Monday, 25 August 2008

Men"charge" Iman dan Semangat

Kebiasaan kami sekeluarga tiap 2 minggu atau paling tidak sebulan sekali menyempatkan pulang kampung ke Boyolali menengok mertua dan nenek. Alhamdulillah aku dan suamiku berasal dari kota yang sama. Bedanya rumah suami di kota kabupaten sedangkan aku dipelosok desa. Ibuku semenjak aku menikah memutuskan tinggal bersamaku di Semarang, karena ayahku sudah meninggal.
Tiap kesempatan itu datang sehari sebelumnya aku sudah menyiapkan apa saja yang mesti aku bawa. Mulai baju ganti untuk sekeluarga, oleh-oleh hingga uang untuk "ninggali" saudara-saudara yang membutuhkan. Kebetulan jarak Semarang - Boyolali bisa ditempuh dengan mobil sendiri selama 1,5 jam, kalau tidak capek pulang kantor biasanya jumat sore kami meluncur ke Boyolali.
Sepanjang perjalanan sudah terbayang kegembiraan mertua, nenek dan saudara-saudara menyambut kedatangan kami. Begitu juga kami, bahagia rasanya bisa memberikan kebahagian pada mereka. Karena kami sadar dalam usia mertua dan nenek yang sudah tua tidak ada yang lebih membahagiakan selain kedatangan kami, anak cucunya.
Pun dengan saudara-saudara didesa, oleh-oleh dan sekedar uang untuk jajan anak-anak adalah sesuatu yang istimewa. Yang nilai uang itu kalau aku belanjakan dikota tidak seberapa tapi sangat berharga buat saudara-saudaraku.
Betapa ditengah-tengah mereka aku bisa mengingatkan aku kembali untuk mensyukuri apa yang telah aku dapatkan sekarang ini. Dimana kadang-kadang disilaukan oleh kehidupan dikota. Yang terkadang mengeringkan oase iman dan semangat.
Saat-saat itu walaupun sekarang hanya kenangan tetapi selalu merindukan untuk mengulanginya. Semoga sekembalinya kami ke tanah air masih bisa mempertahankan kebiasan itu. Dan orang-orang yang kami rindukan masih diberi kesehatan dan kekuatan oelh Allah SWT. Sehingga kami bisa saling membahagiakan. Karena setiap habis pulang kampung terasa ter"charge" kembali iman dan semangat itu.
Tidak ada yang lebih membahagiakan selain bisa membahagiakan orang lain. Karena kebahagian itu akan kembali kepada kita.

No comments: