Bagaimana kita sebagai Istri bisa menjadi penyejuk hati bagi suami kita? Banyak hal yang bisa kita lakukan antara lain :
Melahirkan suaminya kembali. Melahirkan suami kembali maksudnya disini adalah saat suami sedang dalam kesulitan atau tertimpa musibah kita bisa memberi semangat dan motivasi untuk bangkit kembali. Bukannya kita tinggalkan atau kita lemahkan semangatnya.
Bersama suami merencanakan tujuan hidup. Suami punya program apa disampaikan pada istri. Kenapa istri hrs tahu?krn istri pendamping hidupnya?suami pemimpinnya. Ibarat perahu suami sebagai nakhoda. Sehingga kalau ada apa2 dgn nakhkoda istri jadi tahu mau dibawa kemana perahu itu. Dan seandainya ada kegagalan dalam mencapai tujuan tidak saling menyalahkan karena sudah saling tahu. Ada joke " suami punya program tapi kalau istri dikasih tahu malah pingsan" Masalahnya programnya suami mau kawin lagi! Lebih baik pingsan dari awal daripada tahu setelahnya.
Mengimbangi prestasi suami. Kalau kemampuan intelektual suami meningkat istri juga harus bisa mengimbanginya. Tapi suami yang bijak juga harus membantu agar istri bisa mengimbangi kemampuan suaminya tentu membutuhkan fasilitas misal: buku, koran, internet dll. Tugas suami untuk menyediakan fasilitas tersebut. Sehingga nantinya istri akan nyambung kalo diajak diskusi. Karena banyak kejadian istri tidak peduli dgn urusan suami dikantor. Sehingga saat suami ada masalah curhatnya tidak kepada istri tapi malah ke orang lain. Bahayanya kalau orang lain itu wanita sehingga membuka peluang adanya zina. Tapi suami yang bijak juga harus membantu agar istri bisa mengimbangi kemampuan suaminya.
Diharapkan istri tidak hanya lembut,manut,nurut tapi tidak diimbangi kemampuan intelektual. I
Sekarang teorinya sudah mantap yang penting aplikasinya. Ada pepatah pedang yg diasah akan teruji saat dipakai. Artinya teori diatas akan teruji kalau kita bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata. Itulah yang berat menurutku karena sering saat-saat genting ada masalah keluarga aku malah berdebat tidak berujung dengan suamiku. Astagfirullah!
No comments:
Post a Comment