Lebaran tahun ini kedua kalinya kami sekeluarga diSendai. Bedanya kalau tahun kemarin kami masih bertiga, kali ini kami sudah berempat dengan hadirnya Lula. Tahun kemarin kami masih tinggal di kaikan. Kebetulan tahun lalu Idul Fitri jatuh hari libur dan sholatnya dilobi kaikan jadi setelah sholat kami mengundang teman-teman datang kerumah. Kebetulan malamnya aku masak nasi kuning dan teman-temannya.
Lumayan heboh lebaran tahun lalu, karena dikaikan ada beberapa keluarga yaitu mbak Dewi, Nenden, Unix dan Wida. Setelah saling berkunjung antar tetangga dikaikan kita berlanjut main ke apato teman-teman. Ada yang memang mengundang kita tapi ada juga yang terkaget-kaget kedatangan kita-kita. Karena selama ini tidak ada kebiasaan muter-muter ke teman-teman.
Sampai-sampai yang kedatangan rombongan ada yang baru bangun tidur karena kebetulan libur abis sholat capek tidur lagi . Bisa dibilang kita pioner budaya muter-muter lebaran di Sendai.
Sore sebelum lebaran Kuni mau datang kerumah, ceritanya mau belajar bikin lontong opor. Wah kebetulan nih, ada teman bikin lontong opor jadi tidak merasa berat. Opor ayam dan sayur lodeh sukses tapi tidak dengan lontongnya. Karena sambil ngenet malah gosong adonannya. Akhirnya aku tambahin air, walah...malah kelembekan.
Karena sudah terlanjur tetap saja kami bungkus dengan plastik wrap dan aluminium foil. Di presto 15 menit jadi juga lontong lembek . Jadilah buka puasa terakhir dengan menu lontong opor.
Karena tahun ini lebaran jatuh hari biasa dan tenki jouhonya 100 % hujan aku berniat tidak datang sholat Ied. Kasihan Lula nanti kedinginan. Tapi malam sebelumnya om Yonan ngebuzz menawarkan menjemput kalau mau ikut sholat. Alhamdulillah namanya rejeki tidak akan kemana.
Jam 7.30 om Yonan sudah menjemput kitapun sudah siap. Dengan diiringi hujan deras kita menjemput Ilyasa sebelum menuju kaikan. Selesai sholat teman-teman mengajak ketempat pak Hasan yang kebetulan saat itu satu-satunya keluarga yang tinggal dikaikan.
Menu sarapan pagi itu lontong gulai daging sapi, oishiikata! apalagi makannya rame-rame sampai rumahnya penuh. Karena selain gakusei ada juga kenshusei yang ikut. Selesai tempat pak Hasan berlanjut ke apato teh Lusi. Gado-gado dan lontong sayur sudah menanti. Tidak ketinggalan kue nastar, kastengel dan cheesestick khas teh Lusi yang terkenal enak se Sendai.
Sudah sampai apato teh Lusi sekalian nengokin Kazikun putra pak Pur yang lahir beberapa hari sebelum lebaran. Ada cake yummy khas buatan Ida yang terkenal handal dalam masak-memasak. Nenden yang ikut rombongan sudah bisik-bisik ada nasi kuning menanti. Siapa yang bisa menolak yach! Sampai sini suami ijin mau ngelab.
Jam 1 siang kita meluncur tempat Nenden, ada 4 rombongan dengan 3 mobil. Saya, Ito , Ifan, Lula,Daffin dan pak Ardi dengan mobil om Yonan. Teh Lusi ikut rombongan keluarga pak Hasan. Deffi, teh Rinrin, mbak April dan Cheche ikut mobil pak Wahyudi. Kang Budi menemani pak Dida bersepeda ria diguyur derasnya hujan.
Setelah dhuhur jadilah kita menikmati nasi kuning dan teman-temannya ala Nenden. Tidak ketinggalan rengginang yang selalu ada setiap main ke tempat Nenden. Sempat diskusi mau melanjutkan perjalanan tidak yaa....Pak Hasan sebetulnya sudah mau menyerah karena perutnya sudah penuh.
Tapi kita ibu-ibu masih semangat nih! karena kapan lagi mau silaturahmi kalau tidak saat lebaran gini. Dan memang rayuan bu Ade memang maut, terbukti pak Hasan mau melanjutkan perjalanan. Rencana mau ke tempat mbak Dewi Zahrul, tapi pak Zahrulnya pergi ke lab. Bapak-bapak gak enak kalau pak Zahrul tidak ada, dan juga ditelpon kok tidak ada yang mengangkat.
Ya sudah kita lanjut aja ke tempat bu Yani Rahmat sekalian numpang sholat asar. Cotto makasar sudah menanti, tidak ketinggalan cheesecakenya yang oishii! Saat kita asyik ngobrol ada telpon dari pak Sani kalau kita juga ditunggu datang kerumahnya. Tapi udah mulai gelap nih! Sudah terlanjur lanjut saja sekalian numpang sholat magrib. Dengan menu Nasi opor dan sambel goreng hati kita makan malam ditempat pak Sani.
Sudah sampai tempat pak Sani sekalian deh ketempat mbak Lili Solihin. Karena satu area cukup jalan kaki. Disambut dengan teh manis dan kue-kue lebaran bikinan mbak Lili. Sepertinya sudah tidak ada tenaga lagi walaupun diisi terus dengan berbagai macam makanan. Anak-anak juga mulai ngantuk dan capai. walaupun masih ada undangan dari bu Eti dan belum ketempat mbak Dewi kita memutuskan untuk pulang.
Berakhir sudah perjalanan hari itu. Tepat jam 7.30 malam sampailah kami diapato masih dengan dianter om Yonan. Sudah khawatir Lula rewel kecapekan atau kaze tapi Alhamdulillah setelah aku lap-lap badannya dengan air hangat dan diolesi minyak telon tertidur pulas.
No comments:
Post a Comment