Tuesday, 26 August 2008

Duka Derita Christine (end)

Karena hubungan suami Christine dengan sensei sudah memburuk, dia ingin mengakhiri studinya. Batas akhir studinya adalah Oktober 2009. Mungkin dia juga mulai pusing dengan masalah yang dia buat sendiri. Tapi senseinya masih berusaha mempertahankan sampai selesai. Karena sebagai penerima monbusho kalau sampai putus ditengah jalan akan mengurangi kondiute sensei.

Sensei memberi usul agar Christine pulang dan kembali ke Jepang dengan membawa anak-anaknya. Sensei berharap dengan bersatu keluarga mereka akan menghilangkan sifat playboy suami Christine. Tapi Christine sudah trauma dengan kelakuan suaminya. Dia tidak mau bertaruh dengan membawa anak-anaknya. Bagaimana kalau ada anak-anaknya, tanpa uang, makanan, listrik, air dan gas? Kehidupan di Zimbabwe memang sulit tapi setidaknya dia bisa lebih tenang dinegerinya sendiri.

Apalagi Christine melihat teman-teman suaminya sesama dari Afrika yang sekolah di Sendai ada beberapa juga yang melakukan hal yang sama dengan suaminya. Ada temennya dari Kongo (kebetulan istrinya temanku les bahasa Jepang) yang bawa keluarga tetap saja selingkuh. Malah ada orang dari Zambia yang istrinya menyusul kemudian hamil masih selingkuh. Sampai kemudian ibu si perempuan mengirim uang untuk beli tiket pulang ke Zambia. Saat istrinya pulang ke Zambia kelakuan suaminya malah semakin bebas main perempuan. Berkaca dari pengalaman teman-temannya, Christine tidak mau ambil resiko dengan membawa anak-anaknya ke Jepang.

Hari ini adalah hari yang dinanti-nanti Christine. Setelah bekerja keras mengumpulkan uang dia bisa membeli tiket dan masih ada sisa untuk biaya sementara hidup di Zimbabwe. Suasana politik di Zimbabwe sedang tidak kondusif. Ada tawaran mengajar di Universitas Pretoria Afrika Selatan. Christine sedang mempertimbangkan tawaran itu.

Dia sudah tidak peduli dengan suaminya, terserah saja sekembalinya dia ke Zimbabwe suaminya mau tinggal bersama dengan siapa. Bahkan setelah selesai sekolahsuaminya mau kembali ke dia dan anak-anak atau tidak. Dia akan berkonsentrasi membesarkan anak-anaknya.

Tadi malam adalah malam terakhir Christine di Sendai. Dengan doa aku lepas Christine. Semoga perjalanannya lancar dan selamat bertemu anak-anak dan keluarganya. Tidak lupa aku berpesan kalau sudah sampai kirim kabar

Duka Derita Christine (4)

Ternyata tidak hanya sekali dua kali suami Christine selingkuh. Sering Christine mengangkat hp suaminya saat hp berdering dan suaminya sedang dikamar mandi. Ternyata yang menelepon cewek, itu terjadi beberapa kali. Tentu saja suaminya marah, kenapa Christine mengangkat hpnya. Tapi Christine tidak peduli. Dia ingin tahu bagaimana kelakuan suaminya selama ini.

Tentu saja cewek-cewek itu kaget saat yang menerima telpon Christine. Selama ini mereka tahunya suami Christine masih bujangi. Itu juga yang terjadi dengan selingkuhan bulenya kenapa sampai hamil. Suami Christine tidak pernah bilang kalau sudah berkeluarga. Hal itu aku tahu dari pertengkaran mereka dikamar Christine. Saat Christine belum datang. Karena kerasnya pertengkaran mereka, aku dan suamiku bisa tahu apa yang mereka pertengkarkan.

Pernah suatu ketika Christine memergokinya langsung perselingkuhan suaminya. Saat itu Christine pulang mengajar bahasa Inggris di Sendai Language School. Pulangnya jalan kaki kearah Ichibanchou. Tidak sengaja melihat suaminya bersama seorang wanita didalam sebuah mobil. Dia coba ikuti mobil yang sedang mencari tempat parkir itu. Keluar dari mobil, suaminya belum sadar diikuti. Ternyata wanita yang bersama suaminya sudah tua. Bisa dibilang nenek-nenek. Bisa dilihat dari penampilan fisiknya. Mereka menuju sebuah apartemen lantai dua didaerah kokubuncho (daerah lokalisasi di Sendai). Setelah perempuan itu masuk apartemen Christine langsung menghadang suaminya yang akan masuk juga.

Betapa kaget suaminya! melihat Christine tiba-tiba ada ditempat tersebut. Perempuan Jepang yang sudah masuk apartemen memanggil - manggil suaminya dengan panggilan "darling darling"! Karena tidak ada jawaban perempuan itu keluar. Alangkah kagetnya ada Christine disitu. Perempuan itu bertanya, siapa anda? Dijawab Christine dia istri dari laki-laki itu. Tambah kaget perempuan itu. Dijelaskan juga mereka sudah mempunyai 2 orang anak. Terlihat perempuan itu gemetar, mulutnya ternganga tidak menyangka bahwa laki-laki yang bersamanya sudah punya anak istri. Tidak tahu karena malu atau shock, perempuan itu berlari sekencang-kencangnya menjauhi Christine dan suaminya.

Christine segera berlalu dan tidak mempedulikan suaminya. Sepertinya sudah beku hati Christine. Tidak ada lagi rasa marah. Dia malah geli ingat apa yang terjadi. Selama ini Christine masih mengira kalau suaminya pulang pagi atau tidak pulang sibuk dilab. Tapi setelah kejadian itu Christine berkesimpulan ternyata suaminya sibuk di kokubuncho.

Christine juga mendengar dari sensei suaminya, bahwa perempuan bule selingkuhan suaminya mendatangi kantor senseinya. Perempuan itu mengadu suami Christine lama tidak memberi uang kepadanya. Senseinya bilang bahwa dia tahunya istrinya Christine bukan perempuan itu. Kalau mau minta uang datangi saja laki-laki itu. Kenapa datang padanya? Sensei juga bilang tidak mau peduli atas apa yang terjadi dan tidak mau terlibat.

Karena tidak mendapat respon yang menyenangkan perempuan itu keluar ruangan sambil membanting pintu. Setelah kejadian itu sensei suami Christine cerita bahwa dia sudah pusing dengan tingkah laku suaminya. Christine tidak bisa komentar apa-apa. Karena dia juga sudah tidak peduli dengan suaminya. Yang ada dibenak Christine adalah bekerja sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan uang untuk ongkos pulang. Ternyata Christine tidak hanya mengajar di Shokai University. Dia juga mengajar di Sendai Language School dan beberapa kelas privat. Suaminya hanya tahu Christine mengajar di Shokai, yang lainnya tidak tahu.

Duka Derita Christine (3)

Setelah sensei suami Christine tahu apa yang terjadi, timbul simpatinya kepada Christine. Diajaknya Christine bertemu untuk menceritakan hal yang sebenarnya. Akhirnya keluarlah semua cerita tentang suaminya. Bagaimana selama ini suaminya memperlakukan anak-anak dan dirinya. Terutama bahwa suaminya tidak pernah mengirimkan uang ke Zimbabwe. Bahkan ternyata selama Christine di Jepang suaminya jarang memberi uang untuk membeli makanan. Kalaupun memberi sangatlah minim.

Terus aku tanya bagaimana dia membeli makan? Christine bilang, sensei suaminya yang memberi uang untuk makan. Sensei suaminya juga berpesan agar kalau ada masalah menghubunginya. Sejak tahu hal itu, kalau aku membuat masakan yang kira-kira Christine bisa menyantapnya, aku kirim masakanku.

Pantas saja selama 5 bulan berat badan Christine turun drastis, 14kg!!! Waktu datang aku julukin dia big mama, sekarang jadi langsing banget. Tapi bukan itu yang menjadi perhatianku. Sinar mata Christine yang kian meredup membuatku khawatir. Aku hanya berharap Christine bertahan sampai waktunya datang untuk pulang ke Zimbabwe.

Ya sejak mengetahui tingkah suaminya Christine sudah tidak tahan untuk lama-lama di Jepang. Ditambah kerinduan pada anak-anaknya membuat ingin secepatnya pulang. Awalnya dia masih berharap suaminya mau berubah dan meninggalkan wanita itu. Christine bilang masih cinta pada suaminya. Tapi melihat perkembangan tingkah suaminya yang tidak membaik dan bagaimana wanita itu sering datang kerumah dan suaminya tidak membela malah memarahi bahkan memukulnya, akhirnya Christine menyerah.

Tapi untuk bisa pulang tidaklah mudah. Untuk datang kesini saja Christine harus berutang dari bank. sedangkan tiket pesawat Jepang-Zimbabwe tidaklah murah. Akhirnya Christine mempunyai ide untuk mencari pekerjaan. Sesuai dengan pekerjaannya dulu di Zimbabwe sebagai guru bahasa Inggris, berkat ketekunannya mencari info diinternet Christine berhasil mendapatkan pekerjaan sebagai pengajar bahasa Inggris di Shokai University. Sebuah universitas diluar kota Sendai. Christine berusaha menabung untuk biaya pulang, syukur-syukur ada sisa untuk biaya hidupnya nanti di Zimbabwe.

Suaminya semakin jarang pulang, tapi Christine tidak peduli. Kadang masih suka pulang, karena masih suka aku dengar pertengkaran dari kamar mereka. Pernah beberapa kali petugas air, gas dan listrik datang memberitahukan akan memutus alirannya. Karena beberapa bulan tidak dibayar. Christine bertanya kenapa tidk dibayar? suaminya bilang tidak ada uang. Yaa..mungkin uangnya diminta oleh selingkuhannya. Mana sekarang anaknya sudah semakin besar. Yaa..anak hasil selingkuhan suaminya telah lahir sebulan setelah Christine datang.

Apalagi setelah suaminya tahu Christine kerja, dia minta Christine yang membayar tagihan air, listrik dan gas. Tentu saja Christine tidak mau. Setelah beberapa kali akan diputus, akhirrnya listrik dan air benar-benar diputus bulan ini. Waktu pulang dari mengajar Christine akan mencuci piring. ternyata airnya tidak mengalir. Akhirnya dia datang kerumahku meminta air, sekalian numpang mandi. Begitu juga dengan listriknya, untuk beberapa hari Christine harus bertahan dengan sinar lilin pemberianku.

Sebetulnya aku ingin mengajak Christine tidur dirumahku. Cuma ito dan Lula kayaknya masih agak sungkan kalau ada Christine dirumah. Lula yang biasanya cerewet jadi diem aja. Mungkin karena kulit hitam Christine yang membuat Lula agak takut. Sedangkan Christine sangat ingin bisa dekat dengan anak-anak. Untuk mengobati kerinduan akan anak-anaknya. Sampai-sampai dia ingin dipanggil mama Christine.

Bersambung.

Duka Derita Christine (2)

Itulah yang diceritakan kepadaku setelah beberapa hari aku ketemu dengannya. Tentu aku juga sangat terkejut mendengarnya. Kebetulan suaminya tetangga lab dengan suamiku. Mereka sering ketemu dan ngobrol tentang riset. Saat aku ceritakan hal ini pada suamiku, ternyata suamiku sudah menduganya. Suamikupun tahu dengan selingkuhan suaminya. Dia orang Australia guru bahasa inggris di departemen material, departemen suamiku dan suami Christine.

Yang Christine tidak habis pikir, kok selingkuhannya itu sudah setengah baya. Sudah berumur 50-an. Sedangkan Christine dan suaminya masih berumur 30-an. Suamiku pikir karena mereka saling membutuhkan. Suami Christine kesepian dan si bule juga begitu. Karena diumurnya yang ke-50 belum menikah.

Aku hanya bisa memeluk saaat Christine bercerita sambil berurai airmata. Akhirnya keluar cerita lainnya. Ternyata selama ini suaminya tidak pernah mengirim uang buat dia dan anak-anak. Kalau ditanya selalu bilang uangnya habis. Untunglah Christine di Zimbabwe bekerja sebagai guru bahasa Inggris. Tapi kehidupan di Zimbabwe sangatlah sulit. Pernah anak keduanya sakit serius dan perlu operasi. Dan suaminya sama sekali tidak peduli.

Terpaksa Christine mencari hutangan. Begitulah selama ini sejak ke Jepang belum pernah sepeser uang atau selembar baju dikirimkan untuk anak-anaknya. Telpon juga semakin jarang. Sampai akhirnya Christine bertekad menyusul suaminya. Ingin mengetahui keadaan sebenarnya. Sebenarnya dia ingin mengajak anak-anaknya. Tapi harga tiketnya sangatlah mahal. Untuk beli tiket aja dia pinjam ke bank. Perjalanannya juga sangat panjang. 20 jam dan transit beberapa kali.

Anak-anak dia titipkan kepada ibunya. Christine menyusul sendirian. Tapi mungkin itu yang terbaik, karena ternyata sungguh pahit apa yang akan dia alami setelahnya. Sejak itu pertengkaran-pertengkaran sering aku dengar dari kamarnya. Untuk mengalihkan penderitaan dan kesepiannya, sering aku ajak dia ke acara-acara dengan orang Jepang. Selain itu dia mengambil kursus bahasa Jepang.

Ternyata suaminya sangat kasar dan ringan tangan. Saat itu musim dingin mulai datang. Sering kalau ada pertengkaran Christine dipukul dan diusir dari rumah. Tidak peduli sedang tengah malam atau pagi buta. Christine yang tidak tahu harus kemana, sungkan mengetuk pintu rumahku. Tanpa sepatu dan hanya berbaju tidur, dengan berlinang air mata, dia berjalan.

Terseok-seok langkahnya, terduduk dia didepan sunmari. Supermarket dekat rumah. Salju rintik-rintik turun. Dingin menggigit. Tiba-tiba datang polisi mendekat. Menanyakan identitas dan apa yang terjadi. Akhirnya diantarkannya Christine pulang. Aku berpesan, kalau suami mengusirnya untuk mengetuk pintu rumahku. Tapi sepertinya dia tidak mau melibatkan aku dan suamiku. Cukup aku menjadi pendengar cerita, katanya.

Itu tidak terjadi sekali dua kali tapi berkali-kali. Sampai akhirnya dipuncak kesedihan karena didorong dan diusir dari rumah, dia menelepon teman Jepangnya. Teman yang dia kenal disuatu acara internasional. Akhirnya dia dijemput temannya untuk menginap dirumahnya. Kebetulan bapak temannya kenal dengan sensei suaminya.

Akhirnya bapak temannya cerita apa yang terjadi kepada sensei suaminya. Marah sekali sensei suaminya saat tahu apa yang terjadi. Suami Christine dipanggil dan dimarahi. Kenapa kalau cuma mau disiksa, istrinya dibawa ke Jepang? Tapi bukannya sadar, suami Christine tambah murka pada Christine kenapa senseinya sampai tahu apa yang terjadi.

Bersambung

Duka Derita Christine (1)

Sejak tetangga Filipina-ku selesai kuliahnya dan meneruskan post doc di Jerman, aku kehilangan tetangga. Sebetulnya ada 4 keluarga yang tinggal seapato denganku. Cuma 2 lainnya orang Jepang dan China. Mereka sepertinya sibuk jarang komunikasi. Mungkin kalau sama orang Filipina lebih gampang komunikasinya. Bisa pakai bahasa inggris. Walau bahasa inggrisku juga masih belepotan yang penting nyambung.

Makanya waktu penghuni apato setelahnya yang orang Zimbabwe mau mengajak istri dan anaknya, aku senang sekali. Bulan September tahun lalu keluarganya datang menyusul. Sebagai tetangga baru, aku mencoba mengajak berkenalan. Aku bawakan buah-buahan dan coklat untuk anak-anaknya. Aku hanya ketemu dengan istrinya. Christine namanya. Ternyata Christine datang sendiri. Anak-anaknya ditinggal di Zimbabwe.

Kebetulan saat itu Ito ulang tahun, kami undang dia makan kue ultah bersama. Lumayan banyak yang kami obrolkan. Tentang anak-anak, negara, perjalanannya dari Zimbabwe ke Jepang dan tentu saja tentang dirinya.

2 hari setelah tiba di Sendai Christine dan suaminya mengurus surat di imigrasi. Sepulangnya dari kantor imigrasi mereka duduk-duduk didepan stasiun Senda. Tiba-tiba datang seorang bule sedang hamil setengah baya. Perempuan itu berbicara dalam bahasa Jepang dengan suaminya. Makin lama intonasinya makin tinggi. Christine yang saat itu belum ngerti bahasa Jepang hanya bengong. Wanita itu kemudian bertanya dalam bahasa inggris kepada Christine, apa dia Christine. Christine bilang, iya.

Kemudian perempuan itu membentak-bentak Christine. Ternyata perempuan itu adalah selingkuhan suaminya. Dan dia mengandung anak suaminya. Christine begitu shock dan seperti tidak percaya. Baru beberapa hari datang sudah harus menghadapai kenyataan pahit.

Bersambung.

2 Tahun Inara Lula Zaida

Sabtu, 12 Juli 2008 ulang tahun Lula yang kedua. Tidak ada pesta ulang tahun, hanya syukuran sekeluarga. Sebagai tanda syukur kami sebagai orangtua, dikarunia putri yang cantik, sehat, lucu dan pintar.
Anak adalah buah hati, dambaan orang tua serta sebagai penyejuk hati. Anak tidak lahir begitu saja, anak terlahir dari buah cinta sepasang hamba Allah. Anak merupakan amanat yang wajib untuk dijaga, diasuh dan dirawat dengan baik oleh orangtua. Setiap amanat akan dimintai pertanggungjawaban baik di dunia ataupun di akherat. Sungguh suatu hal yang tidak ringan.

Di ulang tahun Lula yang kedua kami panjatkan doa :

“Ya Allah, hamba akan selalu berusaha mendidik dan mengarahkan anak-anak hamba kepada kebaikan, namun Engkaulah Dzat yang maha menguasai hati manusia. Naungilah hati anak hamba dengan kejernihan kasih-Mu, hiasilah hati anak hamba dengan kelembutan cinta-Mu. Patrikanlah dalam qalbu anak hamba semangat untuk selalu menaati agama-Mu. Jadikanlah anak-anak kami menjadi anak yang sholeh dan sholihah. Berikanlah kekuatan dan kesabaran kepada kami untuk mendidik mereka. Hanya kepada-Mu-lah kami berserah diri"

Digoyang Gempa

Hari Jumat tanggal 5 Juni waktu les bahasa, sensei mengingatkan akan adanya kemungkinan gempa didaerah Miyagi bulan Juni tahun ini. Mengingat ada siklus 30 tahunan gempa didaerah Miyagi.
Tgl 12 Juni, ada peringatan 30 tahun gempa besar didaerah Miyagi. Gempa tersebut terjadi pada tahun 1978. Di TV lokal ada acara khusus memperingati gempa sekaligus memberi peringatan kepada penduduk agar bersiap-siap seandainya gempa itu terjadi lagi. Gempa tersebut diramalkan terjadi dalam waktu dekat ini, diperhitungkan pusat gempanya sama dengan gempa yang 30 tahun lalu. Ada 3 spot dilaut yang patah pada waktu bersamaan 30 taun yang lalu itu.Jadi gempa 30 tahun yg lalu itu benar-benar dahsyat.

Tahun 2005 ada gempa lumayan hebat di Miyagi. Saat itu 1 dari 3 spot rawan tsb patah. Jadi perkiraan gempa yang bakal terjadi ini, bakal di sebabkan oleh sisa 2 spot rawan yang belum patah. Dan tidak ada yang tau kapan patahnya. Semoga saja tidak bersamaan patahnya, jadi gempanya tidak besar.

Sabtu 14 Juni 2008 jam 8.43 JST, saat kami sekeluarga sedang bersantai-santai menikmati hari libur, dikejutkan goyangan yang semakin lama semakin besar. Sebetulnya sudah biasa kita mengalami gempa, tapi tidak sebesar kali ini. Vas bunga diatas lemari terjatuh dan pecah. Apalagi kita dilantai dua, lebih terasa goyangannya. Walaupun sudah sering diberi peringatan apa saja yang harus dilakukan saat gempa, tetap saja kita panik saat itu. Mau sembunyi dikolong meja, tidak punya meja .

Setelah agak reda, kita buka pintu dan melihat keadaan sekeliling. Ternyata aman-aman saja. Kita nyalakan TV, ternyata dari berita diketahui bahwa gempa tadi 7.2 SR . Pantas saja keras banget goyangannya. Tapi hebat rumah Jepang, gempa segitu rumah tidak ambruk. Memang rumah di Jepang didesain tahan gempa sampai 7 SR.

Setelah itu beberapa helikopter seharian terlihat mengudara memeriksa kalo ada kerusakan. Jalur kereta langsung dihentikan. Mobil petugas JR (japanese railways) juga terlihat berpatroli. Gempa2 kecil susulan beberapa kali terjadi. Sempet khawatir terjadi gempa susulan. Jadi takut mau kemana-mana.

Tapi ternyata gempa kali ini masih bukan skenario dari Miyagi Oki Jishin ( bukan pake kanji "ookii besar" tapi kanji okinawa punya "oki" = sama dengan sumatera oki jishin) yang diramalkan terjadi dalam waktu dekat ini. Karena gempa kali ini pusat gempanya di Iwate (darat). Didekat pusat gempanya(Iwate) jatuh korban 6 orang meninggal, beberapa rumah roboh, jembatan putus, bukit longsor dll. Alhamdulillah didaerah Miyagi (tempatku) tidak ada korban jiwa.

Waahh..masih khawatir nih sewaktu-waktu terjadi gempa besar. Kata sensei mulai sekarang harus mempersiapkan diri seandainya sewaktu-waktu terjadi gempa besar. Barang-barang yang perlu dipersiapkan adalah :

Peluit : Digantungkan didompet atau hp. Ditaruh ditempat yang mudah dijangkau saat tidur. Jika kita terjebak dibawah bangunan saat gempa dan tidak bisa teriak (kehilangan tenaga/shock) dan ada petugas yang mencari kita bisa meniup peluit tersebut.
Menyiapkan air putih yang ditaruh dibotol-botol bekas minuman. Bisa ditaruh dibalkon, kamar mandi atau halaman rumah. Karena biasa setelah gempa air dimatikan.
Saat gempa berusaha menyelamatlan diri ditempat aman. Bisa dikolong meja, di kamar mandi atau toilet. Kenapa di kamar mandi atau toilet?? karena pilar-pilarnya tidak terlalu luas. Seandainya rusak masih bisa menyangga.
Segera membuka pintu bila memungkinkan agar tidak mengunci.
Setelah reda berusaha mencari tempat lapang (halaman sekolah-sekolah)
Menyiapkan makanan, duuhhh namanya lupa...semacam roti kering yang berasal dari terigu saja dan sangat awet. (nanti aku tanyakan lagi sama sensei pas les.
Tas darurat yang berisi durat-surat penting (paspor dsb)
Mohon doanya ya teman-teman semoga gempa besar siklus 30 tahunan tidak terjadi, Pun seandainya terjadi tidak terlalu besar dan kita semua diberi keselamatan, Amien.

Indahnya Persahabatan

Banyak teman dan sahabat datang dan pergi dalam kehidupan kita. Tidak banyak yang bisa tetap terjaga hubungan dan komunikasinya. Alangkah indah dan bahagianya apabila kita mempunyai sahabat yang tetap nyambung dari dulu sampai sekarang. Atau ketemu lagi setelah terputus jarak, waktu ataua kesibukan masing-masing. Dan aku menjadi salah satu orang yang beruntung itu.

Yaa... waktu SMP dulu, aku mempunyai teman-teman dekat. Ada yang sekelas ada yang tidak. Sebetulnya kedekatan kami karena kita sering pulang sekolah bareng. Waktu kami SMP dokar/delman menjadi angkutan andalan. Selain muat banyak, murah juga banyak seninya. Setelah berkutat dengan pelajaran, ngobrol sama temen-temen, sambil menikmati hentakan kuda tuklak tuklak, dibelai angin sepoi-sepoi kadang dapat bonus bau air kencing/tahi kuda hahaha...Kalau sudah begitu kita saling ledek-ledekin..." Bau kentut siapa nih?" hhihihihii...

Aku, Ari, Ratna, Diana, Astri, Endah dan Mustaqimatin. Satu dokar tidak cukup memuat kami. Khusus sama Ari, ada kenangan manis yang sangat lekat dibenakku. Saat SMP dan SMA aku dan kakakku menumpang dirumah saudara yang kebetulan tetangga Ari. Karena rumahku dipelosok gunung sedangkan sekolahku dipusat kota. Kebetulan kakakku seangkatan sama kakaknya Ari. Mereka cukup dekat.

Karena aku tidak ada orangtua dan sangat merindukan sosok mereka, aku dan kakakku sering main kerumah Ari. Paling senang saat musim mangga, kebetulan dirumah Ari ada pohon mangga yang cukup lebat buahnya. Saat panen sering kami disuruh bawa pulang hehehe....Tiap lebaran kami juga sowan (berkunjung) kerumah Ari. Hal ini berlanjut sampai kami sudah kuliah. Baru terputus setelah kita berpencar dan sibuk dengan kerjaan dan keluarga masing-masing.

Nyambung lagi saat aku mulai berinteraksi dengan internet di Jepang ini. Aku yang kangen dengan teman-teman tanah air mulai mencari teman-temanku difriendster. Salah satunya ketemu lagi sama Ari. Kemudian berlanjut email-emailan, chatting dan mp. Hampir tiada hari tanpa kita saling menyapa. Hanya sekedar say hello, menanyakan sudah makan atau belum, nostalgia masa-masa sekolah, berbagi kabar tentang teman-teman lama maupun curhat kalau sedang ada masalah. Karena kita masing-masing sudah punya buntut, akhirnya panggilan kita juga berubah. Aku panggil Ari Bunda, Ari manggil aku Bune

Sudah hampir 15 tahun kita tidak ketemu, tapi hati dan kedekatan kita masih seperti dulu. Malah lebih dekat karena kangennnn pingin banget ketemu. Membayangkan kita ketemuan, dengan pasangan dan anak-anak kita. Duuhh....semoga Allah memberi kesempatan kepada kita untuk ketemu dan menyambung tali silaturahmi ini ya Bun.... Semoga persahabatan dan persaudaraan kita tidak lekang oleh waktu ya Bun....

Salam cinta dan kangen dari kami sekeluarga untuk Bunda, Icha dan Ayah Icha

buat yang mau kenalan ini dia orangnya http://bundaicha.multiply.com/

Menerima Kehamilan Yang Tidak Direncanakan

Beberapa bulan terakhir ini adalah saat-saat yang sulit buat kami sekeluarga. Sejak suami melanjutkan studi s3 di Jepang April 2005 dan aku mrenyusul September 2005, kebetulan mendapat kesempatan cuti dari kantor. Mulailah kami rencanakan memberi Ito adik. Kebetulan ito sudah berumur 5 tahun. Kesempatan mendampingi suami sekaligus mengasuh anak full time.

Sebelum menyusul suami, terlebih dulu aku melepas alat kb. Sebelumnya aku pakai kb iud. Sempat ada masalah, karena cuma melepas kb, aku pikir tidak masalah aku lepas ke bidan(bukan karena bidan lho yaa...emang aku gak pas milih bidan aja kali). Ternyata malah waktu diambil, iud-nya patah dan tertinggal sebagian dirahim. Akhirnya harus dioperasi untuk mengambilnya.

Alhamdulillah sebulan setelah aku menyusul suami, hamil lula yang kemudian lahir pada tanggal 12 Juli 2006. Lengkap sudah kebahagiaan kami. Mendapat sepasang anak laki-laki dan perempuan. Aku menikmati mengurus anak-anak, hal yang tidak bisa aku lakukan sepenuhnya di Indonesia dan suami konsentrasi menyelesaikan studinya.

Karena pasang kb iud disini lumayan mahal (50ribu yen-an) dan aku punya pengalaman agak buruk dengan kb iud, akhirnya kami kb sendiri. Alhamdulillah sampai bulan pebruari 2008 berhasil dan malah aku bertekad akan kb sendiri aja seterusnya.

Tapi ternyata Allah berkehendak lain. Kami yang sudah merasa cukup dengan kehadiran ito dan lula, ternyata masih diberi kepercayaan meneriam amanah seorang calon bayi lagi. Sempat shock, kaget, bingung dan tidak tahu harus bagaimana. Bukan karena kami tidak menerima dan mensyukurinya. Dimana kalau ingat saudara-saudara yang lain yang sudah bertahun-tahun bahkan berpuluh-puluh tahun usia perkawinan belum dikaruniai anak.

Tapi karena aku sebenarnya sudah merasa cukup dengan kehadiran ito dan lula.Suami juga sedang tahun terakhir masa studinya. Mana cutiku habis Oktober tahun ini sedangkan studi suami berakhir Maret 2009. Tidak terbayangkan untuk mempunyai anak disaat sekarang. Perlu waktu untuk menata hati agar bisa menerimanya.

Alhamdulillah berkat dukungan keluarga dan teman-teman dekat, aku bisa mulai menata hati dan menjalani kondisi ini. Terima kasih buat teman-teman di Sendai, teman chatting dan teman mp yang tidak bisa aku sebutkan satu persatu yang selama ini sudah dengan sabar mendengar curhatan dan keluh kesahku. Sampai akhirnya aku bisa menghadapi semua ini.

Mohon doanya agar kedepannya, kami diberi kemudahan dan keputusan yang terbaik. Suami lancar riset dan ujiannya, aku bisa menjaga amanah ini dan melahirkan dengan selamat. Sampai saat ini belum tahu apakah melahirkan disini atau di Indonesia. Masih menunggu ijin perpanjangan cutiku dari kantor dan melihat kondisi riset suami. Apakah dengan kehadiran kami mengganggu atau tidak diperjalanan akhir risetnya

Sakura

Sakura, merupakan bunga nasional Jepang yang mekar pada musim semi, yaitu sekitar awal April hingga akhir April. Sakura dapat terlihat di mana-mana di Jepang, diperlihatkan dalam beraneka ragam barang-barang konsumen, termasuk kimono, alat-alat tulis, dan peralatan dapur. Bagi orang Jepang, sakura merupakan simbol penting, yang kerap kali diasosiasikan dengan perempuan, kehidupan, kematian, serta juga merupakan simbol untuk mengeksperesikan ikatan antarmanusia, keberanian, kesedihan, dan kegembiraan. Sakura juga menjadi metafora untuk ciri-ciri kehidupan yang tidak kekal.

Asal-usul kata "sakura" adalah kata "saku" (bahasa Jepang untuk "mekar") ditambah akhiran yang menyatakan bentuk jamak "ra". Dalam bahasa Inggris, bunga sakura disebut cherry blossoms.

Warna bunga tergantung pada spesiesnya, ada yang berwarna putih dengan sedikit warna merah jambu, kuning muda, merah jambu, hijau muda atau merah menyala.

Di Jepang, mekarnya sakura dimulai dari Okinawa di bulan Februari, dilanjutkan di pulau Honshu bagian sebelah barat, sampai di Tokyo, Osaka, Kyoto pada sekitar akhir Maret sampai awal April, lalu bergerak sedikit demi sedikit ke utara, dan berakhir di Hokkaido di saat liburan Golden Week.

Ciri khas sakura adalah bunganya yang lebih dahulu mekar sebelum daun-daunnya mulai keluar. Puluhan, ratusan, bahkan ribuan batang pohon yang berada di lokasi yang sama, bunganya mulai mekar secara serentak dan rontok satu per satu pada saat yang hampir bersamaan.

Bunga sakura hanya dapat bertahan kurang lebih 7 sampai 10 hari dihitung mulai dari kuncup bunga terbuka hingga bunga mulai rontok. Rontoknya bunga sakura tergantung pada keadaan cuaca dan sering dipercepat oleh hujan lebat dan angin kencang.

Kesempatan langka piknik beramai-ramai di bawah pohon sakura untuk menikmati mekarnya bunga sakura disebut hanami (ohanami). Saat melakukan hanami adalah ketika semua pohon sakura yang ada di suatu tempat bunganya sudah mekar semua.

Di Jepang terdapat standar untuk menyampaikan informasi tingkat mekar bunga sakura, mulai dari terbukanya kuncup bunga (kaika), mekarnya 10% dari kuncup bunga yang ada di pohon (ichibuzaki) sampai bunga mekar seluruhnya (mankai). Bunga yang rontok segera digantikan dengan keluarnya daun-daun muda. Pohon sakura yang bunganya mulai rontok dan mulai tumbuh daun-daun muda sebanyak 10% disebut ichibu hazakura. Sementara itu, pohon sakura yang semua bunga sudah rontok dan hanya mempunyai daun-daun muda disebut hazakura (sakura daun).

Bunga dari pohon jenis yamazakura mekar lebih lambat dibandingkan jenis someiyoshino dan bunganya mekar bersamaan dengan keluarnya daun-daun muda.

Daun dan bunga sakura yang sudah direndam di dalam air garam (shiozuke) dimanfaatkan untuk bahan makanan karena wanginya yang harum. sakura mochi adalah kue moci yang dibungkus daun sakura. Ada juga es krim dan kue kering rasa bunga sakura. Teh bunga sakura umumnya diminum pada kesempatan istimewa seperti pesta pernikahan. Ranting dan kuncup bunga sakura juga digunakan sebagai bahan pewarna alami.

Sebagian besar jenis pohon sakura merupakan hasil persilangan, misalnya jenis someiyoshino yang tersebar di seluruh Jepang sejak zaman Meiji adalah hasil persilangan pohon sakura di zaman Edo akhir. Sakura jenis someiyoshino inilah yang sangat tersebar luas, sehingga kebanyakan orang hanya mengenal someiyoshino (yang merupakan salah satu jenis sakura) sebagai sakura.

Pada zaman dulu sebelum ada jenis someiyoshino, orang Jepang mengenal bunga sakura yang mekar di pegunungan yang disebut yamazakura dan yaezaki no sakura sebagai sakura. Di saat mekarnya bunga sakura, ribuan batang pohon Yamazakura yang tumbuh di Pegunungan Yoshino (Prefektur Nara) menciptakan pemandangan menakjubkan warna putih, hijau muda, dan merah jambu.

Beberapa jenis sakura:

Edohigan
Edohigan adalah sakura yang mekar di Hari Ekuinoks Musim Semi dan bunganya paling panjang umur. Jenis-jenis lain yang serupa dengan edohigan adalah ishiwarizakura dan yamadakashinyozakura yang termasuk pohon sakura yang dilindungi. Miharutakizakura adalah salah satu jenis edohigan yang rantingnya menjuntai-juntai, sedangkan yaebenishidare dikenal daun bunganya yang banyak dan warnanya yang cerah.

Hikanzakura
Hikanzakura atau disebut juga kanhizakura adalah sakura yang tersebar mulai dari wilayah Tiongkok bagian selatan sampai ke Pulau Formosa. Kanhizakura banyak ditemukan tumbuh liar di Prefektur Okinawa. Bagi orang Okinawa, kata "sakura" sering berarti hikansakura. Pengumuman mekarnya bunga sakura di Okinawa biasanya berarti mekarnya hikanzakura. Di Okinawa, kuncup bunga hikanzakura mulai terbuka sekitar bulan Januari atau Februari. Di Pulau Honshu, hikanzakura banyak ditanam mulai dari wilayah Kanto sampai ke Kyushu dan biasanya mulai mekar sekitar bulan Februari atau Maret.

Fuyuzakura
Fuyuzakura (sakura musim dingin) adalah jenis pohon sakura yang bunganya mekar sekitar bulan November sampai akhir bulan Desember. Onishimachi di Prefektur Gunma adalah tempat melihat fuyuzakura yang terkenal.

Pohon sakura menghasilkan buah yang dikenal sebagai buah ceri (bahasa Jepang: sakuranbo). Buah ceri yang masih muda berwarna hijau dan buah yang sudah masak berwarna merah sampai merah tua hingga ungu. Walaupun bentuknya hampir serupa dengan buah ceri kemasan kaleng, buah ceri yang dihasilkan pohon sakura ukurannya kecil-kecil dan rasanya tidak enak sehingga tidak dikonsumsi.

Pohon sakura yang menghasilkan buah ceri untuk keperluan konsumsi umumnya tidak untuk dinikmati bunganya dan hanya ditanam di perkebunan. Produsen buah ceri terbesar di Jepang berada di Prefektur Yamagata. Buah ceri produk dalam negeri Jepang seperti jenis sato nishiki harganya luar biasa mahal. Di Jepang, buah ceri produksi dalam negeri hanya dibeli untuk dihadiahkan pada kesempatan istimewa. Buah ceri yang banyak dikonsumsi masyarakat di Jepang adalah buah ceri yang diimpor dari negara bagian Washington dan California di Amerika Serikat.

http://id.wikipedia.org/wiki/Sakura

Kreativitas Lula

Setelah menyiapkan sarapan dan bekal makan siang, saatnya beres-beres dapur. Ito yang sedang libur lagi asyik dengan kegiatannya. Lula sedang asyik dengan botolnya, minum susu. Baru ngelap-ngelap kompor yang berlepotan minyak, Lula narik-narik tangan ngajak ke tempat komputer.

Kirain mau minta distelin lagu anak-anak kesukaannnya. Ternyata....sodara-sodara.....satu lagi kreativitas Lula....melepas tuts-tuts laptop. Seketika aku teriak..."Lula!!" dan tanpa ngomong apa-apa lagi dasar Lula perasaannya halus, dia sudah merasa bersalah dan mimbik-mimbik.

Aku kasih tahu "jangan diulang lagi yaaa" gak tahu dia paham tidak. Kita lihat aja nanti diulangi apa tidak kreativitasnya ini.

Telah Berpulang

Ingin berbagi kabar keteman-teman yang selama ini telah menaruh perhatian terhadap perkembangan kondisi bapak mertua. Terima kasih atas perhatian dan doa teman-teman selama ini. Hanya Allah yang bisa membalasnya.

Bapak mertua mengidap penyakit diabetes sejak umur 40-an. Alhamdulillah dengan diet yang disiplin beliau masih sehat dan tetap aktif berkegiatan diusianya yang menginjak 76 tahun. Tapi sejak beberapa bulan terakhir diketahui ternyata terjadi komplikasi dengan livernya.

Sejak saat itu kondisi beliau langsung drop dan harus beberapa kali dirawat dirumah sakit. Alhamdulillah kami masih diberi kesempatan bertemu beliau bulan Pebruari kemarin. Walaupun hanya seminggu dirumah, kami berusaha memberikan pengabdian kami yang terbaik buat beliau.

Semoga beliau mengiklaskan kami jika disaat terakhirnya kami tidak bisa berada disamping beliau. Setelah sempat kritis selama 2 hari, hari ini minggu jam 11 siang wib, Allah berkenan memanggil beliau ke sisi-Nya.

Ya Allah ampunilah dosa dan kesalahan bapak kami, terimalah amal ibadahnya, lapangkanlah kuburnya, hindarkanlah dari siksa kubur dan tempatkanlah arwah beliau disurga-Mu. Dan berikanlah kesabaran kepada ibu kami yang ditinggalkannya.

Hanya doa yang bisa kami kirimkan untuk beliau.

Tadaima

Tidak terasa sudah 8 hari kami sekeluarga ditanah air. Ditambah waktu 2 hari untuk perjalanan genap sepuluh hari aku tidak menyapa sahabat Mpers. Belum cukup rasanya melewatkan waktu bersama keluarga khususnya mertuaku. Karena untuk alasan itulah kami pulang. Sudah lama bapak mertua mengidap diabetes. Mungkin karena komplikasi penyakitnya merembet kehati. Baru dua bulan yang lalu diketahui sudah menjadi kanker.

Awalnya kami tidak diberitahu kondisi sebenarnya karena suamiku sedang tahun terakhir dalam risetnya. Tapi karena cepat sekali kondisi beliau memburuk akhirnya kami diberitahu kondisi sebenarnya. Akhirnya kami memutuskan pulang untuk sekedar menghibur beliau.

Alhamdulillah berkat doa teman-teman semua, perjalanan kami lancar. Anak-anak rewel dikit-dikit wajarlah, 24 jam perjalanan bosan tentulah ada. Yang penting sampai kami menginjakkan kaki lagi di Sendai, anak-anak sehat dan tidak ada masalah serius diperjalanan.

Sangat sedih melihat kondisi bapak mertua, apalagi ibu mertua juga ikut drop kesehatannya karena memikirkan bapak mertua. Selalu berdoa semoga Allah memberikan yang terbaik untuk mertua tercinta. Amien.

Maaf sekali selama di Boyolali tidak sempat update kabar dan menyapa teman-teman apalagi kopdaran. Sekalinya kopdaran sama Yu Haley beliau yang menyempatkan datang kerumah. Maturnuwun banget ya Yu...Doumo arigatou gozaimashita untuk kedatangan, oleh-oleh dan titipanku. Minta maaf banget, nyuwun ngapunten sudah banyak aku repotin.Terima kasih juga buat mba Nining kiriman ketan hitamnya. Sudah aku terima dengan selamat.

Terima kasih untuk atas doa dan perhatian teman-teman semua.

*tadaima : ucapan orang Jepang saat pulang dari bepergian

Pamit Sementara

Untuk sementara waktu, aku mohon pamit pulang ke Indonesia. Sebenarnya kepulangan kami sekeluarga diluar rencana. Bapak mertua sekarang sedang diuji sakit diabetes dan lever yang katanya secara medis tidak bisa disembuhkan lagi. Mungkin dengan kedatangan kami akan menghibur dan mengurangi sakit beliau.

Kami pulang dari tgl 3 sd 14 Pebruari. Mohon maaf karena niatnya menghibur mertua mungkin tidak sempat kopdaran dengan teman-teman. Tapi kalau ada yang lewat Boyolali silahkan mampir. Buat Yu Haley aku tunggu di Boyolali yaaa. Mba Uci semoga aku sempat ke Semarang dan bisa ketemuan..kalau tidak maafkan daku yaa..

Buat teman-teman di Jakarta, sayang nih aku cuma transit 2 jam di bandara waktu akan balik ke Jepang dari jam 9 sd 11 malam. Jadi kayaknya gak mungkin ketemuan yaa..Bunda Icha...mba Nining...hiks hiks...semoga nanti kalau udah pulang selamanya bisa ketemuan yaa...

Selama disana mungkin aku juga tidak sempat ke warnet, maafkan kalau sementara waktu aku menghilang dari peredaran. Tapi jangan lupakan daku yaa..please..please....Aku pasti akan merindukan kalian

Karena umur manusia tidak ada yang tahu apakah kita masih bisa ketemuan atau tidak, maka aku mohon maaf atas segala kesalahan selama ini. Mungkin saat aku memberi komentar ada yang menyinggung dan menyakiti, sungguh aku tidak bermaksud begitu. Mohon doanya juga untuk kesembuhan bapak mertua dan kelancaran perjalanan kami. Anak-anak tidak sakit dan menikmati perjalanan.

Jya minna san...sayonara...jya mata ne...(Selamat tinggal semuanya...sampai ketemu lagi)

Arti Sahabat

Setelah keluarga, menurut aku orang yang sangat berperan dalam hidup kita adalah teman. Bisa teman sekolah, teman main, teman kerja, teman seagama, teman ngobrol baik didunia nyata maupun didunia maya. Alangkah sepinya hidup kita tanpa teman.

Setiap fase dalam kehidupan, teman datang silih berganti. Ada yang bertahan ada yang terputus karena terpisah ruang dan waktu. Diantara banyaknya teman, mungkin ada satu dua yang menempati tempat istimewa dihati kita. Entah karena nyambung kalau ngobrol, sehobi atau senasib.

Tapi bagaimana dengan teman yang kita merasa tidak sreg kalau ngobrol, tidak sepaham, dimata kita dia banyak kekurangan?? apakah kita harus menjauh?? putus hubungan?? Sedangkan kita juga pasti punya banyak kekurangan.

Dalam perjalanan sebuah pertemanan pasti akan melalui pasang surut. Tapi menurut aku dengan adanya benturan-benturan itu akan lebih mendekatkan hubungan pertemanan. Kita akan menjadi lebih tahu bagaimana sebenarnya pribadi teman kita. Tapi mungkin ada juga orang yang berprinsip lebih baik menghindar bahkan putus hubungan begitu ada masalah dengan teman. Yaa...itu hak kita mau bersikap gimana.

Kalau aku sendiri berprinsip walaupun ada masalah dgn teman aku tidak akan menjauhi apalagi memutuskan hubungan. Paling tidak kalaupun itu terjadi bukan aku yang memulai. Tapi mungkin lain kalau teman itu yang merasa tidak nyaman lagi berhubungan denganku. Buat apa memaksakan ya gak??

Yang pasti aku akan terus belajar dan belajar, pun dalam berteman. Mungkin dalam interaksi kita didunia nyata dan dunia maya banyak kata dan sikap yang tidak sengaja melukai hati teman-teman. Yang pasti aku tidak pernah bermaksud secara sengaja menyakiti kalian. I U my friends!!

Selamat Jalan Eyang

Pernah aku cerita perjalanan hidupku disini dan disini, dimana saat aku lulus SD diminta ikut (istilah bahasa jawanya ngenger) dirumah Eyang Saryono(biasa aku panggil Eyang). Beliau adalah kakak simbahku. Jadi sebetulnya hubungan kekerabatannya sudah jauhhhh. Cuma karena keluarga besarku asalnya ndeso jadi kekerabatannya masih lumayan akrab sampai tingkat mbah buyut.

SMP sampai SMA aku ngenger dirumah Eyang. kakakku sebelumnya lebih duluan ikut Eyang. Sebelum kami, beberapa kerabat juga banyak yang ngenger dirumah Eyang. Karena diantara 6 bersaudara mbahku, Eyang ini yang paling berada. Berada dibandingkan keluarga yang lain maksudnya. Beliau adalah mantri pertanian jaman Belanda dan berlanjut jadi pegawai negeri setelah Indonesia merdeka.

Saat aku ikut Eyang, beliau sudah pensiun. Keadaan ekonominya sangat sederhana. Selain memelihara kami, Eyang masih membiayai 2 putranya yang masih kuliah.Kesibukan beliau setelah pensiun adalah bertani. Eyang terkenal sebagai orang yang sangat memperhatikan unggah ungguh (tata krama dalam jawa), disiplin bahkan cenderung keras. Sering aku dulu dibuat menangis karena kena marah. Yaahh ..pokoknya dulu aku suka merasa Eyang itu galak

Tapi ada satu hal yang membuat aku terenyuh. Selepas SMA aku ikut bimbel di Jogya..gaya banget yaa...orang gak punya kok nekat ikut bimbel. Gak tahu dulu kayaknya gak pede kalau gak ikut bimbel. Saat itu tiba-tiba datang salah satu putra Eyang. Katanya diminta Eyang mengecek keadaanku di Jogja. Betapa terharunya diriku, ternyata beliau perhatian dan khawatir padaku.

Ada satu hal yang bikin aku geli sampai sekarang. Ceritanya aku diterima masuk STAN. Yaa...STAN adalah sekolah paporit buat kalangan bawah seperti aku. Gratis dan setelahnya langsung kerja. Begitu selesai lihat pengumuman di BPLK Jogja, dimana aku harus berdesak-desakan dengan ribuan orang. Begitu aku melihat nomor dan namaku terpampang aku segera pulang. Segera aku kabarkan ke Eyang. Seketika Eyang tidak percaya aku lolos masuk STAN. Bukan apa-apa, karena dua putra Eyang yang lebih pintar dari aku, sebelumnya daftar STAN tidak ada yg diterima. Mungkin aku lagi beruntung yaa...

Karena ragu, Eyang meminta esoknya aku disuruh balik lagi ke Jogja memastikan hasil pengumuman sekali lagi. Dan Alhamdulillah benar..aku tidak salah lihat. Itulah saat dimana aku merasa bisa membahagiakan dan membuat bangga Eyang. Selama ini aku merasa hanya menjadi beban dan merepotkan Eyang.

Sampai tadi pagi, saat aku telpon kerumah dari ibuku aku mendapat kabar Eyang sudah meninggal dunia tadi malam. Memang sudah beberapa saat beliau sakit karena sudah sepuh (tua) umur beliau 86 tahun. .

Selamat jalan Eyang....engkaulah bapak kedua bagiku. Maafkan aku yang terlambat menyadari bahwa segala kedisiplinan dan sikap kerasmu itulah yang membuatku menjadi pribadi yang kuat dan tangguh. Kalau tidak mungkin aku tidak akan disini saat ini.

Ya Allah ampunilah segala kesalahan dan dosa Eyang Saryono, terimalah amal ibadahnya dan tempatkan arwah beliau disurga-MU.

Kacamata

Sejak SMA aku merasakan penglihatanku semakin kabur. Iseng-iseng periksa ke tukang kacamata. Hasilnya mataku dinyatakan minus 1 kanan kiri. Masih males untuk pakai kacamata...eehh bukan males sih..saat itu tidak punya uang buat beli kacamata.

Waktu itu aku punya kebiasaan setelah terima rapor aku ke Solo tempatnya pak dokter Tunjung Suharso (bekas majikan emak), menunjukkan raporku. Dan pulangnya pasti dikasih uang Rp 50.000,00 uang yang cukup besar untuk aku. Sepulangnya dari sana aku mampir ke pasar klewer. Di sekitar alun-alun banyak sekali penjual kacamata. Murah meriah. Populer disebut toko kacamata sor ringin (bawah pohon beringin).

Masih ingat toko yang aku tuju toko kacamata GENDON. Kali yang punya toko namanya pak Gendon entahlah.....saat itu aku beli kacamata seharga 12 ribu sudah komplit frame dan lensanya. Pertama kali pakai kacamata kok malah jadi pusing yaaa..tinggi jalan yang terlihat dengan yang sebenarnya kok tidak sama.

Saat ke sekolah juga belum kupakai. Masih malu ...Tapi karena kalau baca dipapan tulis tidak jelas dan juga teman-teman banyak yang berkacamata akhirnya aku pakai juga walau masih sering aku lepas.

Kacamata itu bertahan sampai aku kuliah. Sampai kemudian sudah pakai kacamata kok masih buram baca tulisan dipapan tulis yaaa... Akhirnya setiap kuliah aku pasti duduk didepan agar jelas. Bukan karena aku anak rajin Begitulah minusnya bertambah-dan bertambah. Sampai sekarang menjadi minus lima. Sudah beberapa kali ganti frame dan lensa kacamata.

Ada yang karena bosan modelnya ada yang karena patah. Cerita tentang kacamata yang patah, kedua anakku ito dan lula sama-sama pernah mematahkan gagang kacamata. Biasanya karena aku asal naruh ditempat yang rendah. Lucunya ito dan lula mematahkan kacamata disaat umurnya sama sama 1,5 tahun.

Saat itu aku cuma berdua sama ito. Kebetulan ito sedang asyik main. Kesempatan nih aku tinggal mandi. Tanpa sadar kacamata aku letakkan di meja tamu. Selesai aku mandi ito menyodorkan kacamata yang sudah diputar-putar gagangnya...dimana posisi gagangnya sudah terbalik. Pingin marah . Tapi melihat ekspresi ito yang tanpa dosa dan paling juga belum ngerti tidak tega juga.

Cerita Lula hampir mirip. Saat itu aku mau wudlu, kacamata aku lepas dan taruh disuatu tempat. Yang ternyata Lula bisa mengambilnya. Selesai wudlu aku langsung sholat. Begitu selesai sholat, Lula menyodorkan kacamata sambil bilang "mata..mata" Maksudnya kacamata. Ternyata gagang kacamatamu sudah diputar-putar dan hampir patah Tapi masih Alhamdulillah bisa aku betulkan lagi walau dipakai sudah tidak nyaman.

Dan ternyata tinggal tunggu waktu saja untuk patah. Kemarin saat mau aku pakai tiba-tiba saja patah sendiri. Yaa...Nasib...nasib....beginilah duka derita ibu berkacamata.....Harus hati-hati kalau menaruh kacamata. Dapat cerita dari teman yang sama-sama berkacamata selama setahun dia sudah ganti 5 kacamata karena dipatahkan anaknya

Komattana!! Celaka!!

Di Indonesia sekarang sedang heboh dengan kenaikan harga sembako. Harga yang selama ini sudah mahal, tambah mahal saja sejak pemerintah mengkonversi minyak tanah ke bahan bakar gas. Harga kalau sudah naik kayaknya gak mungkin turun lagi deh yaaa....

Pingin berbagi cerita nih tentang 2 produk sembako di Jepang. Yaitu susu dan telor. Yaa..konon katanya harga susu dan telor di Jepang ini termasuk murah alias terjangkau dengan rata-rata pendapatan penduduk Jepang. Denger-denger harga telor sama sejak 20 tahun yang lalu sampai sekarang.

Kenapa bisa seperti itu?? apa Jepang tidak ada inflasi?? ada sihh inflasi..tapi kecil sekali. Maaf nih aku lagi males nyari data kuantitatif. Tapi susu dan telor selama ini disubsidi oleh pemerintah Jepang. Karena itu harganya cenderung stabil. Biar gizi pokoknya terpenuhi. Makanya orang Jepang pintar-pintar yaaa..Selain itu pada hari-hari tertentu di toko-toko tertentu mengadakan sale. Dimana sale itu bisa sampai setengah harga.

Seperti di Sunmary, supermarket dekat rumah. Tiap sabtu jam 9 sd 1 siang seringnya sale telor. Harga telor isi 10 biji yang biasanya 198 yen menjadi 104yen. Makanya tiap sabtu pagi aku selalu menyempatkan diri ke Sumary sekedar beli telor. Cuma sayangnya dibatasi 1 orang cuma boleh 1 pak.



Mana kadang pingin praktek bikin kue atau cemilan lain yang butuh telor agak banyak. Sebetulnya ada juga sihh toko yang telornya selalu sale. Yaitu toko sayur yang oleh komunitas orang Indonesia kita sebut pasar kemis. Cuma telor yang dijual disini adalah telor yang tidak layak kualitasnya dijual di supermarket alias apkiran. Tapi kalo kepepet suka beli disini juga sihh..

Kembali ke laptop..eehh ke Sunmary. Karena dibatasi 1 orang cuma boleh beli 1 pak, aku suka mengajak ito biar dapet beli 2 pak. Walau imbalannya ito minta dibeliin jajan yang akhirnya jatuhnya sama aja. Uang menghemat beli telor buat beli jajan ito kadang malah nombok hehehe.

Hari ini abis kerja bakti dikomplek seperti biasa aku ngajak ito ke Sunmary..lha kok Lulanya pingin ikut yo wislah..sekalian jalan-jalan. A haaa..kepikiran nyoba ahhh beli telornya 3 pak..kan 3 orang hihiiii. Pas sampai kasir, saat menghitung jumlahnya...si kasir sempat berkerut keningnya sambil bilang"Akachan ga kazoemasu ka?(bayinya juga dihitung?)" Trus sambil tersenyum aku bilang" daijobou desu ka??" (gimana,tidak apa-apa??)

Spontan kasirnya bilang"komatta na.... (celaka.....)!!" sambil geleng-geleng kepala tapi tetep dihitung hihihiii...Aku keluar toko sambil tersenyum geli. Cuma kayaknya gak lagi dehhh beli 3 walau sama lula & ito, maluuuu..soalnya dah kenal banget sama kasirnya.

Perjalanan dan Harapan Tahun 2008

Hemmm...tidak terasa memasuki tahun ketiga kami tinggal di Jepang. Sepeti tahun-tahun sebelumnya pergantian tahun baru kami dirumah saja. Memang dasarnya malas keluar malam kalau pas tidak ada yang penting dan menarik. Apalagi cuaca malam ini dingin banget setelah seharian Sendai diguyur salju.

Pergantian tahun 2006 ke 2007 sepertinya baru kemarin, tidak terasa besok sudah memasuki tahun 2008. Tapi waktu yang sepertinya sebentar itu ternyata banyak hal yang telah terjadi. Yang paling aku ingat dan penting diantaranya

Ito mulai masuk SD. Perasaan kalo anak sudah SD kok seperti sudah mau dewasa ya hihiiii..
Lula semakin besar dan banyak perkembangan. Semakin lucu dan menggemaskan. walau kadang harus ekstra sabar
Aku yang kurang perhatian merawat gigi, berkeinginan untuk mengecekkan gigiku ke dokter gigi. Dan hasilnya ternyata banyak berlubang . Mulailah saat itu aku mondar-mondir tiap minggu ke dokter gigi. Soalnya paling kapok sama yang namanya sakit gigi. Makanya sekarang sebelum sakit, baru ngilu-ngilu dikit aku cepet-cepet ke dokter gigi.
Beasiswa suami nilai nominalnya berkurang. Bukan apa-apa...mesti lebih mengetatkan ikat pinggang ajah
Harapan di tahun 2008 (sekalian ngerjain PR tentang Resolusi)

Suami diberi kelancaran dan kemudahan dalam riset.
Ito semakin rajin belajar nihongo, ngaji maupun pelajaran Indonesia (buat persiapan pulang)
Lula semoga omongannya semakin jelas dan lancar. Sekarang sudah mulai bisa menirukan apa yang kita ajarkan.
Aku masih bingung antara perpanjang cuti atau pulang duluan. Karena suami selesai Maret 2009, sementara cutiku abis Okt 2008. Suami pinginnya perpanjang, keluarga pinginnya aku pulang duluan. Yaa..apapun keputusannya semoga diberi kelancaran prosesnya. Semua pilihannya enak kok
Pingin belajar nihongo lebih serius, biar lebih pede kalo ngobrol sama orang Jepang.
Terakhir semoga di tahun yad kami sekeluarga, ortu dan mertua selalu diberi kesehatan. Dan Allah masih memberi kesempatan kepada kami bertemu dan saling membahagiakan. Amien.
Selamat Menyongsong Tahun 2008 buat teman-teman semua,

semoga kebahagiaan dan kesehatan selalu bersama kita. Amien

Tahun Baru Ala Orang Jepang

Diawali dengan makan kue mochi. Kalo dulu dibuat dengan beras ketan dikukus dan ditumbuk menjadi kue mochi (dibuat jadi semacam ceremony, namanya mochitsuki), sekarang bisa dibeli di supermarket, dikemas sedemikian rupa, sebelum dimakan bisa dibakar atau dikukus dulu, kemudian dimakan dengan bubuk kacang kedelai,selai kacang merah atau souyu. Rasanya .... enak....

Mochi ini juga dibuat menjadi suatu dekorasi tahun baru yang namanya kagami mochi dan banyak dijual di toko. Setelah itu dilanjutkan dengan makan soba (buckwheat noodles) yang melambangkan umur panjang, sambil menonton acara musik "kohaku uta gassen" yang merupakan acara musik akhir tahun yang lumayan populer dan banyak diminati.

Mendekati tengah malam dilanjutkanke kuil untuk berdoa (hatsumōde). Di sana ada ritual jamuan minum teh juga. Pagi-pagi tgl 1 Januari pada pergi ke tepi pantai untuk melihat terbitnya matahari pertama di tahun baru (hatsuhinode). Siangnya ke kuil lagi. Dari tgl 1-3 Januari, kuil-kuil akan ramai dikunjungi. Mereka menaruh harapan agar di tahun yang baru ini kehidupan mereka akan jauh lebih baik dari tahun sebelumnya.

Ngintip di wiki, ternyata ada beberapa kegiatan lagi yang orang Jepang lakukan untuk memperingati hal2 yang pertama di tahun baru, seperti shigoto-hajime (仕事始め, pekerjaan pertama), keiko-hajime (稽古始め, the first practice of the new year), hatsu-yume (初夢, mimpi pertama), waraizome (senyum pertama, mengawali tahun baru dengan tersenyum diharapkan akan memberikan kebaikan di sepanjang tahun). Banyak juga ya, hal2 yang pertama diperingati.


Di Jepang juga punya kebiasaan membagi uang ampaw ke anak2 di tahun baru, namanya otoshidama (お年玉). Selain itu, ada juga kebiasaan mengirimkan kartu pos tahun baru (年賀状, nengajō). Para ibu biasanya juga membuat masakan khas tahun baru (osechi-ryouri お節料理, ozōni お雑煮).

Menjelang tahun baru, di pintu2 depan rumah akan dipasang suatu dekorasi tahun baru khas Jepang yg terbuat dr bambu dan pinus, namanya kadomatsu (門松), yang bertujuan agar di tahun tersebut Tuhan datang ke rumah dengan harapan di tahun itu orang2 di dlm rumah diberi kebahagiaan dan kemakmuran.

Dua minggu kemudian, di Hachiman jinja, kuil terbesar di Sendai, diadakan acara Dontosai (bonfire festival). Masyarakat akan membakar kadomatsunya dan berharap diberi kesehatan yang baik di tahun yang baru.

Ohya, tidak ketinggalan untuk urusan shopping, di sini toko2 mengadakan sale gede2an menyambut tahun baru, namanya hatsuuri (初売り, penjualan pertama). Siap2 nih, buat yang mau borong.

Ucapan selamat tahun baru ala Jepang: (新年)あけましておめでとうございます ((shinnen) akemashite o-medetō-gozaimasu) Happiness to you on the dawn (of a New Year).

Sumber dari : sini (Thanks buat mba April)

Renungan Saat Umur Berkurang

Ulang tahun....dua kata yang penuh makna. Hari dimana jatah umur hidup di dunia semakin berkurang. Merenungi kembali, menengok kebelakang perjalanan hidupku, sungguh yang ada adalah bersyukur dan bersyukur. Pahit getir, perih perjalanan, gelak tawa bahagia datang silih berganti. Hanya karunia Allah semata sekarang aku seperti ini dan disini.

Hikmah perjalanan hidupku membuat diriku selalu ingat bahwa tidak ada satupun yang ada pada diriku pantas membuatku sombong apalagi tinggi hati. Tapi aku sadar aku yang dibesarkan tanpa kasih sayang orangtua membuat diriku kadang tidak tahu mana yang benar mana yang salah. Apakah sikapku kepada orang lain sudah benar sebagaimana mestinya?? sungguh aku kadang tidak tahu.

Tapi Alhamdulillah selama ini selalu ada sahabat-sahabat terbaik yang selalu menyayangiku. Mereka yang mewarnai kepribadianku. Meraka yang selalu menunjukkan kelemahanku dan mengkritikku. Aku selalu berterima kasih, karena bukankah itulah sahabat yang sejati?? menunjukkan kelemahan dan kekurangan kita.

Selalu teringat filosofi kehidupan. Roda kehidupan selalu berputar kadang diatas kadang dibawah. Selalu dipergilirkan kesedihan dan kebahagian. Semua tiada yang abadi. Terus terang aku merasa sekarang aku merasa sudah sempurna memiliki kebahagian didunia ini. Nikmat iman dan islam, suami, anak-anak, pekerjaan, orang tua, saudara-saudara dan sahabat-sahabat yang selalu menyayangiku.

Merenung dan merenung...sampailah pada kesimpulan. Bahwa setelah aku memiliki semua ini, hidup yang sebenarnya baru aku mulai. Kalau selama ini karena kalian, kebahagian itu hadir padaku. Sekarang saatnya aku berusaha agar hadirku bisa membuat kalian bahagia. Bukankah kebahagian hidup yang hakiki adalah apabila hadirnya kita bisa bermanfaat untuk orang lain.

Terima kasih dan banyak cinta buat :

Ibunda Sumarmi
Suami tercinta Sri Nugroho
Ananda Aristo Agna Nugroho
Ananda Inara Lula Zaida
Kakak-kakak dan semua saudara di Indonesia
Sahabat di dunia nyata dan maya
Terima kasih untuk ucapan selamat ulang tahun dan doa-doa yang mengalir. Semoga hadirku membuat kalian semua bahagia. Semoga doa-doa itu juga mengalir kepada kalian. Cintaku untuk semuanya

"renungan disaat sisa umur berkurang 1 tahun"

Jangan Lupa Bawa Identitas Diri

Berdasar Pengalaman beberapa teman orang Indonesia yang tinggal di Sendai dan kota lain. Akhir-akhir ini mendapatkan pengalaman yang tidak mengenakkan. Tiba-tiba dicegat oleh beberapa orang pria dimana salah satunya mengaku dari Badan Intelijen Kepolisian Jepang (kou an), sambil menunjukkan lencananya dan meminta kita untuk menunjukkan identitas diri.

Maka jangan lupa untuk jauh lebih WASPADA selama berada di Jepang, serta SELALU MEMBAWA kartu identitas diri (paspor atau gaikokujin toroku shomeisho; pokoknya yang ada tertulis status tinggal di Jepang serta masa berlaku status tsb)

Saat ditanya oleh teman alasan apa harus dicegat dan diminta identitas diri. Jawaban mereka sungguh menggelikan (tapi ini lah kenyataan Jepang saat ini): karena ORANG ASING! Alasan lain jawabannya adalah karena akhir-akhir ini banyak kejahatan dan banyak teroris. Sementara teror yang pernah terjadi tahun 1990an di subway Tokyo justru dilakukan oleh para oknum agama Aum Shinrikyo yang semuanya adalah orang Jepang, dan kejahatan pembunuhan yang akhir-akhir ini banyak disiarkan, ternyata pembunuhnya selalu orang Jepang sendiri....)

Perlu diketahui bahwa di gaikokujin toroku shomeisho kita, memang ada tertulis bahwa kita harus bersedia menunjukkan kartu tsb bila diminta oleh pihak berwenang.

Masih menjadi pertanyaan sampai seberapa jauh pihak Jepang (dalam hal ini diwakili oleh kepolisian Jepang) bisa menerobos privacy kita?? Mungkin ada teman yang mengetahuinya??UU-nya mungkin?? Karena hal ini tentu menggelisahkan kita, kalau memang kita sebagai orang asing tidak punya hak apa pun, dan Jepang bisa melakukan apa pun terhadap kita. Hanya karena kita adalah orang asing, bisa-bisa terjadi hal ekstrim, di mana bisa-bisa kita ditelanjangi di muka umum, hanya karena dia orang asing.

Perjalanan Osaka - Kyoto

Dari mulai pertama datang ke Jepang, kalau tanya teman tempat wisata mana yang paling bagus untuk jalan-jalan selalu jawabnya Kyoto. Sejak saat itu ada keinginan kalau memungkinkan dan ada kesempatan pingin banget bisa ke Kyoto. Kemudian kami merencanakan musim gugur tahun ini akan di Kyoto. Tidak disangka 2 bulan sebelum musim gugur tiba, suami dapat kesempatan gakkai (seminar) di Kyoto. Sungguh suatu nikmat yang tidak terbayangkan. Akhirnya sekalian suami seminar kami sekeluarga ikut sekalian jalan-jalan.

Rencana dari tanggal 20 sd 24 November 2007 kami sekeluarga ke Osaka dan Kyoto. 1 bulan sebelumnya suami mencari paket wisata ke Kyoto, ternyata sudah tidak hotel tersisa di Kyoto untuk tanggal itu. Karena sekalian mau ngajak ito jalan-jalan ke USJ (Universal Studio Japan) di Osaka, akhirnya kami menginap di Keihan hotel USJ. 1 hari terakhir kami menginap dirumah teh Ila di Osaka.

Tgl 20 kami berangkat dari Sendai langsung ke Osaka. Dari bandara sudah dijemput bus menuju ke hotel perjalanan selama 45 menit. Setelah istirahat semalam tanggal 21 jadwal suami gakkai di Kyoto. Dari awal suami tahunya seminar diadakan di Kyoto Daigaku (univ Kyoto). Karena itu aku mengontak Titin yang kebetulan juga mahasiswa Kyodai kalau ada waktu kita janjian ketemu, syukur-syukur bisa nemenin kita saat ditinggal suami seminar. Titin malah nawarin mau mengajak kita melihat November festival. Duuhh...sampai terbawa mimpi membayangkan ketemu Titin yang cantik.

Dengan berganti kereta 4 kali USJ-Nishikujo-Osaka eki-Kyoto eki selama 45 menit akhirnya sampai di Kyoto. Saat suami tanya ke seseorang dengan menyodorkan alamat yang dituju ternyata tempat seminar bukan di Kyodai, tapi di Kyoto Institut of technology . Dimana kami harus nyambung lagi naik subway ke Matsugasaki. Saat itu sudah jam 9.30 waktu dimana aku dan Titin janji ketemu di Tokei Daigaku (menara jam di Kyodai). Sedangkan Matsugasaki lumayan jauh dari Kyodai.

Tidak mungkin aku berpisah tempat terlalu jauh dari suami karena nanti akan repot ketemu lagi. Jam 10 kami sampai di Kyoto Institute of Technology cepat-cepat aku mencari telpon umum dan menghubungi Titin. Akhirnya aku membatalkan ketemu Titin. Maaf ya Titin sudah menunggu lama dan kita tidak sempat ketemu. Terpaksa karpet merahnya digulung lagi deh yaaaa....Thanks ya Titin atas semua informasinya membantu banget.

Selama 3 jam kami menunggu bapak seminar, jam 1 seminar selesai masih ada waktu untuk jalan-jalan. Dari peta wisata yang minta saat distasiun Kyoto, tempat wisata terdekat adalah Kinkakuji (kuil emas). Dengan naik subway kearah Kitaoji eki dan disambung Raku bus no 204 sampailah kami ke Kinkakuji. 2 jam cukup untuk menikmati keindahan Kinkakuji.

Masih jam 3 sayang kalau cepat-cepat pulang ke Osaka dengan naik taxi (hemat waktu) kami menuju Kiyomizudera. Tujuan utama wisata kota Kyoto. Selama 2 jam kami meniikmati keindahan Kiyomizudera. Kebetulan hujan mulai rintik-rintik, kami segera kemabli ke Osaka dengan naik kereta.

Tanggal 22 adalah harinya ito. saatnya ito menikmati permainan dan atraksi di USJ Osaka. Malam sebelumnya suami mempelajari apa saja permainan dan atraksi di USJ, ternyata banyak sekali . Jam 9.30 kami segera ke USJ walaupun pintu masuk baru dibuka jam 10 dan ternyata antriannya sudah panjang. Dihari biasa saja ramenya luar biasa apalagi pas hari libur.

Tgl 23 rencana semula akan kembali ke Kyoto bareng keluarga teh Ila ikut acara keluarga ceria dan lanjut ke Gion, tapi takut anak-anak capai dijalan akhirnya kita ke Banpaku koen(taman)di Osaka. Malamnya ke Sky building, bangunan tertinggi dipusat kota Osaka dimana kita bisa melihat luas dan indahnya kota Osaka dimalam hari. Maaf ya Om Yonan yang ternyata nungguin kita di keluarga ceria Kyoto, kita tidak jadi kesana. Om gak bilang-bilang mau kesana siihh... Kalau bilangkan mungkin ceritanya lain.

Tgl 24 jam 12.10 jadwal pulang kita ke Sendai, paginya janjian sama mba Elsye kopdaran dirumah teh Ila. Karena waktunya sudah mepet daripada nanti buru-buru akhirnya tempat kopdarannya pindah ke bandara. Terima kasih mbak Elsye dan keluarga sudah menyempatkan ketemu dimana perjalanan dari rumah aja 1 jam sendiri. Sedih juga cuma sekejap mata kita ketemu belum sempat ngobrol banyak. Pastel dan oleh-olehnya oishikatta!!Tapi seneng banget ito bisa cepat akrab sama Fidel yaa...Semoga nanti ada kesempatan kita ketemu lagi

Persiapan Musim Dingin

Mulai tanggal 15 November sampai 15 Maret perkiraan musim dingin di daerah Sendai. Karena Sendai termasuk bagian utara Jepang maka lebih awal memasuki musim dingin. Temperatur diluar ruangan sudah dibawah 10 derajat. Didalam ruangan masih sekitar 10 sd 13 derajat celcius.

Walaupun sudah 2 kali mengalami musim dingin tetap saja terasa taihen (berat) orang Jepang bilang. Apalagi ada dua anak dan satunya masih balita. Untuk tetap nyaman dan sehat selama musim dingin harus mulai dipersiapkan perlengkapannya.



Berdasar pengalaman sepertinya ini yang harus diperhatikan, kalau teman-teman ada yang mau menambahkan silahkan kita berbagi ilmu dan pengalaman. Siapa tahu ada hal yang penting yang belum kita tahu agar musim dingin kita lewati dengan sehat dan nyaman.

Heater : Pastikan ruangan hangat dengan memakai heater (penghangat). Paling bagus heater listrik tapi cukup banyak merogoh kocek karena otomatis tagihan listrik membengkak. Pilihan lain bisa heater gas dan minyak tanah. Aku pakai yang terakhir.
Humidifier/ handuk basah : Agar ruangan tidak kering kalau pake heater minyak. Kalau untuk heater listrik dan gas tidak perlu. Bisa juga dengan menaruh cucian diruangan, hemat listrik.
Karpet : Bisa karpet biasa bisa karpet listrik. Tergantung ketahanan kita terhadap dinginnya lantai.
Selimut
Selimut listrik
Sweater dan baju-baju hangat
kaos kaki, kaos tangan, penutup kepala, syal.
Imunisasi influenza : Khusus di Jepang disarankan sekali untuk imunisasi influenza. Terutama anak-anak. Karena Influenza musim dingin beda sekali dengan flu biasa. Bisa berakibat kematian.
Makanan yang banyak mengandung vitamin, sayur yang berkuah(kimci,sup,miso), buah yang sedang musim (jeruk) sangat bagus untuk mencegah flu dan menambah daya tahan tubuh.
Banyak aktivitas jangan malah malas-malasan karena malah akan menambah dingin.
Kalau keluar rumah pastikan baju dan perlengkapannya cukup menahan hawa dingin.
Itu dulu kali yaa....nunggu tambahan dari teman-teman nih....ayoo..ayoo...silahkan berbagi

Semua Butuh Proses

Bagi saya orang yang merasakan jadi birokrat di Indonesia, merasakan benar yang namanya virus KKN sudah menjadi budaya kalau tidak bisa dibilang penyakit kronis. Berurusan dengan birokrat siap-siap aja keluar uang kalau tidak kenal dengan aparatnya. Kenalpun juga kadang masih harus pakai pelicin.

Tapi banyak juga teman-teman yang tetap bisa istiqomah, berlaku bersih dan lurus. Sungguh beruntung kalau kita ketemu dengan aparat yang bersih. Tidak jarang yang kemudian terbawa arus karena begitu kuatnya budaya KKN dikantor.

Harus kita akui setelah merasakan hidup di negara maju (Jepang) dengan lancarnya birokrasi, akan mudah membuat perbandingan dengan negara kita. Setelah itu kita akan berkesimpulan Indonesia jelek, korup, susah, amburadul, gila, sampah. Pertama-tama hal ini akan membuat mata kita terbuka, tapi lama-lama membuat mual juga. Akhirnya, seperti kata salah seorang sastrawan, malu aku jadi orang Indonesia

Tapi kita tetap harus optimis akan ada perubahan di negara kita. Karena aku sekarang masih tercatat sebagai pegawai Depertemen keuangan ingin berbagi cerita seputar reformasi di departemenku. Spesifik lagi di Direktorat Jenderal Pajak, instansiku.

Sejak pemerintahan dipegang SBY (bukan kampanye SBY lhooo) dan Menkeunya Sri Mulyani, tahun ini mencanangkan program reformasi di Departemen Keuangan secara radikal dan signifikan. Pemerintah menganggarkan dana Rp 5,46 trilyun untuk lembaga negara yang melakukan reformasi birokrasi. Untuk sementara ini baru 5 lembaga yaitu BPK, MA, Depkeu, MenPAN. dan KPK. Tujuan reformasi birokrasi adalah modernisasi administrasi, peningkatan pelayanan publik dan pemberantasan KKN.

Untuk menunjang program tersebut terdapat insentif bagi para pegawai yaitu peningkatan tunjangan yang cukup "wah". Mungkin penghasilannya menjadi setara dengan pegawai BUMN. Karena tunjangan sudah gede pegawai tidak boleh ngobyek lagi. Walau sebelumnya peraturannya juga tidak boleh sihh ..tapi selama ini seperti sudah menjadi tahu sama tahu kalau alasan PNS ngobyek karena alasan penghasilan yang minim.

Pegawai menandatangani kode etik pegawai. Kalau sampai melanggar akan dikenakan sanksi dari mulai pengurangan tunjangan sesuai dengan beratnya pelanggaran sampai pemecatan dari PNS. Kalau pelanggarannya termasuk kriminal akan diserahkan ke kepolisian. Kalau mengetahui pelanggaran pegawai, masyarakat bisa melaporkan ke Itjen Depkeu khususnya IBI (Inspektorat Bidang Investigasi) yang khusus menangani masalah KKN.

Program reformasi ini sudah sangat gencar diberitakan media dan masyarakat sepertinya sudah tidak sabar mendapatkan pelayanan yang bersih. Tapi perbaikan infrastruktur dan reformasi kepegawaian (mutasi) masih dalam proses membuat masyarakat kecewa karena belum seperti yang diharapkan. Pegawai masih terkaget-kaget karena saking radikalnya program ini, banyak permintaan dari pusat sementara fasilitas setelah merger/pemekaran (banyak kantor baru) belum memadai.

Kepastian penempatan pegawai juga mempengaruhi suasana kerja semuanya seolah serba mendadak. Di sisi lain pelayanan harus tetep jalan, jadi kalo sekarang masih berantakan dan ada kekurangan, mungkin suatu hal yang wajar. Perlu waktu untuk mengikuti irama sekarang yg sedang didendangkan.. seperti lagunya Rhoma Irama.

Sebagai warga negara kita tentunya wajib mendukung dan berdoa agar program ini sukses dan berlanjut ke lembaga lain. Karena semua perubahan butuh proses baik itu pelan ataupun radikal. Dengan harapan akhirnya tercipta birokrasi yang bersih dari KKN. Karena tidak mungkin akan tercapai perbaikan ekonomi tanpa ada perbaikan birokrasi. Dan kita tidak perlu lagi malu menjadi warga negara Indonesia

Buah Kesemek (Kaki)

Bukan....bukan kakiku yang berbuah, tapi ini tentang buah kesemek bahasa Jepangnya KAKI. Sehabis musim panas menjelang musim gugur mulai musim buah kaki. Dulu waktu kecil masih suka nemu buah ini dipasar, tapi sekarang sudah jarang banget hampir bisa dibilang tidak pernah sampai kemudian aku menemukan kembali di Jepang.

Kemarin waktu Masako san main kerumah bawain buah ini. Katanya metik dikebon kakeknya. Memang agak lain rasa buah kesemek Indonesia dan Jepang. Kalau kesemek Indonesia agak sepet, kesemek Jepang ada 2 macam. Yang sepet biasanya untuk dikeringkan jadi manisan, yang manis dimakan langsung. Rasanya yang kenyal, manis dan segar sangat cocok menjadi buah diawal musim gugur yang udaranya mulai dingin.

Kesemek adalah nama sejenis buah-buahan dari marga Diospyros. Tanaman ini dikenal pula dengan sebutan buah kaki, atau dalam bahasa Inggris dinamai Oriental (Chinese/Japanese) persimmon. Nama ilmiahnya adalah Diospyros kaki. (‘Kaki’, bahasa Jepang, adalah nama zat tanin yang dihasilkan buah ini).

Kesemek yang matang berwarna antara jingga kekuningan sampai kemerahan dan berdiameter antara 2-8 cm. Buah ini dapat dimakan langsung dalam keadaan segar setelah diolesi dengan air kapur dan diperam, agar rasa sepatnya hilang. Dapat juga dikeringkan atau diolah menjadi selai, agar-agar, es krim dan lain-lain. Buah kesemek segar mengandung 19,6% karbohidrat, terutama fruktosa dan glukosa, 0,7% protein, vitamin A dan kalium.

Buah kesemek yang muda mengandung zat tanin yang dinamai tanin-kaki, yang menimbulkan rasa sepat pada buah. Zat ini akan berkurang bersama dengan masaknya buah. Tanin-kaki dimanfaatkan untuk mengawetkan berbagai kerajinan tangan, membantu produksi arak-beras di Jepang, serta bahan pengobatan penyakit hipertensi.


Asal-usul dan penyebaran

Kesemek berasal dari Tiongkok, yang kemudian menyebar ke Jepang pada jaman purba dan dikembang biakkan. Belakangan buah ini menyebar ke bagian lain Asia, dan pada masa kolonial di tahun 1800an dibawa ke Eropa selatan dan Amerika (Kalifornia).

Buah ini cukup penting dalam tradisi Tiongkok dan Jepang, sehingga nilai komersialnya tinggi. Kini komersialisasi produksi kesemek telah merembet dan meluas ke Selandia Baru, Australia dan Israel. Ekspor dari Israel inilah yang dinamai sebagai Sharon fruit.

Buah Kesemek di Indonesia

Di Indonesia, Malaysia dan Thailand, produksi kesemek umumnya hanya cukup untuk konsumsi lokal. Sumatera Utara, khususnya wilayah Brastagi, di waktu lalu pernah secara tetap mengirimkan kesemek untuk Singapura; namun kini terhenti karena kualitasnya terdesak oleh kesemek produk negara-negara lain. Tempat-tempat lain di Indonesia yang menghasilkan kesemek di antaranya adalah Jawa Barat dan Jawa Timur, di mana buah ini ditanam pada daerah-daerah tinggi di pegunungan.

SETIAP menjelang pergantian musim, para petani umumnya sudah bersiap-siap melakukan penanaman, dengan perhitungan curah hujan akan relatif tinggi pada saat itu. Berbagai ramalan cuaca dari badan meteorologi umumnya menjadi pegangan, dalam perencanaan penanaman suatu komoditas yang disesuaikan dengan jumlah curah hujan.

Kendati demikian, sejumlah petani di Jabar, terutama wilayah Priangan, sejak lama memiliki parameter tradisional untuk menghitung datangnya musim kemarau dan musim penghujan. Adalah pohon buah kesemek, yang menjadi pertanda cukup ampuh membaca musim, terutama persiapan memulai atau menghentikan penanaman komoditas sayuran.

Cara tradisional ini, di antaranya masih dilakukan banyak petani di Kecamatan Cigedug Kabupaten Garut. Kendati demikian, jumlah pohon kesemek kini jumlahnya sudah sangat sedikit, karena banyak petani tak mengusahakan lagi akibat nilai jualnya sangat rendah.

Keberadaan pohon kesemek, umumnya tinggal sebagai tanaman pengisi kekosongan lahan, kebanyakan ada di sudut-sudut kebun, lereng-lereng bukit, atau tempat lainnya yang kurang diupayakan secara serius oleh petani. Namun demikian, keberadaan pohon kesemek selalu dituju para petani untuk melihat pertanda datangnya musim, tanpa harus menunggu kabar dari badan meteorologi.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tunas Harapan Desa Barusuda, Dias Sudiana, senada dengan kades A. Parid P., menyebutkan, parameter yang digunakan para petani untuk melihat datangnya musim hujan atau musim kemarau, adalah dari pertumbuhan pucuk daun tanaman pohonkesemek.

Daun pohon kesemek diketahui sensitif terhadap musim, suhu udara, dan rintik hujan, di mana menjelang musim kemarau pertumbuhan pucuk langsung tak tumbuh lagi sedangkan gelagat menjelang hujan cepat tumbuh subur.

"Cara tradisional tersebut selama ini cukup ampuh, karena keakuratannya mencapai 95 persen. Herannya, kalau mengandalkan kabar badan meteorologi dengan alat-alat modernnya itu pun mesti kami mencari-cari, pengalaman kami tak jarang malah meleset dari perkiraan," ujar Dias.

Soal nilai ekonomis buah kesemek sendiri, umumnya kini sudah tak diharapkan lagi oleh para petani. Karena itu, petani banyak yang menebang dan hanya menyisakan sedikit, untuk paramater musim hujan dan musim kemarau.

Disebutkan Dias, dahulu saat musim panen, para bandar hanya menghargai panen buah kesemek secara pukul rata-rata per hektare Rp 1 juta. Namun, nilainya kian hari tak jelas, walau pun mereka mendengar buah kesemek termasuk cukup laku di pasaran.

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Kesemek

http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/082006/02/0603.htm

Bahaya Mengintai Anak Kita

Berbagi berita terutama buat teman-teman yang punya anak kecil. Lihat berita kemarin di TV, ada pembunuhan terhadap anak perempuan kelas 2 SD di daerah Kakogawashi Kobe.Yuzuki Unose nama anak itu.Setelah menaruh sepeda Yuzuki masuk rumah dan jatuh tersungkur di pintu masuk (genkan). Dia meninggal dengan luka tusukan pisau didada. Pelakunya adalah seorang laki-laki kata Yuzuki sebelum meninggal. Sampai sekarang polisi masih mencari pelakunya.

Duhhh..kebayang gimana sedihnya orang tua Yuzuki. Sebagai orangtua yang juga mempunyai anak SD di Jepang ikut merasakan khawatir. Ternyata Alarm dan tugas patroli belum cukup aman untuk mencegah anak-anak menjadi sasaran kejahatan.

Jadi khawatir nih melepas Ito pergi dan pulang sekolah, karena di Jepang sejak SD anak diharuskan pergi dan pulang sekolah tidak boleh diantar jemput. Tapi bareng dengan teman-temannya. Tapi kalau tidak ada orang dewasa diantaranya khawatir juga

Ribut?? Siap-siap Kena Denda

Sebuah pengadilan di Tokyo menjatuhkan denda sebesar 360.000yen kepada sebuah keluarga dan memberikan kepada tetangga bawahnya sebagai kompensasi atas kegaduhan yang ditimbulkan anak balitanya. "Gangguan tersebut telah melewati ambang batas yang diperbolehkan" kata Yasushi Nakamura, hakim pada pengadilan distrik Tokyo.



Kedua Keluarga tersebut tinggal di Itabashi-ku Tokyo. Keluarga bawah menuntut keluarga atasnya sebesar 2.4 juta yen akibat gangguan suara langkah kaki anak balitanya yg pindah ke lantai dua pada apartemen yg sama sekitar bulan April 2004. Istri si penuntut juga menderita insomnia akibat gangguan ini.



Sebelumnya si penuntut sudah komplain kepada tetangga atasnya namun tidak dihiraukan. Si penuntut kemudian memasang pengukur suara di rumahnya dan terukur besar gangguan langkah kaki dari atas kamarnya sebesar 50-65 desibel.




Pengadilan memutuskan bahwa langkah kaki balita tsb sangat keras dan seringkali terjadi sampai larut malam. “Seharusnya si bapak menanggapi komplain dari si penuntut dan berusaha utk lebih mendisiplinkan anaknya” kata pengadilan. Keluarga si balita akhirnya pindah dari Apartemen tsb pada bulan November 2005.




Mainichi Japan,October 4, 2007



Deg-degan juga nih, secara aku tinggal dilantai dua dengan dua anak satunya masih balita .

Tips untuk yang mau cari apato, kalo ada anak kecil mending cari dilantai 1

Prosedur Baru Masuk ke Jepang

Punya rencana wisata ke Jepang?? atau ada kerabat yang ingin ke Jepang??
Dapat info bahwa akan diberlakukan prosedur baru apabila ingin ke Jepang. Masih ada hubungannya dengan terorisme (sedih sebetulnya karena kalau berhubungan dengan terorisme cenderung dihubungkan dengan islam) maka mulai bulan November 2007 ini akan diberlakukan prosedur baru di kantor imigrasi bandara internasional Jepang bagi orang asing yaitu:
Menunjukkan pasport (sama seperti sebelumnya)
Diambil sidik jari (kedua jari telunjuk)
Foto wajah (facial photograph)
Short interview
Terima pasport kembali.
Dikecualikan dari pemeriksaan bagi :
Apabila usia di bawah 16 th
Permanent Resident
Diplomat dan tamu negara

7 Tahun Aristo Agna Nugroho

Hari ini 17 September 2007, Aristo Agna Nugroho anak kami yang pertama berusia 7 tahun. Tidak terasa, perasaan baru kemarin aku melahirkanmu. Waktu begitu cepat berlalu, apa yang sudah kami berikan untukmu?? Kami, bapak dan ibumu merasa masih sangat kurang memberikan contoh menjadi orangtua yang baik. Sedangkan kami selalu berharap engkau bisa menjadi anak yang baik.

Maafkan kami anakku, semoga kami masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri. Menjadi tauladan dan mendidik dirimu dengan baik. Maafkan kami anakku, apabila banyak kemarahan dan kekesalan kami tertumpah padamu. Sedangkan kami selalu berharap dirimu untuk tidak suka marah dan kesal.

Ya Allah berikanlah kami kesabaran dan kemampuan untuk mendidik ito sesuai tuntunan-Mu dan Rasul-Mu. Sehingga menjadi anak yang sholeh, mandiri, berguna untuk umat dan agama-Mu,Amien.

Duka Pekerja Indonesia di jepang

Dapat email dimilis dari saudara kami pekerja Indonesia non profesional(trainee/kenshusei) di daerah Furukawa. Isi emailnya begini :

Seluruh mahasiswa Sendai marhaban ya ramadhan SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA, minal aidzin wal fa idzin mohon maaf lahir bathin. Kondisi kami trainee dari furukawa sedang kurang enak. soalnya tempat jishu kami/ pabrik tempat kami kerja, melarang kami shalat,puasa. ada orang di gemba kami yang sangat AROGAN sekali terhadap kami orang indonesia(islam) kami puasa aja dilarang keras sampai2 sering di ancam. suruh pulang lah, suruh kerja lembur terus2an lah sampai jam 10 mlm,bahkan sampai2 mau matiin semua AC di dalam gemba supaya keadaan gemba jadi panas.

Kalau istirahat siang semua di sidang, kaya KULTUM kali........tadi istirahat pada makan tidak? katanya (kata org jpg) pokoknya orang ini kayanya sensitif banget ke orang indonesia. tiaaaaaaaaaaaaaaap hari pasti aja ada yang di marah2in. wong kerjaan nya tiap hari marah2 terus sich. kayanya di gemba kalau orang ini tidak masuk sehariiiiiiiiiiiiii aja, gemba serasa kaya syurga kali........

Pokoknya di tempat jishu ku ini kurang enak banget, tidak ada ketenangan dan kenyamanan. kayanya tiada hari tanpa marah2an. cuma kami tetep sabar dan sabar banget. meski begini. shalat ya sembunyi-sembunyi bahkan ada yang shalat di gudang minyak. padahal shalat kami tidak menggangu waktu kerja. kami shalat kalau lagi istirahat siang.

Yah, mudah - mudahan waktu 3 tahun cepet terlewati dan mudah2an aku tidak menemui perusahaan yang karyawanya Arogan. tidak ada ketenangan.....Kalau di jepang bukan rizki ku, aku siap di pulangin, insyaAllah di indonesia juga banyak perusahaan yang bagus. tapi sekarang aku cuma mencoba bertahan demi cita2 diriku pribadi dan ORTU ku di indonesia.
sudah dulu ya. doain aja trainee furukawa selalu di beri perlindungan Allah swt.

Terharu dan sedih membaca perjuangan saudara-saudara kita, dalam kondisi berat dan dalam tekanan begitu semangat dalam menjalankan ibadah. Jadi malu pada diri sendiri yang diberi keleluasaan menjalankan ibadah masih suka malas-malasan dan kurang semangat.

Ya Allah berikanlah kekuatan dan kesabaran pada saudara-saudara kami, sesungguhnya hanya kepada-Mu kami berserah diri dan memohon pertolongan.

Salah kelas

Hampir dua bulan libur musim panas, les bahasa Jepangku juga libur. Sebetulnya kemarin hari Jumat hari pertama masuk les. Karena ada Taifu/angin topan, les diliburkan begitu juga anak-anak sekolah. Sebetulnya hari lesku cuma satu kali seminggu yaitu hari Jumat. Sebelum aku ikut kelas yang sekarang, kelas sebelumnya dua kali seminggu yaitu Rabu dan Jumat.


(kelas Adanced)
Saking semangatnya belajar, aku kok ingatnya hari lesku sekarang Rabu dan Jumat yaa.. Sampai-sampai saat temanku mau main aku tolak karena Rabu ini ada les. Jam 10.30 les dimulai, jam 10.15 diiringi hujan rintik-rintik aku mengayuh sepeda memboncengkan Lula berangkat les. Ohya ditempat lesku menyediakan tempat penitipan anak. Jadi sementara emaknya belajar anaknya juga belajar bareng sensei dan teman-temannya.

Sampai di Kitayama Shimin Senta tempat lesku, aku segera menitipkan Lula. Agak butuh waktu lama lula bisa ditinggal karena libur lama. Kok anak teman-teman sekelasku belum ada yaa??? tanyaku dalam hati. Mungkin karena hujan pada terlambat, pikirku..

Setelah Lula bisa ditinggal, aku segera ke ruang kelas. Eng ing eeeengggg...lho kok sensei/gurunya lain yaa??? celingak celinguk...trus dikasih tahu sama sensei, bukannya kelasku hari Jumat. Baru ingat!! Iya..khan kelasku hari Jumat aja...kenapa Rabu aku masuk yaaa. Akhirnya karena murid sebenarnya belum datang, aku dipersilahkan masuk.

Akhirnya kita ngobrol kegiatan selama liburan musim panas. Setelah Han san murid aslinya datang, akhirnya aku ditawari ikut aja sekalian. Kebetulan murid lainnya gak dateng. Yaaa...udah akhirnya aku gabung dikelas advanced. Yang sebenarnya aku masih dikelas intermediate. Di kelas advanced bukunya pake kanji, buat Han san bukan masalah karena dia dari China, dimana di China tulisannya juga kanji. Lha aku....kepayahan mengikuti pelajarannya. Kapook deeh....

Belum Lima Menit

Masih ingat gak iklan pembersih lantai dengan slogan belum lima menit?? kalau gak ingat ya gakpapa gak usah dipikirin.... Mau cerita aja...pas kapan itu ceritanya latihan nari sama Yuko dan Astrid. Di tengah-tengah latihan kita istirahat bentar. Minum-minum dan ngemil. Kebetulan hari itu Yuko bawa oleh-oleh. Eehhh..gak sengaja kok ya jatuh tuh makanan yang aku pegang. Karena sayang aku ambil lagi sambil teriak "belum lima menit!"

Yuko yang sudah mahir bahasa Indonesia langsung ngakak dengar aku ngomong gitu. Sambil dia bilang " Sugoi ne orang Indonesia, makanan jatuh kasih batas sampai lima menit.pada tahan sakit perut yaa??". Aku sama Astrid jadi ikut ketawa.... Trus aku tanya "kalau orang Jepang ada gak slogan yang serupa??". "Ada" katanya. " Emang kalo orang Jepang gimana??" tanyaku. " mada Sambyou (belum 3 detik)" jawab Yuko. (eehh bener gak ya aku nulisnya??)

Makanya orang Indonesia lebih hebat yaa...dari orang Jepang..perutnya!!

Jangan lupa Tasnya

Kebersihan sudah menjadi gaya hidup sehari-hari orang Jepang. Terbukti tidak ada sampah berserakan dijalan-jalan, taman-taman kota yang bersih, asri dan sungai yang jernih dengan ikan-ikan yang bebas berenang. Kebersihan dimulai dari rumah dengan memisahkan sampah yang bisa didaur ulang atau tidak. Harinyapun ditentukan tidak sembarangan kita membuang sampah.

Masih ada hubungannya dengan kebersihan, orang Jepang punya kebiasaan jalan-jalan pagi atau sore. Tidak peduli musim panas atau musim salju kalau jadwalnya jalan-jalan ya tetap jalan-jalan. Tapi jarang mereka jalan-jalan sendiri atau bareng temennya. Lha sama siapa??

Sama wanwan (baca wangwang) alias anjing. Aku pikir-pikir efektif untuk menstabilkan kecepatan jalan dan tentu lebih semangat karena ada temannya. Kan gak asyiik yaa..jalan-jalan sendiri. Yang unik selain menuntun wanwan mereka selalu membawa tas kecil yang cantik.


Dulu aku kira itu tempat dompet atau HP, ternyata itu adalah tas khusus untuk tempat kotoran anjing. Jadi kalau sewaktu-waktu anjingnya BAB dengan memakai kaos tangan khusus mereka menyimpan kotoran itu dalam tas. Dibuang setelah sampai rumah. Gak tahu yaa..apa dimasukkan kloset atau ketempat sampah.

Jadi ingat di kota asalku Boyolali, masih banyak kendaraan dokar/andong. Itu tuhh..kereta yang ditarik oleh kuda. Suka lihat kotoran kuda berceceran dijalan karena tidak diberi wadah untuk menanpungnya. Tapi ada juga siihh yang sadar diberi penampung. Duuhh...jijik kan yaa...kalau dijalan berserakan kotoran kuda.

Sumo

Beberapa hari ini di TV ramai diberitakan tentang juara sumo Jepang sedang mengalami tekanan mental alias stres. Bulan Agustus 2007, Asashoryu menerima hukuman skors dari Asosiasi Sumo Jepang dalam bentuk larangan tampil dalam 2 turnamen akibat bermain sepak bola amal di Mongolia ketika sedang cuti sakit. Mungkin tidak siap dengan hukuman itu dia mengalami tekanan mental. Untuk menenangkan diri dia minta ijin mudik ke negara asalnya Mongol. Wah...alamat tidak bisa melihat Asashoryu bertanding sumo tahun ini.
Dulu waktu di Indonesia di TV suka disiarkan pertandingan sumo. Aku pikir apa menariknya sumo siih....?? Ternyata setelah di Jepang kami sekelurga kok jadi penggemar sumo yaaa...Apalagi ito, dulu pas ada tante Unix suka ngajak sumo-sumoan. Sekarang main sumonya sama bapaknya atau om-omnya di Sendai. Ternyata sumo tidak cuma sekedar bergulat tapi ada nilai seni dan ibadahnya buat orang Jepang.

Sumo adalah.....

Sumo (相撲, sumō?) adalah olahraga saling dorong antara dua orang pegulat yang berbadan gemuk sampai salah seorang didorong keluar dari lingkaran atau terjatuh dengan bagian badan selain telapak kaki menyentuh tanah di bagian dalam lingkaran. Pegulat sumo (rikishi) perlu berbadan besar dan gemuk karena semakin tambun seorang pegulat sumo semakin besar pula kemungkinannya untuk menang.

Sumo adalah olahraga yang berasal dari Jepang dan sudah dipertandingkan sejak berabad-abad yang lalu. Di beberapa negara tetangga Jepang seperti Mongolia dan Korea juga terdapat olahraga gulat tradisional yang mirip-mirip dengan sumo.

Sumo memiliki berbagai upacara dan tradisi yang unik seperti menyebarkan garam sepanjang pertandingan untuk mengusir bala.

Asal usul Sumo

Sama halnya seperti berbagai jenis olahraga gulat yang ada di seluruh dunia, sumo sudah dikenal di Jepang sejak zaman prasejarah. Pada literatur klasik Jepang abad ke-8 Masehi, bentuk awal sumo dikenal dengan sebutan Sumai. Sumo dalam bentuk yang dikenal sekarang ini mungkin berbeda dengan "sumo" di zaman dulu. Pegulat sering bertarung sampai mati karena jumlah peraturan yang ada masih sedikit.

Penguasa Jepang di abad ke-16 yang bernama Oda Nobunaga sering menyelenggarakan turnamen sumo. Bentuk ring sumo seperti yang dikenal sekarang ini berasal dari zaman Oda Nobunaga. Dibandingkan dengan mawashi pada zaman sekarang yang dibuat dari kain bagus yang kaku, pegulat sumo di masa Oda Nobunaga masih memakai penutup tubuh bagian bawah dari kain kasar yang longgar. Di zaman Edo, pegulat sumo bertanding dengan mengenakan mawashi bermotif indah dan gagah yang disebut kesho mawashi. Di zaman sekarang kesho mawashi hanya dikenakan pegulat sumo pada saat berparade di atas dohyō di awal pembukaan turnamen.

Sumo sering dikaitkan dengan ritual dalam agama Shinto. Sampai sekarang ini, di beberapa kuil Shinto masih diselenggarakan pertarungan antara pegulat sumo dengan Kami.

Siapakah Asashoryu???

Asashoryu Akinori (朝青龍 明徳, Asashōryū Akinori?) adalah seorang pesumo pertama asal Mongolia yang berhasil menjadi yokozuna. Lahir di Ulaanbaatar, Mongolia, 27 September 1980 dengan nama Долгорсүрэн Дагвадорж (Dolgorsuren Dagvadorj). Bulan Agustus 2007, Asashoryu menerima hukuman skors dari Asosiasi Sumo Jepang dalam bentuk larangan tampil dalam 2 turnamen akibat bermain sepak bola amal di mongolia ketika sedang cuti sakit.

Asashoryu memulai karir sebagai pesumo pada bulan Januari 1999. Prestasinya yang luar biasa segera melampaui prestasi Kyokushuzan dan Kyokutenho, dua pesumo senegara yang lebih dulu berada di divisi atas. Gelar sekitori diraih Asashoryu bulan September 2000. Setelah 2 turnamen berikutnya, Asashoryu sudah menempati divisi makuuchi (Januari 2001). Bulan Mei 2001, Asashoryu yang saat itu bergelar komusubi memenangkan penghargaan sanshō kategori shukun-sho (penampilan yang luar biasa). Pada tahun 2002, Asashoryu memperoleh gelar ozeki setelah mencatat rekor bertanding 11-4, 11-4, dan 12-3. Yokozuna yang merupakan gelar tertinggi dalam olahraga sumo diraihnya pada 30 Januari 2003.

How About Islam In Japan?

Sumber : http://www.asahi.com/english/Herald-asahi/TKY200705040051.html

The Yokohama Mosque in Yokohama's Tsuzuki Ward echoes with the sound of Friday prayers chanted in Arabic. Worshippers in the 200-square-meter mosque number about 70--Muslims from Asia, Africa and elsewhere. The premises were purchased last summer and then renovated, opening for services at the end of last year.

Before that, Muslims in Yokohama prayed in private apartments. On Friday, the holiest day of the Muslim week, worshippers would gather at one of their apartments for prayers, while police looked askance at the long lines of cars parked outside. Sometimes during the fasting month of Ramadan, police would get calls from neighbors uneasy about the large and mysterious after-sunset gathering of foreigners.

In January 2006, the local Islamic community decided to purchase a two-story reinforced concrete building and turn it into a mosque. The price: 100 million yen. The contract called for a 10 million yen down payment in March, with the remaining 90 million yen to be paid within four months. An appeal went out for contributions from foreign Muslims all over the country--in Osaka, Nagoya, Toyama, Niigata and Hokkaido.

"There it was, May already, and we'd collected no more than 20 million yen," recalls Iqbal, a 43-year-old Pakistani used car dealer.

Iqbal came to Japan in 1988, and launched his dealership three years later. Now he owns three used car showrooms in Dubai, United Arab Emirates. Business is good, but "When there's no mosque, something important is missing from your life," he says.

A mosque is more than a place of worship. It occupies a central role in Islamic life. Adults not only pray there but also attend sermons as well, given by religious teachers. Children study the Koran there. The mosque collects charity and assists the poor. It forms the core of the Islamic community.

There are currently between 30 and 40 single-story mosques in Japan, plus another 100 or more apartment rooms set aside, in the absence of more suitable facilities, for prayers. Many Muslim communities have plans to build mosques in the near future.

Mohammad, 38, runs an Asian grocery store in Tsunashima, Yokohama. The Sri Lankan had 520,000 yen in savings, and was thinking of donating 300,000 yen towards the purchase of the mosque. He changed his mind and donated 500,000 yen, virtually emptying his account.

He says: "When you make a contribution to a mosque, God prepares a house for you in heaven. It's thanks to God that I've been able to make my way in Japan up to now. And God will continue to help me in future."

Mohammed, the seventh-century founder of Islam, was a merchant of Mecca, and many passages in the Koran reflect a merchant's manner of thinking--as, for example: "Who is there who will lend a good loan to God? for He will double it for him, and for him is a generous reward."

The deadline for payment of the 90 million yen was 11 a.m July 20. On July 10, the community was still 5 million yen short. Iqbal worked the phones, contacting foreign Muslims all over Japan. On the morning of July 20, 2 million yen arrived in cash. That, plus contributions forwarded directly to a special bank account, just made up the required amount.

In Nagoya, local foreign Muslims, most of them used car dealers, got together and purchased for 46 million yen a suburban building that had previously been a clothing store, turning it into the Nagoya Port Mosque, which opened last autumn.

"Wherever in the world Muslims live, it's only natural that there be a mosque," says Hanif, a 36-year-old Sri Lankan.


Factory workers

"Come to prayers, prayers are more important than sleep."

At 5:30 on Sunday morning, the muezzin summons the faithful of Shin-Anjo, Aichi Prefecture, to worship at the New Anjo Mosque. Among the more than 300 who had been here for Saturday night prayers, about 100--this reporter with them--spent the night at the mosque.

More than half the worshippers are Indonesians working at nearby factories turning out auto parts and other products on a subcontract basis. The workers are participants in a three-year program that since the early 1990s has offered training (for one year) and on-the-job experience (two years) to about 5,000 overseas applicants. Second in numbers only to the Chinese are those from Indonesia, the world's largest Islamic country.

"Don't cheat people," says the preacher. "Earn your profits by just means only. Profits are given to you by God. He wants to test you in your use of them. Help the needy, follow the way of Islam--and God will reward you."

"It's hard to say afternoon prayers at work," says one trainee. "And if there's overtime, I can't say prayers after sunset either."

Muslims pray five times a day--in the morning, just after noon, around 3 p.m., after sunset and at night. Morning and nighttime prayers can be recited at their lodgings. The noon prayer can be said during the lunch break. But mid-afternoon and sunset prayers present a difficulty.

"When I first came," says another trainee, "I said to the boss, 'Give me time to say my prayers, and in return I'll work really hard for you.' All it takes is 10 minutes. And a serious Muslim who says his prayers is serious about his work, too."

In their home countries, most offices and factories set aside space for prayers. But Japan, even as it welcomes Islamic workers, offers very little in the way of workplace prayer space. Prayer and work do not mix naturally here.

"I'm going to my lodging to get some sleep," says an Indonesian trainee as he leaves the mosque at 8 a.m. Sunday. "I have to go to work this evening. I'm on the night shift."

He works from 8 p.m. to 8 a.m. every night except Saturday. This is his third year in Japan. He's worked the night shift for the past year. "It's good for me," he says. "I asked for the night shift. It means I can pray five times a day."


Pilgrimage to Mecca

Monir Morshed is a 32-year-old Bangladeshi engineer working for a computer company in Tokyo's Shinjuku Ward. At the end of last year, he went on a pilgrimage to Mecca.

Every year more than two million Muslims from all over the world journey to this holiest of Islamic sites. "The pilgrimage washes your sins clean," Monir says. "You feel as if you've been reborn."

He came to Japan in 1993 on a Japanese government scholarship. He graduated from the Tokyo Institute of Technology, went on to graduate school to do a master's course, and then stayed in Japan to work.

Last year, he began to think seriously about going to Mecca. He gave his employers notice that he would be taking three weeks' leave towards the end of the year. In summer, he began to observe Islamic teaching with particular rigor. Dining with colleagues, he refrained not only from drinking but also from so much as touching a sake bottle.

In September, there was an office party. "Before, when we poured each other drinks, my colleagues would pour my juice while I poured their beer. But I couldn't do that any more, so I made up for it by serving their vegetables for them."

Devout Muslims must abstain not only from alcohol, but also from food or cakes flavored with alcohol.

"Strictly speaking, it's not right for me even to attend dinners where alcohol is served," Monir says. "However," he adds--in an apparent concession to Japanese ways--"socializing is important, too."

In Islam, there are specially qualified holy men who answer questions put to them by believers. These questions can be about anything, from matters of faith to human relationships, business and contracts, even politics. Answers are grounded in the Koran and in judgments rendered by great scholars in the past.

Shaikh Hafiz Salman, 43, graduated from a religious seminary in Pakistan and now serves as imam at the Otsuka Mosque in Tokyo's Toshima Ward.

"Muslims living in Japan are beset by questions that simply don't arise among Muslims in the Islamic world," he says. "It's my job to address these questions."

Monir consulted Shaikh Hafiz regarding whether it was acceptable for him to attend office parties.

"It would be best not to, but if you must attend, do not touch alcohol," Shaikh Hafiz replied. Monir's leave of absence began on Dec. 20. At a year-end party just before, his boss took him aside and said, "Take care of yourself; we'll see you next year." Monir had felt uncomfortable about taking time off. "It pleased me that the boss spoke to me like that," he says.


Children learn Arabic

At the mosque in Ebina, Kanagawa Prefecture, about 10 children around age 10 are learning the Arabic alphabet. Every day from 4 p.m. to 8 p.m., the mosque holds Koran classes. They started last November, at the urging of Pakistani and Bangladeshi Muslims living in the area who wanted their children to be properly versed in the ancestral religion and the Arabic language. The classes are taught by the parents themselves.

Slaiman, a 39-year-old Sri Lankan who lives in neighboring Yamato and deals in used cars, sends his two sons, age 8 and 4, to classes at the mosque. He himself began studying Arabic at age 5 at a mosque school in Sir Lanka. He wants to give his own children a similar religious environment.



"The Koran is written in Arabic," he says. "If the children don't learn it now they won't be able to read it properly or understand the meaning of the prayers."

Islam is not faith in isolation. It teaches faith, morality and human relations as a whole, and children must learn it early if they are to fully master it.

"Japanese schools teach only knowledge--not how to be a good human being," says one Muslim father.

Nasr-abdllah, 49, operates an Asian grocery store in Shinjuku Ward. Originally from India, he has plans to open an Islamic school.

"Foreign Muslims living in Japan are deeply troubled about their children's education," he explains. "In some cases, the father wants to send the children to school in his home country, but his Japanese wife is opposed. Some couples have divorced over this."

Nasr-abdllah's Japanese wife took their six children to Malaysia for two years, to give their three daughters, when they reached school age, the benefits of Islamic schooling.

Hossein, a 43-year-old car dealer in Katsushika Ward, has been in Japan 20 years, but he and his Japanese wife plan to take their three children to his native Bangladesh next July so the elder children, a 10-year-old daughter and a 7-year-old son, can acquire the beginnings of an Islamic education.

They currently attend a local elementary school. Forbidden by their religion from eating pork or any meat not prepared in accord with Islamic rites, the children bring lunch from home following the same menu but prepared to conform to their faith. School authorities waived the usual dress regulations, allowing the daughter to wear an Islamic scarf.

Hossein says: "Soon, my daughter will have to don a full veil, which exposes only the eyes. It will be hard for her to attend Japanese school. As for my son, I want him to grow up to be an Islamic scholar in Bangladesh."

There are many Islamic schools in Western nations with large Muslim populations, but in Japan, there is not a single Muslim elementary or junior high school. The Otsuka Mosque in Toshima Ward plans to register itself as an educational corporation and establish an Islamic school, but for now all it can offer is a daycare center with no official status.(IHT/Asahi: May 4,2007)