Tahun ini tepat setahun aku menikmati kehidupan di Sendai. Tidak terasa waktu berlalu. Serasa baru kemarin aku menginjakkan kaki diSendai, masih terbayang kelebatan saat-saat mempersiapkan surat2 dan barang2 yang mesti aku bawa, menuju Narita dan getar-getar kerinduan saat suamiku tercinta menjemput diNarita.
Masih serasa asing saat itu, kebetulan aku, Unix, Nenden dan mbak Dewi janji berangkat bersama menyusul suami masing-masing. Dan tinggal dikaikan bareng-bareng. Banyak romantika yang kami lalui selama setengah tahun kebersamaan kami dikaikan. Dari mulai masak bareng, main dilapangan sambil menjaga anak-anak, berbazar ria, belanja ditempat-tempat yang murah dan saling membangunkan by telpon saat sahur. ingga saatnya kami harus berpisah ke apato masing2 kecuali unix yang harus back to Ina karena suaminya selesai studinya.
Kebetulan tahun ini ramadhan menjelang musim gugur. Ada keharuan setiap memasuki bulan ramadhan, kerinduan akan berkah dan rahmatNya. Pun setiap menjelang musim gugur ada keharuan karena suasana yang muram tapi masih hangat.
Alhamdulillah saat ini aku lebih menikmati hari-hariku diSendai, setahun sudah cukup keluh kesah dan tangis itu. Homesick, ngidam, kangen kesibukan kantor dan teman-teman. Sekarang keluarga, teman-teman dan kehidupanku disini.
Ada suami dan anak-anak yang membutuhkan diriku. Diriku yang bersemangat dan enjoy life. Apa jadinya kalau aku berkutat dengan perasaan melankolisku yang tidak berujung pangkal. Sudahlah...buang itu sentimentil aku harus kembali menjadi BUDIYATI yang selalu semangat dan ceria.
No comments:
Post a Comment