Karena hubungan suami Christine dengan sensei sudah memburuk, dia ingin mengakhiri studinya. Batas akhir studinya adalah Oktober 2009. Mungkin dia juga mulai pusing dengan masalah yang dia buat sendiri. Tapi senseinya masih berusaha mempertahankan sampai selesai. Karena sebagai penerima monbusho kalau sampai putus ditengah jalan akan mengurangi kondiute sensei.
Sensei memberi usul agar Christine pulang dan kembali ke Jepang dengan membawa anak-anaknya. Sensei berharap dengan bersatu keluarga mereka akan menghilangkan sifat playboy suami Christine. Tapi Christine sudah trauma dengan kelakuan suaminya. Dia tidak mau bertaruh dengan membawa anak-anaknya. Bagaimana kalau ada anak-anaknya, tanpa uang, makanan, listrik, air dan gas? Kehidupan di Zimbabwe memang sulit tapi setidaknya dia bisa lebih tenang dinegerinya sendiri.
Apalagi Christine melihat teman-teman suaminya sesama dari Afrika yang sekolah di Sendai ada beberapa juga yang melakukan hal yang sama dengan suaminya. Ada temennya dari Kongo (kebetulan istrinya temanku les bahasa Jepang) yang bawa keluarga tetap saja selingkuh. Malah ada orang dari Zambia yang istrinya menyusul kemudian hamil masih selingkuh. Sampai kemudian ibu si perempuan mengirim uang untuk beli tiket pulang ke Zambia. Saat istrinya pulang ke Zambia kelakuan suaminya malah semakin bebas main perempuan. Berkaca dari pengalaman teman-temannya, Christine tidak mau ambil resiko dengan membawa anak-anaknya ke Jepang.
Hari ini adalah hari yang dinanti-nanti Christine. Setelah bekerja keras mengumpulkan uang dia bisa membeli tiket dan masih ada sisa untuk biaya sementara hidup di Zimbabwe. Suasana politik di Zimbabwe sedang tidak kondusif. Ada tawaran mengajar di Universitas Pretoria Afrika Selatan. Christine sedang mempertimbangkan tawaran itu.
Dia sudah tidak peduli dengan suaminya, terserah saja sekembalinya dia ke Zimbabwe suaminya mau tinggal bersama dengan siapa. Bahkan setelah selesai sekolahsuaminya mau kembali ke dia dan anak-anak atau tidak. Dia akan berkonsentrasi membesarkan anak-anaknya.
Tadi malam adalah malam terakhir Christine di Sendai. Dengan doa aku lepas Christine. Semoga perjalanannya lancar dan selamat bertemu anak-anak dan keluarganya. Tidak lupa aku berpesan kalau sudah sampai kirim kabar
No comments:
Post a Comment