Monday, 25 August 2008

Nariku Gagal

Dulu waktu baru datang ke Sendai aku ambil les bahasa di Aoba-ku Shimin Senta. Disini les bahasanya gratis. Lumayan jauh sih dari Kaikan tempat aku tinggal. Naik sepeda sekitar 15 menitan. Baru 2 bulan les disana, hamil Lula. Akhirnya pindah les diKaikan sebetulnya yang menyelenggarakan sama yaitu ICAS (singkatan dari apa yaa??lupa deh... kayaknya semacam organisasi dibawah MIA-Miyagi International Association), cuma yang disini bayar 15ribu yen. Cotto takai ne!!.
Tiap akhir masa les selalu ada upacara penutupan, dimana setelah upacar resmi penyerahan ijazah dll dilanjutkan makan2 dan pentas seni. Tahun lalu waktu penutupan acara aku hamil besar jadi tidak bisa pentas.

Tahun ini walaupun setelah melahirkan belum les lagi, temenku Deffi yang les di MIA diundang ngisi acara. Untuk ngeramein acara Deffi ngajak aku. Deffi sendiri tidak bisa ngisi karena hari itu dia baito.

Karena aku juga sudah kangen sama sensei2ku nihongo dulu, aku iyain aja ajakan Deffi. Persiapan sudah lengkap, sebelum pergi kaset udah aku cek sekalian latihan bentar. Dengan bersepeda aku menuju Aoba-ku.

Setelah dandan nunggu bentar tibalah aku tampil. Dengan percaya diri mulailah aku terbang kesana kemari serasa jadi merak . Di tengah2 irama kok mleyatmleyot ya musiknya?? kan irama sama gerakan jadi gak pas. Daripada narinya jadi kacau balau akhirnya aku minta berhenti ditengah jalan.



Aku tawarkan untuk diulang aja, tapi karena yang akan tampil banyak dan kebiasaan orang Jepang waktu bener2 dihitung, akhirnya mereka minta maaf tidak bisa mengulang.

Sedih ,kecewa dan malu... tapi kayaknya penontonnya gak ada yang ngeh sih....abis mereka tetep aja tepuk tangan. Untungnya grup tari piring tidak ada masalah.



Sampai rumah aku langsung lapor suamiku, kebetulan pas ada Reza main kerumah. Diledekinlah aku " hari gini masih pake kaset!!".

Lha mau gimana lha di Iidonesia nemunya kaset, dan belum sempat mindah ke CD. Soale gak punya alatnya

No comments: