Proyek musim dinginku masih berlanjut. Karena tidak tiap sabtu bisa apel ke klinik gigi. Maklum biasanya sabtu minggu ada undangan angklung atau nari. Jam 8.45 pagi aku sudah keluar rumah karena janji dengan dokter jam 9.
Jalanan sekitar rumah masih sepi, tapi tetanggaku sudah keluar rumah juga. Seorang ibu muda dengan anak kecil, seumuran ito. Selama ini sering kami berpapasan paling hanya mengucapkan salam atau melempar senyum. Karena sibuk naruh barang di mobil, ibu itu lupa dengan anjingnya yang berlari keluar rumah.
Sudah biasa di Jepang, setiap keluarga punya anjing. Sering banget ketemu dengan orang sedang jalan2 sambil menuntun anjing. Malah sepertinya jarang banget lihat orang jalan-jalan sendirian. Kembali ke anjing tetanggaku yang lari. Waaaa....!!! kok anjingnya lari kearahku!!!!. Sambil menjulurkan lidahnya lari kencang kearahku.
Sempat terpikir apa yang harus kulakukan. Harusnya mungkin aku diam saja yaa....tapi aku sudah paniiikkkk. Yang terpikir hanya lariiiiii....!!!! tapi lari kemana yang aman????mau balik kerumah kayaknya lariku kalah kencang sama anjing itu!!!
Akhirnya hanya satu yang terpikir, aku berlari sekencang-kencangnya kearah si pemilik anjing itu. Dengan harapan kalau anjing itu mengejarku, si pemilik bisa segera menjinakkannya. Mendengar aku teriak-teriak " tatsukete!! tatsukete....!!" pemilik anjing yg sedang asyik menata barang dlm mobilnya segera sadar. Dia segera berlari kearahku.
Spontan aku memeluk ibu itu erat-erat!! sedang anaknya berusaha menjinakkan anjingnya. Berkali2 ibu itu bilang "sumimasen...sumimasen!!" dengan raut muka bersalah. Mungkin dia aneh melihat orang kok takut sama anjing. Kebiasaan org Jepang malah senang kalau didekati anjing dan mengelus2nya sambil bilang "kawai ne!"
"Daijobou...daijobou" kataku sambil mengelus-elus dada menenangkan diri. Masih dengan jantung berdebar aku menuju ke klinik gigi. Untung yg punya anjing perempuan kalau laki-laki gak tahu deh....
No comments:
Post a Comment