Thursday, 18 December 2014
Tuesday, 30 September 2014
BPJS oohh BPJS
Baca status teman tentang BPJS colek Yulia Rahmat jadi ikut tergelitik untuk ikutan sharing. Beberapa waktu suami Sri Nugroho kena musibah tabrakan motor dengan mahasiswi (nanti lagi mending tabrakan badan aja dehh mas drpd tabrakan motor hehehe). Karena posisi suami yang akan menyeberang dan mhsi tadi yg lurus, katanya suami posisi sbg pihak yg salah. Kejadiannya hari jumat, lgs masuk RS. kebetulan ortu mhsi PNS shg punya kartu BPJS. Untuk bisa klaim BPJS maksimal 3 hari kerja. Mahasiswi tsb asalnya dari wonosobo, jadi perlu waktu untuk melengkapi berkas klaim bpjs. singkat cerita hari selasa ada yg bantuin antri dikantor BPJS dari jam 7 pagi. Jam 02.30 tiba giliran dilayani, tiba2 sistem offline. Dan tidak ada jalan keluar secara manual atau yg lainnya, sehingga kesempatan klaim BPJS melayang. wuaaaaaaa...rasanya gondok berat dan gemeeeezzz. Karena tanggung jawab dengan berat hati akhirnya kita bayar semua biaya operasi mhsi tersebut hiks. Nanya sama pengantri yang lain ternyata habis subuh mereka sudah mulai antri.
Jangan Maksa Dong Buk...
Celoteh Masato
Pagi hari di meja makan waktunya sarapan, Lula sarapan dengan dengan chicken teriyaki. Masato seperti biasa minta telor ceplok. Aku bilang " Masato tidak mau nyobain lauk teriyaki?? apa tidak bosan telor ceplok terus?? seperti mba Lula itu lho suka nyobain makanan". Jawaban Masato " aku maunya telor ceplok, jangan dipaksa-paksa tho suka kayak mba Lula" yaaahhh..kena deh skak mat dari Masato
Tuesday, 23 September 2014
Ngeblog Lagi Setelah Kembali Ke Tanah Air
Sejak pulang dari Jepang, aku kembali ke dunia kerja. Keterbatasan jaringan internet dan waktu membuat aku berhenti ngeblog. Tapi semangat untuk menulis tidak pernah padam. Saatnya kembali jemari menari dengan ngeblog. Happy blogging!!
Tuesday, 26 August 2008
Duka Derita Christine (end)
Karena hubungan suami Christine dengan sensei sudah memburuk, dia ingin mengakhiri studinya. Batas akhir studinya adalah Oktober 2009. Mungkin dia juga mulai pusing dengan masalah yang dia buat sendiri. Tapi senseinya masih berusaha mempertahankan sampai selesai. Karena sebagai penerima monbusho kalau sampai putus ditengah jalan akan mengurangi kondiute sensei.
Sensei memberi usul agar Christine pulang dan kembali ke Jepang dengan membawa anak-anaknya. Sensei berharap dengan bersatu keluarga mereka akan menghilangkan sifat playboy suami Christine. Tapi Christine sudah trauma dengan kelakuan suaminya. Dia tidak mau bertaruh dengan membawa anak-anaknya. Bagaimana kalau ada anak-anaknya, tanpa uang, makanan, listrik, air dan gas? Kehidupan di Zimbabwe memang sulit tapi setidaknya dia bisa lebih tenang dinegerinya sendiri.
Apalagi Christine melihat teman-teman suaminya sesama dari Afrika yang sekolah di Sendai ada beberapa juga yang melakukan hal yang sama dengan suaminya. Ada temennya dari Kongo (kebetulan istrinya temanku les bahasa Jepang) yang bawa keluarga tetap saja selingkuh. Malah ada orang dari Zambia yang istrinya menyusul kemudian hamil masih selingkuh. Sampai kemudian ibu si perempuan mengirim uang untuk beli tiket pulang ke Zambia. Saat istrinya pulang ke Zambia kelakuan suaminya malah semakin bebas main perempuan. Berkaca dari pengalaman teman-temannya, Christine tidak mau ambil resiko dengan membawa anak-anaknya ke Jepang.
Hari ini adalah hari yang dinanti-nanti Christine. Setelah bekerja keras mengumpulkan uang dia bisa membeli tiket dan masih ada sisa untuk biaya sementara hidup di Zimbabwe. Suasana politik di Zimbabwe sedang tidak kondusif. Ada tawaran mengajar di Universitas Pretoria Afrika Selatan. Christine sedang mempertimbangkan tawaran itu.
Dia sudah tidak peduli dengan suaminya, terserah saja sekembalinya dia ke Zimbabwe suaminya mau tinggal bersama dengan siapa. Bahkan setelah selesai sekolahsuaminya mau kembali ke dia dan anak-anak atau tidak. Dia akan berkonsentrasi membesarkan anak-anaknya.
Tadi malam adalah malam terakhir Christine di Sendai. Dengan doa aku lepas Christine. Semoga perjalanannya lancar dan selamat bertemu anak-anak dan keluarganya. Tidak lupa aku berpesan kalau sudah sampai kirim kabar
Sensei memberi usul agar Christine pulang dan kembali ke Jepang dengan membawa anak-anaknya. Sensei berharap dengan bersatu keluarga mereka akan menghilangkan sifat playboy suami Christine. Tapi Christine sudah trauma dengan kelakuan suaminya. Dia tidak mau bertaruh dengan membawa anak-anaknya. Bagaimana kalau ada anak-anaknya, tanpa uang, makanan, listrik, air dan gas? Kehidupan di Zimbabwe memang sulit tapi setidaknya dia bisa lebih tenang dinegerinya sendiri.
Apalagi Christine melihat teman-teman suaminya sesama dari Afrika yang sekolah di Sendai ada beberapa juga yang melakukan hal yang sama dengan suaminya. Ada temennya dari Kongo (kebetulan istrinya temanku les bahasa Jepang) yang bawa keluarga tetap saja selingkuh. Malah ada orang dari Zambia yang istrinya menyusul kemudian hamil masih selingkuh. Sampai kemudian ibu si perempuan mengirim uang untuk beli tiket pulang ke Zambia. Saat istrinya pulang ke Zambia kelakuan suaminya malah semakin bebas main perempuan. Berkaca dari pengalaman teman-temannya, Christine tidak mau ambil resiko dengan membawa anak-anaknya ke Jepang.
Hari ini adalah hari yang dinanti-nanti Christine. Setelah bekerja keras mengumpulkan uang dia bisa membeli tiket dan masih ada sisa untuk biaya sementara hidup di Zimbabwe. Suasana politik di Zimbabwe sedang tidak kondusif. Ada tawaran mengajar di Universitas Pretoria Afrika Selatan. Christine sedang mempertimbangkan tawaran itu.
Dia sudah tidak peduli dengan suaminya, terserah saja sekembalinya dia ke Zimbabwe suaminya mau tinggal bersama dengan siapa. Bahkan setelah selesai sekolahsuaminya mau kembali ke dia dan anak-anak atau tidak. Dia akan berkonsentrasi membesarkan anak-anaknya.
Tadi malam adalah malam terakhir Christine di Sendai. Dengan doa aku lepas Christine. Semoga perjalanannya lancar dan selamat bertemu anak-anak dan keluarganya. Tidak lupa aku berpesan kalau sudah sampai kirim kabar
Duka Derita Christine (4)
Ternyata tidak hanya sekali dua kali suami Christine selingkuh. Sering Christine mengangkat hp suaminya saat hp berdering dan suaminya sedang dikamar mandi. Ternyata yang menelepon cewek, itu terjadi beberapa kali. Tentu saja suaminya marah, kenapa Christine mengangkat hpnya. Tapi Christine tidak peduli. Dia ingin tahu bagaimana kelakuan suaminya selama ini.
Tentu saja cewek-cewek itu kaget saat yang menerima telpon Christine. Selama ini mereka tahunya suami Christine masih bujangi. Itu juga yang terjadi dengan selingkuhan bulenya kenapa sampai hamil. Suami Christine tidak pernah bilang kalau sudah berkeluarga. Hal itu aku tahu dari pertengkaran mereka dikamar Christine. Saat Christine belum datang. Karena kerasnya pertengkaran mereka, aku dan suamiku bisa tahu apa yang mereka pertengkarkan.
Pernah suatu ketika Christine memergokinya langsung perselingkuhan suaminya. Saat itu Christine pulang mengajar bahasa Inggris di Sendai Language School. Pulangnya jalan kaki kearah Ichibanchou. Tidak sengaja melihat suaminya bersama seorang wanita didalam sebuah mobil. Dia coba ikuti mobil yang sedang mencari tempat parkir itu. Keluar dari mobil, suaminya belum sadar diikuti. Ternyata wanita yang bersama suaminya sudah tua. Bisa dibilang nenek-nenek. Bisa dilihat dari penampilan fisiknya. Mereka menuju sebuah apartemen lantai dua didaerah kokubuncho (daerah lokalisasi di Sendai). Setelah perempuan itu masuk apartemen Christine langsung menghadang suaminya yang akan masuk juga.
Betapa kaget suaminya! melihat Christine tiba-tiba ada ditempat tersebut. Perempuan Jepang yang sudah masuk apartemen memanggil - manggil suaminya dengan panggilan "darling darling"! Karena tidak ada jawaban perempuan itu keluar. Alangkah kagetnya ada Christine disitu. Perempuan itu bertanya, siapa anda? Dijawab Christine dia istri dari laki-laki itu. Tambah kaget perempuan itu. Dijelaskan juga mereka sudah mempunyai 2 orang anak. Terlihat perempuan itu gemetar, mulutnya ternganga tidak menyangka bahwa laki-laki yang bersamanya sudah punya anak istri. Tidak tahu karena malu atau shock, perempuan itu berlari sekencang-kencangnya menjauhi Christine dan suaminya.
Christine segera berlalu dan tidak mempedulikan suaminya. Sepertinya sudah beku hati Christine. Tidak ada lagi rasa marah. Dia malah geli ingat apa yang terjadi. Selama ini Christine masih mengira kalau suaminya pulang pagi atau tidak pulang sibuk dilab. Tapi setelah kejadian itu Christine berkesimpulan ternyata suaminya sibuk di kokubuncho.
Christine juga mendengar dari sensei suaminya, bahwa perempuan bule selingkuhan suaminya mendatangi kantor senseinya. Perempuan itu mengadu suami Christine lama tidak memberi uang kepadanya. Senseinya bilang bahwa dia tahunya istrinya Christine bukan perempuan itu. Kalau mau minta uang datangi saja laki-laki itu. Kenapa datang padanya? Sensei juga bilang tidak mau peduli atas apa yang terjadi dan tidak mau terlibat.
Karena tidak mendapat respon yang menyenangkan perempuan itu keluar ruangan sambil membanting pintu. Setelah kejadian itu sensei suami Christine cerita bahwa dia sudah pusing dengan tingkah laku suaminya. Christine tidak bisa komentar apa-apa. Karena dia juga sudah tidak peduli dengan suaminya. Yang ada dibenak Christine adalah bekerja sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan uang untuk ongkos pulang. Ternyata Christine tidak hanya mengajar di Shokai University. Dia juga mengajar di Sendai Language School dan beberapa kelas privat. Suaminya hanya tahu Christine mengajar di Shokai, yang lainnya tidak tahu.
Tentu saja cewek-cewek itu kaget saat yang menerima telpon Christine. Selama ini mereka tahunya suami Christine masih bujangi. Itu juga yang terjadi dengan selingkuhan bulenya kenapa sampai hamil. Suami Christine tidak pernah bilang kalau sudah berkeluarga. Hal itu aku tahu dari pertengkaran mereka dikamar Christine. Saat Christine belum datang. Karena kerasnya pertengkaran mereka, aku dan suamiku bisa tahu apa yang mereka pertengkarkan.
Pernah suatu ketika Christine memergokinya langsung perselingkuhan suaminya. Saat itu Christine pulang mengajar bahasa Inggris di Sendai Language School. Pulangnya jalan kaki kearah Ichibanchou. Tidak sengaja melihat suaminya bersama seorang wanita didalam sebuah mobil. Dia coba ikuti mobil yang sedang mencari tempat parkir itu. Keluar dari mobil, suaminya belum sadar diikuti. Ternyata wanita yang bersama suaminya sudah tua. Bisa dibilang nenek-nenek. Bisa dilihat dari penampilan fisiknya. Mereka menuju sebuah apartemen lantai dua didaerah kokubuncho (daerah lokalisasi di Sendai). Setelah perempuan itu masuk apartemen Christine langsung menghadang suaminya yang akan masuk juga.
Betapa kaget suaminya! melihat Christine tiba-tiba ada ditempat tersebut. Perempuan Jepang yang sudah masuk apartemen memanggil - manggil suaminya dengan panggilan "darling darling"! Karena tidak ada jawaban perempuan itu keluar. Alangkah kagetnya ada Christine disitu. Perempuan itu bertanya, siapa anda? Dijawab Christine dia istri dari laki-laki itu. Tambah kaget perempuan itu. Dijelaskan juga mereka sudah mempunyai 2 orang anak. Terlihat perempuan itu gemetar, mulutnya ternganga tidak menyangka bahwa laki-laki yang bersamanya sudah punya anak istri. Tidak tahu karena malu atau shock, perempuan itu berlari sekencang-kencangnya menjauhi Christine dan suaminya.
Christine segera berlalu dan tidak mempedulikan suaminya. Sepertinya sudah beku hati Christine. Tidak ada lagi rasa marah. Dia malah geli ingat apa yang terjadi. Selama ini Christine masih mengira kalau suaminya pulang pagi atau tidak pulang sibuk dilab. Tapi setelah kejadian itu Christine berkesimpulan ternyata suaminya sibuk di kokubuncho.
Christine juga mendengar dari sensei suaminya, bahwa perempuan bule selingkuhan suaminya mendatangi kantor senseinya. Perempuan itu mengadu suami Christine lama tidak memberi uang kepadanya. Senseinya bilang bahwa dia tahunya istrinya Christine bukan perempuan itu. Kalau mau minta uang datangi saja laki-laki itu. Kenapa datang padanya? Sensei juga bilang tidak mau peduli atas apa yang terjadi dan tidak mau terlibat.
Karena tidak mendapat respon yang menyenangkan perempuan itu keluar ruangan sambil membanting pintu. Setelah kejadian itu sensei suami Christine cerita bahwa dia sudah pusing dengan tingkah laku suaminya. Christine tidak bisa komentar apa-apa. Karena dia juga sudah tidak peduli dengan suaminya. Yang ada dibenak Christine adalah bekerja sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan uang untuk ongkos pulang. Ternyata Christine tidak hanya mengajar di Shokai University. Dia juga mengajar di Sendai Language School dan beberapa kelas privat. Suaminya hanya tahu Christine mengajar di Shokai, yang lainnya tidak tahu.
Duka Derita Christine (3)
Setelah sensei suami Christine tahu apa yang terjadi, timbul simpatinya kepada Christine. Diajaknya Christine bertemu untuk menceritakan hal yang sebenarnya. Akhirnya keluarlah semua cerita tentang suaminya. Bagaimana selama ini suaminya memperlakukan anak-anak dan dirinya. Terutama bahwa suaminya tidak pernah mengirimkan uang ke Zimbabwe. Bahkan ternyata selama Christine di Jepang suaminya jarang memberi uang untuk membeli makanan. Kalaupun memberi sangatlah minim.
Terus aku tanya bagaimana dia membeli makan? Christine bilang, sensei suaminya yang memberi uang untuk makan. Sensei suaminya juga berpesan agar kalau ada masalah menghubunginya. Sejak tahu hal itu, kalau aku membuat masakan yang kira-kira Christine bisa menyantapnya, aku kirim masakanku.
Pantas saja selama 5 bulan berat badan Christine turun drastis, 14kg!!! Waktu datang aku julukin dia big mama, sekarang jadi langsing banget. Tapi bukan itu yang menjadi perhatianku. Sinar mata Christine yang kian meredup membuatku khawatir. Aku hanya berharap Christine bertahan sampai waktunya datang untuk pulang ke Zimbabwe.
Ya sejak mengetahui tingkah suaminya Christine sudah tidak tahan untuk lama-lama di Jepang. Ditambah kerinduan pada anak-anaknya membuat ingin secepatnya pulang. Awalnya dia masih berharap suaminya mau berubah dan meninggalkan wanita itu. Christine bilang masih cinta pada suaminya. Tapi melihat perkembangan tingkah suaminya yang tidak membaik dan bagaimana wanita itu sering datang kerumah dan suaminya tidak membela malah memarahi bahkan memukulnya, akhirnya Christine menyerah.
Tapi untuk bisa pulang tidaklah mudah. Untuk datang kesini saja Christine harus berutang dari bank. sedangkan tiket pesawat Jepang-Zimbabwe tidaklah murah. Akhirnya Christine mempunyai ide untuk mencari pekerjaan. Sesuai dengan pekerjaannya dulu di Zimbabwe sebagai guru bahasa Inggris, berkat ketekunannya mencari info diinternet Christine berhasil mendapatkan pekerjaan sebagai pengajar bahasa Inggris di Shokai University. Sebuah universitas diluar kota Sendai. Christine berusaha menabung untuk biaya pulang, syukur-syukur ada sisa untuk biaya hidupnya nanti di Zimbabwe.
Suaminya semakin jarang pulang, tapi Christine tidak peduli. Kadang masih suka pulang, karena masih suka aku dengar pertengkaran dari kamar mereka. Pernah beberapa kali petugas air, gas dan listrik datang memberitahukan akan memutus alirannya. Karena beberapa bulan tidak dibayar. Christine bertanya kenapa tidk dibayar? suaminya bilang tidak ada uang. Yaa..mungkin uangnya diminta oleh selingkuhannya. Mana sekarang anaknya sudah semakin besar. Yaa..anak hasil selingkuhan suaminya telah lahir sebulan setelah Christine datang.
Apalagi setelah suaminya tahu Christine kerja, dia minta Christine yang membayar tagihan air, listrik dan gas. Tentu saja Christine tidak mau. Setelah beberapa kali akan diputus, akhirrnya listrik dan air benar-benar diputus bulan ini. Waktu pulang dari mengajar Christine akan mencuci piring. ternyata airnya tidak mengalir. Akhirnya dia datang kerumahku meminta air, sekalian numpang mandi. Begitu juga dengan listriknya, untuk beberapa hari Christine harus bertahan dengan sinar lilin pemberianku.
Sebetulnya aku ingin mengajak Christine tidur dirumahku. Cuma ito dan Lula kayaknya masih agak sungkan kalau ada Christine dirumah. Lula yang biasanya cerewet jadi diem aja. Mungkin karena kulit hitam Christine yang membuat Lula agak takut. Sedangkan Christine sangat ingin bisa dekat dengan anak-anak. Untuk mengobati kerinduan akan anak-anaknya. Sampai-sampai dia ingin dipanggil mama Christine.
Bersambung.
Terus aku tanya bagaimana dia membeli makan? Christine bilang, sensei suaminya yang memberi uang untuk makan. Sensei suaminya juga berpesan agar kalau ada masalah menghubunginya. Sejak tahu hal itu, kalau aku membuat masakan yang kira-kira Christine bisa menyantapnya, aku kirim masakanku.
Pantas saja selama 5 bulan berat badan Christine turun drastis, 14kg!!! Waktu datang aku julukin dia big mama, sekarang jadi langsing banget. Tapi bukan itu yang menjadi perhatianku. Sinar mata Christine yang kian meredup membuatku khawatir. Aku hanya berharap Christine bertahan sampai waktunya datang untuk pulang ke Zimbabwe.
Ya sejak mengetahui tingkah suaminya Christine sudah tidak tahan untuk lama-lama di Jepang. Ditambah kerinduan pada anak-anaknya membuat ingin secepatnya pulang. Awalnya dia masih berharap suaminya mau berubah dan meninggalkan wanita itu. Christine bilang masih cinta pada suaminya. Tapi melihat perkembangan tingkah suaminya yang tidak membaik dan bagaimana wanita itu sering datang kerumah dan suaminya tidak membela malah memarahi bahkan memukulnya, akhirnya Christine menyerah.
Tapi untuk bisa pulang tidaklah mudah. Untuk datang kesini saja Christine harus berutang dari bank. sedangkan tiket pesawat Jepang-Zimbabwe tidaklah murah. Akhirnya Christine mempunyai ide untuk mencari pekerjaan. Sesuai dengan pekerjaannya dulu di Zimbabwe sebagai guru bahasa Inggris, berkat ketekunannya mencari info diinternet Christine berhasil mendapatkan pekerjaan sebagai pengajar bahasa Inggris di Shokai University. Sebuah universitas diluar kota Sendai. Christine berusaha menabung untuk biaya pulang, syukur-syukur ada sisa untuk biaya hidupnya nanti di Zimbabwe.
Suaminya semakin jarang pulang, tapi Christine tidak peduli. Kadang masih suka pulang, karena masih suka aku dengar pertengkaran dari kamar mereka. Pernah beberapa kali petugas air, gas dan listrik datang memberitahukan akan memutus alirannya. Karena beberapa bulan tidak dibayar. Christine bertanya kenapa tidk dibayar? suaminya bilang tidak ada uang. Yaa..mungkin uangnya diminta oleh selingkuhannya. Mana sekarang anaknya sudah semakin besar. Yaa..anak hasil selingkuhan suaminya telah lahir sebulan setelah Christine datang.
Apalagi setelah suaminya tahu Christine kerja, dia minta Christine yang membayar tagihan air, listrik dan gas. Tentu saja Christine tidak mau. Setelah beberapa kali akan diputus, akhirrnya listrik dan air benar-benar diputus bulan ini. Waktu pulang dari mengajar Christine akan mencuci piring. ternyata airnya tidak mengalir. Akhirnya dia datang kerumahku meminta air, sekalian numpang mandi. Begitu juga dengan listriknya, untuk beberapa hari Christine harus bertahan dengan sinar lilin pemberianku.
Sebetulnya aku ingin mengajak Christine tidur dirumahku. Cuma ito dan Lula kayaknya masih agak sungkan kalau ada Christine dirumah. Lula yang biasanya cerewet jadi diem aja. Mungkin karena kulit hitam Christine yang membuat Lula agak takut. Sedangkan Christine sangat ingin bisa dekat dengan anak-anak. Untuk mengobati kerinduan akan anak-anaknya. Sampai-sampai dia ingin dipanggil mama Christine.
Bersambung.
Subscribe to:
Posts (Atom)