Tuesday, 26 August 2008

Alarm Sekolah

Salah satu kejahatan yang banyak menimpa anak sekolah di Jepang khusunya SD adalah penculikan anak. Hal yang juga sering terjadi di Indonesia. Di Jepang mulai SD, anak-anak berangkat dan pulang sekolah sendiri. Bukan suatu masalah karena masuk SD di Jepang, SD-nya ditentukan oleh pemerintah (kuyakhuso/kecamatan). Sebelumlulus TK, kita akan mendapat pemberitahuan dari kuyakusho, anak kita masuk SD dimana. Tentunya dicarikan SD yang terdekat dengan wilayah tempat tinggal kita.
Di Jepang hampir semua sekolah negeri standar, tidak ada yang favorit. Ada juga sekolah swasta dan kalau mau kita juga boleh saja memasukkan anak kita di SD swasta.

Walaupun sudah dicarikan SD yang terdekat rumah kita, tetap saja ada yang jarak sekolah dan rumah lumayan jauh. Dan inilah yang menimbulkan rawan penculikan. Sering kita dengar berita penculikan anak yang kemudian berakhir dengan pembunuhan .


Untuk mengantisipasi hal ini, dari pihak sekolah (tentunya berlaku nasional) diadakan beberapa pencegahan paling tidak meminimalkan penjahat beraksi. Diantaranya :

Anak-anak yang arah rumah ke sekolah searah diperintahkan berangkat dan pulang bareng-bareng. Dari mulai kelas 1 sd kelas 6, kakak kelas menjaga adik kelasnya.
Anak-anak dipesenin untuk tidak mau menerima ajakan pergi orang asing
Orang tua secara berantai mengawasi anak-anak berangkat dan pulang sekolah dari rumah masing-masing
Kalau orang tua terpaksa akan menjemput, harus memakai tanda khusus yang dikasih oleh sekolahan. Semacam perekat yang ditempel dilengan baju.
Anak dilengkapi alat pengaman yang berupa alarm. Alarm ini digantungkan di tas sekolah. Dimana kalau anak ditarik paksa orang asing, alarm ditarik akan menimbulkan bunyi yang khas. Sehingga menarik orang lain untuk menolong.
Pengadaan alarm ini dikoordinir oleh organisasi orangtua di sekolah dengan harga yang disubsidi. Kalau diluar mungkin harganya sampai 1000yen, disekolah cukup 240yen Bentuknya juga lucu-lucu, sehingga menarik anak untuk memilikinya.

No comments: