untuk kokusai matsuri Oktober 2005. Saat itu Ayako membantu tim masak, yang menjual sate ayam plus lontong.
Selesai menyiapkan masakan, Aku bersama grup angklung latihan untuk mengisi acara di ohiramura matsuri. Ayako tertarik pingin melihat kita latihan angklung. Mulai saat itu Ayako tertarik dan ingin gabung grup angklung. Mulailah Ayako ikut latihan. Disela-sela latihan, seperti biasa kita ngobrol dan bercanda-canda. Karena Ayako bersuamikan orang Indonesia, bahasa Indonesia tidak masalah baginya.
Berjalannya waktu persahabatanku dengan Ayako semakin dekat. Dia orangnya baik, ramah dan rame. Sehati sama aku kali yeee.... Sebenarnya rumah Ayako di Sendai tapi sudah agak keluar kota. Biasanya dia bawa mobil sendiri untuk latihan angklung, main badminton bareng atau ikut pertemuan PPIS. Perjalanan 30 menit dari rumahnya.
Bersama grup angklung kita pernah main kerumah Ayako. Dia tinggal dengan ayah ibunya, sedangkan kakak satu2nya bekerja dan tinggal di Tokyo. Seharian kita dirumah Ayako yang luas, anak-anak puas main disana.
Kebetulan Ayako sarjana lulusan linguistik. Setelah aku melahirkan lula, susah untuk les bahasa Jepang. Ayako dengan sukarela datang kerumah mengajariku bahasa Jepang seminggu sekali.
Sayang Ayako harus pindah ke Yamanashi, ikut suaminya yang pindah tugas disana. Mulai Oktober 2006, aku kehilangan seorang sahabat. Liburan golden week kemarin Ayako menengok ayah ibunya di Sendai. Kita janjian ketemu dirumah mbak Dewi. Asyik makan mie aceh dan rujak buah.
Karena saatnya Ito pulang sekolah, ngobrolnya pindah kerumahku. Sampai jam 6 sore tidak terasa. Saatnya Ayako pamit pulang, karena malam mulai menjelang. Sampai ketemu lagi Ayako....
No comments:
Post a Comment