Monday, 25 August 2008

Mall Sampah

Membuang sampah di Jepang ada aturannya, memisahkan sampah yang bisa didaur ulang dan tidak, hari-hari membuang sampah ditentukan, sampai ada sampah yang harus membayar kalau kita akan membuangnya.


Sampah-sampah yang harus bayar itu biasanya yang ukurannya besar-besar seperti perlengkapan rumah tangga, alat-alat elektronik, sepeda, mobil dll.

Tidak tahu bagaimana ceritanya, di International house ada tempat pembuangan sampah yang dipakai untuk membuang sampah yang harus bayar kalo membuangnya. Sebetulnya ditempat itu sudah ditulis tidak boleh membuang sampah. Tapi herannya dari pihak kantor membiarkan saja orang membuang sampah disitu.


Orang yg akan membuang disitu milih waktu pagi atau malam saat kira-kira orang kantor sudah pulang atau pas libur. Sebetulnya ada satpam yang patroli pada jam2 tertentu. Biasanya orang yg mau buang sampah nmenghindari jam-jam pak satpam berpatroli.


Saya dan teman-teman Indonesia biasa menyebut tempat sampah itu dengan Gomi mall (gomi=sampah). Dengan adanya gomi mall banyak orang yang diuntungkan. Selama tinggal dikaikan peralatan rumah tangga dari mulai kulkas, mesin cuci dll sudah disediakan. Tiba saatnya kita pindah ke apato harus membeli perlengkapan rumah tangga sendiri.

Kebiasaan teman yang akan pulang ke Indonesia, mewariskan barang-barangnya kepada orang yang baru datang. Tapi kalo tidak ada barang warisan terpaksa kita cari sendiri. Untuk penerima beasiswa beli barang baru tentulah sangat berat.

Alternatif kita bisa membeli barang bekas. Di Int house ada papan pengumuman yang salah satunya digunakan untuk mengiklankan barang-barang bekas. Pelajar dari berbagai negara yang sudah menyelesaikan studiny, biasa menjual barang-barangnya daripada harus mengeluarkan uang untuk membuangnya. Kalau tidak ada pembelinya barulah mereka membuang di gomi mall.

No comments: