Monday, 25 August 2008

Memperkenalkan Kain Gendongan

Tepat jam 10 pagi sesuai janjinya kanako dan kyouko datang. Salah satu kebiasaan orang Jepang yang masih sulit aku tiru. Hari ini mereka datang mau ngobrol-ngobrol dulu sebelum pertemuan tgl 23 Juni nanti. Wah kayak pertemuan apa aja nih! sedangkan yang mau diobrolkan hanya seputarkain gendongan bayi.
Kanako yang punya usaha jualan produk Indonesia lewat internet dengan Kakilimanya dan kyouko yang punya cafe sekaligus juga jualan cenderamata dari Indonesia. Tidak lupa mereka datang dengan omiyage. Jadi tidak enak nih! Karena sebetulnya mereka menawarkan ketemuan di Kaikan saja. Tapi aku minta dirumah karena lumayan jauh jalan ke Kaikan.
Kue lapis dan puding gula merah menemani kami ngobrol. Oishii! kata mereka. Cukup menghiburku yang kemarin kecapekan membuat kue lapis, taihen desu ne! Sampai-sampai aku mengorbankan tempat makanan dari plastik, yang aku pakai untuk mengganti loyang. Maklum aku belum beli loyang.
Karena aku tinggal tiduran bentar, air dipanci habis dan melelhkan sebagian wadah plastiknya. Selama 1,5 jam gambatte bikin kue lapis, semoga aja tagihan gas bln ini tidak membengkak. Bapak maafkan ibu ya!
Setelah menikmati kue lapis dan puding, sambil menonton vcd Festina, mulailah praktek menggendong bayi dengan kain gendongan. Boneka bayinya kok gede amat nih! Mereka tampak kagum dengan cara menggendong bayi dengan kain.
Selain itu mereka juga nanya2 tentang apa saja yang dilakukan saat bayi lahir dan bagaimana cara mendidik bayi ala ibu Indonesia. Karena aku orang Jawa dan muslim, aku terangkan dua2nya. Menurut adat jawa dan sesuai tuntunan islam.
Semoga apa yang aku lakukan untuk mereka ada nilai ibadahnya menurut Allah, Amien.

No comments: