Memasak, ternyata butuh suatu seni dan ketrampilan tersendiri. Aku yang sebelum datang ke Jepang tidak terlalu familiar dengan kegiatan yang satu ini. Maklumlah selain karena dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore harus dikantor kecuali sabtu minggu, juga karena ibuku jago masak. Sayangnya aku terlalu mengandalkan ibuku dalam urusan yang satu ini.
Setelah tinggal di Jepang baru terasa kegiatan satu ini benar-benar merepotkan. Karena disini kalau mau beli jadi belum tentu bisa kita makan karena kita harus lihat dulu halal atau tidak. Yang kedua lidah kita belum tentu cocok dan yang terakhir kalau terlalu sering bisa-bisa kantong jebol hehe....
Dari Indonesia aku sudah menyiapkan beberapa buku kumpulan resep masakan, lumayan bisa untuk panduan menyusun menu. Kalau mau cari alternatif tinggal browsing di internet. Tidak ada masalah walaupun aku tidak terlalu hobby masak tapi untuk dikonsumsi sendiri menurut suamiku OISHII...
Kemudian sampai aku hamil dan melahirkan. Masak sangat menyita tenaga dan waktu. Dimana tenagaku semakin berkurang juga waktu yang sepertinya 24 jam belum cukup bagiku. Mengurus 2 orang anak, yang satu masih bayi yang satu sedang aktif-aktifnya. Walau umurnya sudah 6 tahun hehe...
Sampai kemudian saat aku browsing diinternet menemukan file BUMBU DASAR punyanya mas Rudi Choiruddin. Lha ini dia yang aku cari. Sebetulnya sudah lama aku tahu tentang bumbu dasar ini. Di Indonesiapun walau aku tidak hobi masak tapi cukup hobi mengkoleksi resep. Dan aku sudah pernah mengklipingnya.
Tapi kenapa ya baru terpikir sekarang???mungkin karena kepepet jadi baru muncul ide itu. Segera aku beli bahan-bahan buat bumbu dasar putih, merah, kuning dan oranye. Dengan semangat aku pinjem blender bumbu punya Depi. Belanja bawang merah, bawang putih di pasar kemis dan kemiri di majumder.
Ternyata blender depi terlalu kecil, akhirnya aku pake blender biasa yang aku dapat dibazar PAL seharga 100 yen. Karena blendernya juga bekas terseok-seok dia memproses bumbu. Sampai tercium bau kabel terbakar akhirnya aku hentikan dulu memblendernya. Takutnya malah rusak gak bisa dipakai lagi. Masalahnya belum menemukan blender yang baru.
Setelah istirahat bentar aku lanjutkan memblender bumbu dan menumisnya. Akhirnya selesai juga dengan dapur yang lumayan berantakan. Tapi PUUUUAAASSS....Langsung aku masukkan toples yang dikasih Depi dan aku simpan di freezer.
Sekarang aku sudah menemukan kuncinya...masak jadi praktis dan menyenangkan. Boleh tuh dicoba...atau mungkin sudah?
No comments:
Post a Comment