Monday, 25 August 2008

Semangat di Jam 7

Selama di Jepang kebiasaanku jadi berubah. Setiap habis subuh tidur lagi . Dan sepertinya tidak aku saja yang mengalami perubahan. Mungkin karena pengaruh empat musim, dimana saat musim panas subuh bisa jam 2 pagi. Tapi kalau musim dingin malah tidak tidur lagi karena subuh paling akhir bisa jam 7, sedangkan jam segitu aku harus menyiapkan sarapan dan bento ito dan bapaknya.

Sambil sibuk didapur tidak lupa aku nyalakan komputer dan klik radio Tarbiyah atau Barokah. Karena tiap jam 7 ada relay kajian pagi bersama Aa Gym. Tidak hanya Aa Gym saja yang mengisi acaranya. Seperti tadi pagi ada Ust Miftah Faridl yang memberikan tausiah. Walaupun kadang materinya diulang-ulang tapi selalu ada ilmu baru dan yang penting sebagai reminder dan refresh ilmu-ilmu yang pernah kudapat.

Tidak lupa diawal tausiah selalu diingatkan untuk bersyukur dan bersemangat menjalani kehidupan. Terkesan dengan inti tausiah Ust Miftah Faridl hari ini yang isinya al:

Tidak ada penderitaan yang abadi karena penderitaan yang abadi ada di neraka

Tidak ada kebahagian yang abadi karena kebahagian yang abadi ada disurga

Waktu seperti garis lurus jangan menyesali yang telah lalu

Kita akan ketinggalan jika hanya merenungi yang telah lalu

Seseudah kesulitan selalu ada kemudahan

Ibarat aku sebuah baterei inilah "charger" yang aku butuhkan.

No comments: