Monday, 25 August 2008

Bazar Antara Iseng dan kebutuhan

Bazar, kata yang mungkin tidak asing lagi bagi kita. Tapi bazar di Jepang sungguh berbeda dengan bazar yang aku temui di Indonesia. Di Sendai banyak sekali beraneka macam bazar. Hampir tiap bulan ada bazar bahkan kalau sedang musim bisa tiap minggu. bahkan dalam seminggu ada beberapa tempat ada bazar. kayak buah aja ya...ada musimnya. ...


Biasanya bazar diadakan mulai bulan April sampai dengan bulan Nopember. Mungkin karena cuaca masih enak untuk melakukan aktivitas diluar ruangan. Karena ada beberapa bazar yang memakai sistem antri sepertinya tidak mungkin dingin-dingin antri diluar ruangan. Tapi masih ada juga kegiatan berburu barang murah saat musim salju, yaitu hatsuuri.


Harga barang-barang di Jepang relatif mahal dibanding dengan negara lain. Dengan adanya bazar ini sangat membantu terutama untuk mahasiswa asing dan keluarganya. Apalagi mahasiswa yang baru datang kadang membutuhkan barang-barang murah bazarlah tempatnya.

Bazar ada beberapa macam diantaranya :

Harus antri dulu, biasanya diadakan didalam ruangan
Bebas, biasanya diadakan ditempat terbuka seperti taman-taman
Ambil barang langsung bayar
Milih barang dulu bayar kemudian
Barang-barang yang dijual dibazar biasanya souvenir, alat rumah tangga, barang elektronik, pakaian, sepatu, mainan anak-anak, futon (kasur tipis ala Jepang), buku-buku, tas dll. Tiap-tiap tempat bazar biasanya ada barang spesialnya. Misalnya kalau di Sendai ada bazar yang diadakan Mori grup dalam rangka menyambut mahasiswa yang baru datang banyak dijual futon dan selimut.

Untuk ibu rumah tangga biasanya yang dibeli baju buat keluarga sesuai musim, alat-alat rumah tangga, mainan anak-anak dan souvenir buat oleh-oleh pulang ke tanah air. Untuk orang asing terutama Indonesia (saya tidak tahu apakah juga berlaku buat orang asing yang lain) yang hanya tinggal beberapa saat di Jepang bazar adalah kesempatan buat mencari oleh-oleh buat keluarga dan teman-teman.

Lucunya karena biasanya harga barang-barangnya murah dan bagus-bagus kita jadi gelap mata dan malah membeli barang-barang yang sebetulnya tidak berguna alias iranai. Kadang juga awalnya cuma iseng-iseng aja pingin lihat-lihat, eehhh...pulang-pulang menenteng berkantong-kantong belanjaan.Jadi seperti juga kalau kita jalan-jalan ke mall di Indonesia yang awalnya cuma mau window shopping tetap aja waktu pulang ternyata kita sudah membeli berkantong-kantong belanjaan.

Ada juga yang menjadikan berbazar sebagai sarana menyalurkan hobi. Misalnya hobi mengkoleksi barang-barang souvenir, sepatu dan tas. Mungkin untuk ukuran mahasiwa dan keluarganya penghasilan dari beasiswa agak susah untuk bisa membeli barang di toko atau mall, kesempatan dibazar untuk mencari barang-barang tersebut. Karena kalau beruntung banyak juga barang yang masih baru dan bagus.

Disinilah seninya, kita harus selektif membeli barang yang benar-benar kita butuhkan. Karena kalau kita membeli barang yang tidak berguna hanya akan menambah sesak osire(lemari) atau malah akhirnya kita buang juga.

Susahnya kalau bazar sudah menjadi kebutuhan kadang merepotkan juga. Kadang ada jadwal bazar yang bentrok dengan jadwal lain. Dan kita tidak bisa pergi ke bazar akhirnya ada perasaan kecewa.

Ayo teman-teman yang suka pergi ke bazar, bagi- bagi pengalaman dong!

No comments: