Monday, 25 August 2008

Loper Koran di Jepang

Tugas belajar di Jepang dengan beasiswa monbusho, sebenarnya sudah cukup untuk hidup layak. Terutama untuk tinggal di kota sedang seperti Sendai yang biaya hidupnya masih terjangkau. Mungkin lain ceritanya kalo tinggal di Tokyo atau kota yang lebih besar lainnya. Dengan catatan kita pandai berhemat misalnya : belanja kebutuhan sembako pas supermarket sale, beli baju & barang-barang dibazar atau nunggu toko sale . Kalau tidak, heemm... kayaknya bakalan tekor tiap bulannya apalagi beasiswa tiap tahun nominalnya cenderung turun.
Salah satu kiat untuk bisa bertahan hidup atau punya tabungan, banyak kesempatan kerja part time ( bahasa jepangnya arubaito). Misalnya : bekerja di restoran, supermarket, memberi kursus bahasa inggris (kalo oke inggrisnya), kursus bahasa indonesia (kalo dah oke bahasa Jepangnya), jadi asisten dilab atau bahkan jadi tukang loper koran!!

Yaa...jadi loper koran menjadi pilihan suamiku untuk kerja part time. Kenapa memilih loper koran?? karena jam kerjanya pagi hari sebelum berangkat ke lab, kerjanya sambil olahraga (naik turun tangga apartemen), terus melihat teman-teman yang loper koran juga sepertinya tambah sehat. Kalau beliau sendiri sih alasan ini.

Sudah hampir setahun suamiku memulai profesi sebagai loper koran. Banyak suka duka yang dibagi ke aku. Sukanya ; saat menerima gaji, saat membagi korannya tidak salah dan saat dapat libur ngoran (sebulan 4 hari libur).

Dukanya ; saat bangun kesiangan maklum kadang pulang lab sudah tengah malam, sedangkan jam 3 harus sudah bangun untuk mulai ngoran, saat salah masukkin koran ke bukan pelanggan (kadang mbagi koran sambil ngantuk dan kamar apartemennya mirip2 nomornya), saat turun salju tebal kadang harus memarkir motornya dan jalan kaki karena akan selip dan tergelincir, saat hujan, saat kena tilang polisi karena lupa bawa sim atau nerobos lampu merah karena sepi, ban motor bocor atau kehabisan bensin dijalan. lhoo...kok banyak dukanya yaa...

Tapi kenapa walau dirasa banyak dukanya kok suamiku masih semangat ngoran?? katanya sih dengan jadi loper koran hidupnya lebih teratur, bangun tidur teratur...coba kalo enggak pasti males banget bangun pagi apalagi musim dingin..alamat sholat subuhnya juga lewat, Badan jadi sehat olahraga terus booo....dan tiap tanggal 10 menerima gaji


Ohya yang menarik ...biasanya loper koran disini pake sepeda atau sepeda motor. Jangan dibayangkan sepeda motornya model baru kayak di Indonesia. Walau Jepang pengekspor sepeda motor Yamaha, Honda dll terbesar di Indonesia kita tidak akan pernah melihat sepeda motor seperti itu disini. Yang ada sepeda motor bebek ala tahun 60-70an tapi mesin sama bodinya masih mantabs dan bandel .

No comments: