Tuesday, 26 August 2008

Kala Tetangga Menggedor Lantai

Salah satu hal baru yang aku alami di Jepang adalah tinggal di apato. Apato adalah sebutan untuk apartemen sederhana. Kalo yang Apartemen beneran biasanya disebut mansion. Apatoku bangunan dari kayu dua lantai dan terdiri dari 4 blok bangunan.
Tetangga bawahku suami istri orang Jepang kira-kira berumur 50 tahun tanpa anak. Tetangga sebelah pasangan muda dengan satu anak bayi, dari China. Satunya lagi dari Kenya bujang lokal keluarganya akan menyusul bulan Agustus nanti.

Satu tahun lebih menempati apato sejak pindah dari dormitory, belum pernah sekalipun bertatap muka dengan tetangga bawahku. Dengan tetangga sebelah pernah beberapa ketemu dan saling menyapa.

Deg-degan juga saat tahu tetangga bawahku orang Jepang, apalagi tidak punya anak. Ito dan Lula yang masih aktif-aktifnya tentu susah untuk disuruh tenang. Karena dengan kamar tetangga bawah hanya dipisahkan oleh lantai kayu. Tapak kaki orang berjalan dilantai atas saja kedengaran sampai bawah.              

Sebelum kami, yang menempati kamarku orang Rusia. Dengan badan tinggi besar dan satu anak laki-laki seumuran ito, tapak kaki mereka sering mendapat gedoran dari bawah. Mereka sudah bercerita sebelumnya kepada kami, kemungkinan akan mendapat gedoran serupa.

Untungnya tetangga bawahku, suami istri bekerja semua. Sehari-hari kecuali libur rumah mereka kosong. Ito dan Lula leluasa berlarian. Kalau tapak kakiku dan bapaknya sepertinya tidak terlalu berat.

Celakanya saat libur mereka berada dirumah, ito juga libur sekolah. Kadang mainan berlari-lari sama Lula. Tidak jarang terdengar duk..duk...suara gedoran lantai pertanda tetangga bawah merasa terganggu.

Seperti malam kemarin, Lula demam dan rewel. Semalaman rewel tidak bisa tidur. Merasa terganggu tangis Lula, mereka menggedor lantai. Yaa.begitulah kalau orang tidak punya anak...tidak merasakan kalo anak sedang sakit. Suami sampai bilang kalau mereka berani ngetok pintu akan dihadapin..aduuh..aduuh...segitunya.

Alhamdulillah selama ini hanya sebatas menggedor lantai. Belum sampai mereka memanggil polisi. Karena ada pengalaman teman yang tetangganya orang Jepang, terganggu suara anaknya langsung memanggil polisi. Tanpa menegur lebih dahulu. Begitulah seni hidup di apato dengan tetangga orang Jepang.

Kalau tetangga yang lain karena sesama orang asing, merasa senasib malah cenderung saling menjaga.Tapi tetangga Depanku orang jepang juga ramah sekali. Tiap kali ketemu menyapa, kadang malah ngajak ngobrol. Karena tidak merasa terganggu kali yaa...

No comments: