Hati yang lemah, iman yang tipis, kadang membuat suasana tidak menentu, Dimana aku dapatkan energi untuk mengembalikannya?Perubahan kondisi dari bekerja dikantor kemudian dirumah saja cukup membuatku kaget. Walaupun konsekuensi ini sudah aku pertimbangkan dengan matang dan mendalam bersama suami.
Sejak memutuskan untuk menemani suami yang sedang tugas belajar dinegeri sakura aku menyiapkan hati dan pikiran bahwa ini kesempatanku untuk seratus persen mencurahkan perhatian kepada keluarga. Selama ini lima hari dalam seminggu dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore praktis aku diluar rumah bekerja dikantor. Selama ini aku meneguhkan hati bahwa inilah saatnya aku menebusnya walau hanya selama tiga tahun. Karena setelah tiga tahun aku juga harus kembali bekerja karena cutiku habis.
Tapi ternyata tidak mudah menerimanya. Bayangan kesibukan dikantor, teman-teman juga rindu keluarga besar selalu mengusik hatiku. Dilain sisi pengalaman dulu berjauhan berpisah dengan suami saat S2 juga bukan hal yang menyenangkan.
Kalau dipikir-pikir mungkin benar juga seperti iklan rokok ditanah air "EMANG SUSAH JADI MANUSIA"
No comments:
Post a Comment