Monday, 25 August 2008

Tentang Kenshusei

Sambil menikmati buka puasa hari ini bersama Kunisan (teman Jepang yang seorang mualaf) dan Bapaknya ito, banyak hal yang Kuni ceritakan. Salah satunya mengenai tawaran pekerjaan untuk Kuni. Katanya dia ditawari bekerja sebagai penerjemah pada perusahaan pengerah tenaga kerja(kenshusei) dari Indonesia. Banyak hal menarik yang diceritakannya.

Dia bilang sangat sulit untuk menerima pekerjaan itu karena bertentangan dengan hati nurani. Diantaranya dia diminta untuk menyuruh kenshusei tidak sholat dan puasa. Karena tujuan kenshusei ke Jepang kan cari uang jadi bekerja harus menjadi ichiban koto. Sholat akan mengurangi waktu bekerja dan puasa akan mengurangi konsentrasi bekerja. Dan satu hal yang penting, orang Jepang sangat tidak suka melihat sesuatu yang aneh yang bikin perasaan tidak nyaman bahasa Jepangnya "KIMOCHI WARUI".

Konsentrasi suatu hal yang mutlak harus ada karena daitai kenshusei bekerja ditempat yang KIKEN = berbahaya (K yang pertama). Apabila puasa majikan sangat takut kenshusei akan kurang konsentrasi jika berpuasa dan menyebabkan kecelakaan karena biasanya mereka bekerja dengan mesin-mesin yang berbahaya.

Tapi kenapa walaupun berbahaya tetap banyak sekali peminatnya? biasanya pekerja-pekerja itu berasal dari negara-negara miskin atau berkembang. Diantaranya : Indonesia, China, Thailand, Filipina,Brazil,Peru dll. Karena lapangan pekerjaan dinegara asal sangat sedikit bahkan nyaris tidak ada. Dan orang jepang sendiri tidak mau bekerja ditempat Kiken dan Kitanai=kotor (K yang kedua).

Seandainya orang Jepang mau mereka minta bayaran 3 kali lipat dengan orang asing karena pekerjaan itu selain Kiken, Kitanai juga Kitsui = Capek =kerja kasar (K yang ketiga). Orang Jepang sekarang terutama anak mudanya tidak mau bekerja kasar. Karena lapangan pekerjaan yang lain masih tersedia.

Selain 3 K, kenshusei juga dilarang mempunyai HP, dikhawatirkan nanti kalau mereka tidak kerasan kerja dimajikan tersebut akan menghubungi teman-teman Indonesianyadan melarikan diri. Karena kalau sampai kenshusei bisa komunikasi dengan teman-temannya terus dapat info tempat pekerjaan yang lebih bagus atau bayaran lebih tinggi mereka akan melarikan diri.

Biasanya kenshusei datang ke Jepang dengan biaya pinjaman dari agen di Indonesia, sedangkan sebagian gajinya untuk melunasi pinjaman itu, kalau mereka melarikan diri siapa yang akan mengganti ke agen? makanya walaupun kenshusei kerjanya 3K tapi majikan berusaha agar jangan sampai mereka pergi sebelum kontraknya habis.

Kembali ke cerita Kuni, sungguh suatu hal yang berat menurutnya menyuruh kenshusei muslim agar tidak sholat dan puasa, karena Kunisan adalah seorang muslim juga. Yang mengharukan walaupun kenshusei bekerja ditempat 3K mereka tetap menanyakan arah kiblat dimana? bagaimana mereka bisa menentukan waktu sholat?

Sebetulnya di Jepang kebebasan menjalankan ibadah adalah hak asasi yang dijamin Undang-undang. Kalau aku pikir-pikir sebetulnya ladang amal buat Kuni seandainya bisa menjembatani kemauan majikan dan kenshusei.Cuma masalahnya Kuni juga bekerja pada majikan itu, jadi tidak sesimpel yang aku kira.

No comments: