Seperti biasa, Yutaka kun teman SD-nya ito sekaligus tetangga, main ke rumah setelah berenang di sekolahan. Biasanya pada baca buku, berantem-beranteman atau main game. Kalo sudah bosan gantian ito yang kerumahnya Yutaka atau main ditaman dekat rumah. Tiba waktunya Lula bobo sore, aku minta mereka main ke taman atau gantian ke rumah Yutaka.
Akhirnya mereka keluar, aku tidak sempat bertanya kemana karena sibuk nidurkan Lula. Setelah Lula tidur aku ke dapur buat kue sus. Sedang asik-asiknya ngisi vla kedalam kue sus, tiba-tiba ito datang. Seperti biasa ito ngomong dengan bahasa Jepang, aku menjawab dengan bahasa Indonesia.
Aku hanya menangkap 25% omongan ito. Yang aku tangkap dia manggil aku ke taman. Aku tanya" buat apa? ibu lagi sibuk!" sambil terus melanjutkan bikin kue sus. Ito melanjutkan omongannya sampai beberapa saat. Karena tidak bisa menangkap semua omongannya, aku coba menebak-nebak. Aku tanya "apa berantem?" Ito bilang "janai, itakatan da mon(bukan, sakit lagi!)" "Sakit?kenapa?" tanyaku. Bla..bla..bla...ito menjelaskan dan aku tidak mudeng blas alias tidak mengerti.
Aku malah balik nanya " bukan karena mas ito kan? biarin aja" ito bilang " demo kawaiso da ne(tapi..kasihankan)" "lho kenapa?" aku jadi penasaran. "Sekarang Yutaka dimana?" tanyaku "koen/taman " jawab ito. Aku langsung kaget!! ada apa nih!! ternyata ito minta aku manggilkan ibunya yutaka karena yutaka jatuh waktu main ayunan ditaman.
Aduuhh... kok ya baru ngeh setelah 10 menit berlalu. Akhirnya bergegas aku ke taman sambil menyambar Lula yg baru bangun tidur. Ditaman Yutaka berguling-guling ditanah sambil bilang "itai..itai...(sakit...sakit)" sambil megangin kepalanya. Aku lihat tidak ada yang lecet. Aku tawarkan anterin pulang gak mau, dia minta dipanggilkan ibunya.
Akhirnya aku kerumah Yutaka memanggil ibunya. Untung tidak ada luka serius, tapi cukup membuat khawatir. Duuhh...begini deh kalo komunikasi beda bahasa
No comments:
Post a Comment