebetulan aku memakai kontrasepsi IUD. Sebelumnya sudah minta info teman-teman di Jepang bagaimana kalau melepas kontrasepsi di Jepang. Ternyata biayanya sangat mahal karena dianggap operasi kecil.
Sebelumnya juga sudah cari info bagaimana melahirkan di Jepang. Berdasar info teman-teman di Sendai, kalau ingin memperolah keringanan biaya melahirkan disarankan hamil setelah 1 tahun tiba di Jepang. Katanya untuk sebagai syarat mendapatkan surat bebas pajak.
Hal tersebut aku sampaikan kepada suami. Tapi aku dan suami mempunyai pertimbangan lain. Bahwa kita tidak tahu kapan akan diberi rejeki anak. Nanti ditunda-tunda malah sama Allah tidak diberi. Juga berdasar pengalaman teman-teman yang berKB IUD rata-rata agak lama untuk bisa hamil lagi.
Akhirnya kami sepakat terserah Allah kapan mau memberi. Alhamdulillah 2 bulan setelah tinggal di Sendai aku dinyatakan positif hamil. Mulailah tiap bulan aku periksa ke Tohoku Daigaku Byoin (TDB). Sebelumnya minta info teman-teman yang sudah pernah melahirkan di TDB.
Taman rumah sakit
Berdasar pengalaman teman-teman muslim lainnya, begitu pertama kali datang kami sampaikan ke perawat minta dokter perempuan kalo bisa. Dan ternyata itu bukan masalah karena kebetulan dokter kandungan perempuan lumayan banyak di TDB.
Selama 3 kali pemeriksaan awal diperiksa dalam, karena dengan USG janin belum kelihatan. Rata-rata sekali periksa membayar 5000yen. Karena hamil tidak dianggap sebagai penyakit maka tidak tercover asuransi. Tapi saat kita periksa darah akan tercover asuransi. 2 kali diperiksa darah yaitu saat kehamilan usia 3 bulan dan 7 bulan. Tapi mungkin tiap daerah lain-lain. Teman di Sapporo untuk biaya periksa tiap bulan bisa mendapatkan keringanan dari kuyakhuso.
Memasuki bulan ke-4 pemeriksaan dengan USG. Menginjak bulan ke-7 kontrol mulai tiap 2 minggu sekali dan selain USG diperiksa detak jantung bayi. Juga mulai diberitahu apa saja yang mesti dibawa seandainya sewaktu-waktu masuk rumah sakit untuk melahirkan.
Kalau suami ingin menunggui saat melahirkan akan diberikan kelas khusus selama 2 kali pertemuan. Selama kelas khusus tersebut suami akan diberi suatu beban diperut yang sama persis dengan berat bayi. Mungkin agar suami lebih bisa empati yaa.. dengan beratnya ibu hamil.
Kita juga mulai diberi tahu tentang biaya melahirkan. Rata-rata biaya melahirkan normal diRS 300ribu yen. Kalau operasi sesar 450ribu yen. Kalau penghasilan kita bebas pajak (golongan tidak mampu) akan disarankan mengurus keringanan di Kuyakhuso/kantor kecamatan. Kalau seandainya tidak dapat keringanan dari kuyakhuso, rumah sakit akan menawarkan keringanan dengan syarat saat melahirkan dibantu oleh perawat yang sedang praktek. Tapi dengan syarat pas melahirkan hari kerja dan pagi/siang hari .
Walaupun saat saya hamil belum satu tahun untuk syarat mendapatkan surat bebas pajak, kita tetap memutuskan untuk coba-coba mengurus keringanan di Kuyakhuso. Bisa dibilang ini iseng-iseng aja. Aku dan suami coba datang ke kuyakhuso, oleh petugas diinterview berapa jumlah penghasilan, penghasilan untuk apa saja, jumlah anak, kondisi orangtua dsb.
Kemudian kami diberi blangko, setelah diisi dibawa ke loket lain untuk mendapatkan surat pembebasan pajak. Disinilah permohonan kami ditolak karena belum memenuhi syarat 1 tahun pajak (januari ke januari). Kami kembali ke loket awal dan oleh petugasnya diberi pengantar untuk ke loket lain. Karena berdasar perhitungan di Jepang penghasilan suami termasuk golongan tidak mampu, untuk mendapatkan keringanan biaya melahirkan diberikan surat keterangan tidak mampu.
Tapi petugas tersebut masih belum memberi kepastian apakah kami akan mendapat keringanan tersebut atau tidak. kami diminta menunggu sampai beberapa minggu untuk mendapatkan pemberitahuan lewat surat. Alhamdulillah beberapa minggu sebelum melahirkan kami mendapat surat mendapatkan keringanan biaya melahirkan.
Tetapi keringanan biaya melahirkan merupakan kebijaksanaan daerah. Karena ada juga teman yang melahirkan didaerah lain tidak dapat keringanan biaya melahirkan. Tapi walaupun begitu kita tetap mendapat asuransi saat melahirkan sebesar 300ribu yen. Kalau ini sepertinya berlaku secara nasional.
Proses kelahiran Lula bisa dilihat disini
No comments:
Post a Comment