Tuesday, 26 August 2008

Tidak Rasional Tapi Harus Dihadapi

Berawal dari percakapan dengan 2 orang teman beberapa hari ini. Yang pertama teman yang menceritakan adiknya baru lulus kuliah di Jepang. Berusaha mencari pekerjaan di Indonesia. Saat ditanya apa sudah mendapatkan pekerjaan? kata sang adik " Tahu gak sih, sekarang hidup di Indo sudah tidak rasional, lowongan pekerjaan sempit, kalaupun ada gaji kecil, tapi biaya hidup menggila. Sekali keluar untuk jalan-jalan paling tidak Rp 100ribu melayang. Aku mau berusaha ke Amerika saja cari kerja disana!" (kebetulan salah satu kakaknya tinggal di Amrik)
Kedua, ada teman baru datang dalam rangka job research selama 3 tahun di Jepang. Seperti biasa aku menanyakan bagaimana kabar di Indo sekarang. Dia bilang " Hidup di Indo semakin susah, gaji PNS gak naik-naik, harga kebutuhan pokok hidup menggila. Beras sekilo Rp. 6000 itu yang jelek, kalau mau enak yaa..7500 (ingat 1,5 tahun lalu masih 3000). Biaya sekolah anak makin mahal. Pokoknya susah deehh...makanya selama di sini berusahalah hemat agar ada sisa untuk bekal pulang nanti" Aku mendengarkan manggut -manggut sambil menarik napas panjang.

Ketiga, baca berita di internet " Harga minyak goreng tidak terkendali melewati batas psikologis". Indonesia sebagai produsen sawit terbesar kedua didunia setelah Malay, mengalami kelangkaan minyak goreng (sama dengan kasus minyak tanah). Minyak yang 1,5 tahun lalu sekilo masih 4000 sekarang 9000


Berkelebatan dalam benakku, nanti aku pulang dengan gaji yang masih sama dengan waktu pergi, harus menghadapi kenaikan harga yang ruuuuar biasa. Benar-benar tidak rasional. Membandingkan di negeri mimpi ini, hidup tanpa inflasi sungguh membuat hidup terasa indah. Tidur terasa nyenyak, senyumpun mengembang. Yaa...dinikmati sajalah mimpi ini sebelum back to the jungle in the real life.

No comments: