Hari ini Jumat 20 Mei 2006, Yuko janji mau main ke rumah. Aku kenal Yuko saat ada Festina (Festival Indonesia ) 25 Desember 2005 di Sendai. Dia menjadi salah satu penari bali yang mengisi acara. Sedangkan aku selain main angklung, merias juga menari merak. Salah satunya kenapa cepat akrab karena Yuko bisa berbahasa Indonesia.
Untuk menyambutnya aku masak soto ayam, ayam goreng, tempe goreng dan perkedel kentang. Dia datang jam 11 on time. Salah satu kebiasaan orang jepang yang membuat aku kagum yaitu tepat waktu! Sambil minum teh dan makan pisang goreng kita ngobrol-ngobrol. Ternyata Yuko asalnya dari ibaraki, anak pertama dari 2 bersaudara. Mau tanya-tanya lebih lanjut takut menyinggung privaci.
Karena kemarin baru dapat DVD Festina aku bermaksud menonoton bersama Yuko. Tapi karena waktu jam makan siang maka aku ajak Yuko goreng ayam, tempe dan perkedel. Sambil menikmati makan siang yang menurut Yuko oishii! kami menikmati video festina. Tentu dengan obrolan2 ringan.
Ternyata grup tari Bali di Sendai berdiri 5 tahun yl. Moriya nama senseinya. Dulunya seorang mahasiswa seni yang sempat tinggal di Bali selama 1 tahun. Rupanya dia jatuh cinta dengan tari Bali. Setelah pulang ke Sendai, teman-temannya juga ingin menari bali. Akhirnya mereka membentuk sanggar tari Bali kupu-kupu.
Yuko sendiri baru 2 tahun belajar menari tapi aku lihat sudah jozu. Pelajaran yang bisa aku ambil, bangsa lain begitu jatuh cinta dan sungguh-sungguh mempelajari kebudayaan Indonesia yang indah dan unik. Tapi kadang kita sendiri kurang memperhatikan, mempelajari dan ikut melestarikannya.
Tapi aku juga masih bertanya-tanya siapa yang melestarikan tari-tarian, lagu-lagu daerah peninggalan nenek moyang? kalau bukan kita atau anak-anak kita siapa yang akan melestarikannya?
No comments:
Post a Comment