Monday, 25 August 2008

Kokusai Matsuri 2006

Hari Minggu 29 Oktober 2006 cuaca Sendai cerah ceria. Di Tohoku International House (Kaikan) diadakan Kokusai Matsuri. dari berbagai negara menampilkan macam-macam performance. Ada lagu, tari, masakan dan fashion show.

Dari Indonesia menampilkan stan masakan soto ayam. Stan makanan yang paling laris roti kebab dari Turki dan martabak Malaysia. Indonesia walaupun tidak terlalu ramai tapi masih melampaui target penjualan tiket. Untuk performance Indonesia menampilkan tari Merak, Saman, Poco-poco, Angklung dan fashion show.

Seperti biasa tari Saman mendapatkan sambutan paling meriah. Angklung dengan lagu Nada SouSou, Okina Furui Tokei dan Sekai juga mendapatkan sambutan meriah. Hanya satu yang kurang, biasanya saat lagu Sekai penonton mengiringi dengan tepuk tangan. Ditunggu-tunggu sampai lagu berakhir kok tidak ada?Baru saat selesai penonton tepuk tangan.

Sempat protes sama teman-teman Indonesia yang menonton kenapa tidak memancing penonton tepuk tangan?bukan apa-apa sih...biar suasananya hangat gitu loh! Kebetulan saat angklung main sudah sore dan angin musim dingin mulai menusuk tulang.

Komentar teman-teman ini kokusai matsuri paling bagus dan meriah. Kebetulan tahun kemarin tim angklung waktu kokusai matsuri show di Watari Matsuri jadi aku tidak bisa membandingkan. Mungkin saja yaa...karena dari Indonesia saja menampilkan 5 performance. Jangan-jangan karena tim Indonesia Kokusai Matsuri tahun ini jadi lebih bagus dan meriah? (mulai GR nih )

Ada insiden yang membuatku haru, aku mulai dandan jam 10.30. Jadwal tampil sih masih jam 12.10. Sebelum dandan Lula sudah aku kasih ASI sampai kenyang. Aku perkirakan sampai jam 12.30 masih bisa menahan haus. Cuma karena hari itu kebetulan panas dan Lula aku kasih baju agak tebal karena takut anginnya kencang, dia mulai kegerahan dan kehausan. Saat aku tampil Lula menangis minta ASI. Alhamdulillah ada Tante Lusi dan bu Ade yang baik hati menghandle Lula (Terima kasih tante Lusi dan bu Ade!). Untungnya juga aku tidak lihat saat Lula menangis. Kalau lihat bisa buyar konsentrasiku lupa semua gerakan tarinya!

Gomen ne Lula chan, selesai menari bu Ade dan tante Lusi sudah menunggu dibelakang panggung dengan Lula yang menangis. Alhamdulillah ada tenda yang disiapkan panitia untuk ganti baju yang tidak terpakai segera saja aku bawa Lula kedalam dan aku susui. Omoshiroi ne!

No comments: