Tuesday, 26 August 2008

Duka Derita Christine (4)

Ternyata tidak hanya sekali dua kali suami Christine selingkuh. Sering Christine mengangkat hp suaminya saat hp berdering dan suaminya sedang dikamar mandi. Ternyata yang menelepon cewek, itu terjadi beberapa kali. Tentu saja suaminya marah, kenapa Christine mengangkat hpnya. Tapi Christine tidak peduli. Dia ingin tahu bagaimana kelakuan suaminya selama ini.

Tentu saja cewek-cewek itu kaget saat yang menerima telpon Christine. Selama ini mereka tahunya suami Christine masih bujangi. Itu juga yang terjadi dengan selingkuhan bulenya kenapa sampai hamil. Suami Christine tidak pernah bilang kalau sudah berkeluarga. Hal itu aku tahu dari pertengkaran mereka dikamar Christine. Saat Christine belum datang. Karena kerasnya pertengkaran mereka, aku dan suamiku bisa tahu apa yang mereka pertengkarkan.

Pernah suatu ketika Christine memergokinya langsung perselingkuhan suaminya. Saat itu Christine pulang mengajar bahasa Inggris di Sendai Language School. Pulangnya jalan kaki kearah Ichibanchou. Tidak sengaja melihat suaminya bersama seorang wanita didalam sebuah mobil. Dia coba ikuti mobil yang sedang mencari tempat parkir itu. Keluar dari mobil, suaminya belum sadar diikuti. Ternyata wanita yang bersama suaminya sudah tua. Bisa dibilang nenek-nenek. Bisa dilihat dari penampilan fisiknya. Mereka menuju sebuah apartemen lantai dua didaerah kokubuncho (daerah lokalisasi di Sendai). Setelah perempuan itu masuk apartemen Christine langsung menghadang suaminya yang akan masuk juga.

Betapa kaget suaminya! melihat Christine tiba-tiba ada ditempat tersebut. Perempuan Jepang yang sudah masuk apartemen memanggil - manggil suaminya dengan panggilan "darling darling"! Karena tidak ada jawaban perempuan itu keluar. Alangkah kagetnya ada Christine disitu. Perempuan itu bertanya, siapa anda? Dijawab Christine dia istri dari laki-laki itu. Tambah kaget perempuan itu. Dijelaskan juga mereka sudah mempunyai 2 orang anak. Terlihat perempuan itu gemetar, mulutnya ternganga tidak menyangka bahwa laki-laki yang bersamanya sudah punya anak istri. Tidak tahu karena malu atau shock, perempuan itu berlari sekencang-kencangnya menjauhi Christine dan suaminya.

Christine segera berlalu dan tidak mempedulikan suaminya. Sepertinya sudah beku hati Christine. Tidak ada lagi rasa marah. Dia malah geli ingat apa yang terjadi. Selama ini Christine masih mengira kalau suaminya pulang pagi atau tidak pulang sibuk dilab. Tapi setelah kejadian itu Christine berkesimpulan ternyata suaminya sibuk di kokubuncho.

Christine juga mendengar dari sensei suaminya, bahwa perempuan bule selingkuhan suaminya mendatangi kantor senseinya. Perempuan itu mengadu suami Christine lama tidak memberi uang kepadanya. Senseinya bilang bahwa dia tahunya istrinya Christine bukan perempuan itu. Kalau mau minta uang datangi saja laki-laki itu. Kenapa datang padanya? Sensei juga bilang tidak mau peduli atas apa yang terjadi dan tidak mau terlibat.

Karena tidak mendapat respon yang menyenangkan perempuan itu keluar ruangan sambil membanting pintu. Setelah kejadian itu sensei suami Christine cerita bahwa dia sudah pusing dengan tingkah laku suaminya. Christine tidak bisa komentar apa-apa. Karena dia juga sudah tidak peduli dengan suaminya. Yang ada dibenak Christine adalah bekerja sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan uang untuk ongkos pulang. Ternyata Christine tidak hanya mengajar di Shokai University. Dia juga mengajar di Sendai Language School dan beberapa kelas privat. Suaminya hanya tahu Christine mengajar di Shokai, yang lainnya tidak tahu.

No comments: