Mulai bulan ini bagi penerima beasiswa Monbusho harus mulai menerima kenyataan bahwa beasiswa berkurang. Cerita dari senior2 dulu sempat merasakan beasiswa 185ribu yen. Uniknya beasiswa dari tahun ketahun semakin turun. Suami datang ke Jepang April 2005 sempat merasakan menerima beasiswa 172ribu yen. Perlahan-lahan menurun hingga bulan ini menjadi 170ribu yen. Dengar kabar sih mulai Oktober tahun ini menjadi160ribu yen . Isunya target turun sampai 145ribu yen (moga aja enggak yaa..)
Ngobrol ama Ayami san teman main angklung sekaligus senseiku belajar nihongo katanya sekarang pemerintah Jepang sedang mengalami sedikit masalah ekonomi. Jumlah penduduk antara orangtua, usia bekerja dan anak-anak yang tidak seimbang sebagai salah satu penyebabnya.
Usia hidup manula yang panjang di Jepang menjadikan beban keuangan tersedot untuk membiayai manula. Sedangkan pasangan menikah semakin enggan punya anak karena biaya hidup dan pendidikan yang mahal. Menata kembali keuangannya, pemerintah mengurangi pos-pos tunjangan sosial. Subsidi buat penderita cacat, orangtua dan penerima beasiswa dikurangi.
Untuk menggenjot angka kelahiran insentif biaya melahirkan ditambah (khusus untuk penduduk berpenghasilan tidak kena pajak). Tunjangan kesehatan dan pendidikan sampai usia tertentu dinaikkan .
Kembali ke cerita beasiswa menurun, sebagai penerima beasiswa monbusho mulai sekarang aku sekeluarga harus mulai menghitung lagi nih. Mana aja pos-pos yg bisa dihemat. Biar tidak besar pasak daripada tiang
No comments:
Post a Comment